Zoning Rumah Tinggal Berdasarkan Aspek Gender dalam Rumah Osing

Zoning rumah tinggal merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan hunian. Zoning menjadi hal yang sangat penting karena akan menentukan bagian yang hendak menjadi ruangan penting dalam menjalankan aktivitas sehari Anda dalam rumah.

Zoning rumah tinggal tentunya sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, baik untuk rumah tradisional maupun moderen. Semuanya pasti menerapakan konsep zoning dalam penentuan ruangan yang ada di dalam nya.

Hal ini menujukan bahwa zoning rumah tinggal menjadi salah satu bagian penting yang perlu dilakukan dalam pembuatan rumah hunian. Hal ini juga akan mempengaruhi kenyamanan Anda dan keluarga jika berada di dalam rumah.

Walaupun istilah zoning rumah terdengar asing, namun ternyata sudah diterapkan dalam rumah Adat di Indonesia. Salah satunya adalah pada rumah adat Osing yang berada Banyuwangi, Jawa Timur, tepatnya berada di Desa Kemiren.

Nah, bagi Anda yang belum mengetahui terkait rumah Adat Osing ini, berikut beberapa penjelasannya yang diharapkan dapat menjadi penambah wawasan atau pengetahuan Anda semua.

Rumah Adat Osing

Hal pertama yang akan dibahas adalah terkait rumah Adat Osing. Rumah Osing ini menjadi salah satu rumah adat yang sampai sekarang masih ada keberadaannya. Jika Anda penasaran dengan keberadaannya, Anda dapat langsung menuju Desa Kemiren yang ada di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Disana juga sudah dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata, yaitu wisata budaya rumah adat Osing. Jadi bagi Anda yang hendak berkunjung kesana, Anda akan menemukan dan melihat langsung rumah Osing.

Zoning Rumah Tinggal Berdasarkan Aspek Gender dalam Rumah Osing 1
zoning rumah tinggal via blue.kumparan.com

Rumah Osing merupakan rumah adat yang memiliki beberaoa aturan dalam membangunnya. Walaupun pada dasarnya sebelum membangun rumah tidak ada upacara khusus, namun setelah selesai membangun rumah biasanya diadakan acara selamatan.

Selain itu, ada beberapa aturan yang mengatur pembuatan rumah Osing. Misalnya adalah adanya hari yang akan mempengaruh rumah akan mengadap ke arah mana.

Jadi pembangunan rumah Osing menganut konsep bahwa arah rumah pada saat pendiriannya ditentukan sesuai dengan hari kematian orang tua. Misalnya hari Senin dan Minggu maka rumah akan menghadap ke arah Barat.

Hari Selasa untuk rumah yang menghadap ke arah Timur, Hari Rabu untuk rumah yang menghadap ke Selatan, Hari Kamis untuk rumah yang menghadap ke Utara.

Ketentuan ini menjadi salah satu patokan dalam pembangunan rumah Osing. Sehingga masyarakat tidak perlu bingung dalam menentukan posisi rumah yang hendak dibangun akan menghadap ke arah mana.

Rumah Osing pada umumnya memiliki desain yang sama. Jadi akan terlihat mirip satu sama lainnya. Hal inilah menjadi salah satu keunikan rumah adat di Indonesia. Hal ini pula yang menambah nilai seni dan budaya di Indonesia.

Zoning rumah tinggal pada rumah Adat Osing

Hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah terkait dengan zoning rumah tinggal pada rumah Osing. Hal ini dikarenakan pada dasarnya rumah Osing juga menerapkan konsep zoning rumah yang akan membedakan ruangan satu dengan ruangan lainnya.

Zoning Rumah Tinggal Berdasarkan Aspek Gender dalam Rumah Osing 2
zonging rumah tinggal via doclayer.info

Seperti pada rumah lainnya, rumah Osing juga memiliki pembagian ruangan di dalamnya. Pembagian ruangan dalam rumah Osing pada dasarnya memiliki konsep yang hampir sama dengan rumah lainnya.

Namun, rumah Osing memiliki filosofi pembagian ruangannya. Hal inilah yang menjadikan rumah Osing berbeda dengan lainnya. Sebelum mengetahui filosofinya, berikut penjelasan terkait zoning ruangan pada rumah Osing.

Pertama, Rumah Osing memiliki Amper. Ruangan ini merupakan ruangan bagian depan atau sering disebut dengan teras rumah depan. Layaknya rumah pada umumnya, rumah Osing memiliki teras rumah yang dapat digunakan sebagai tempat singgah tamu sebelum dipersilahkan masuk kedalam ruang tamu.

Kedua adalah bale. Ruangan ini disebut juga dengan ruang tamu. Jadi Ruangan ini berada di bagian depan setelah amper. Bale dan Amper termasuk ruang publik yang dapat dimasuki oleh semua orang.

Ketiga pendopo. Ruangan ini digunakan sebagai tempat berkumpul dengan keluarga atau yang lainnya yang sudah mendapatkan ijin dari pemilik rumah. Jadi pendopo merupakan ruangan yang dapat dimasuki banyak orang.

Keempat adalah nejrumyah. Ruangan ini merupakan ruangan yang bersifat privat dan semi privat karena ruangan ini meruapakan bagian inti dari rumah Osing. Nejrumyah atau njrumah terdiri dari kamar dan ruang keluarga.

Zoning Rumah Tinggal Berdasarkan Aspek Gender dalam Rumah Osing 3
zoning rumah tinggal via 4.bp.blogspot.com

Hal itulah yang menjadikan njrumah mendapatkan dua kategori yaitu bagian rumah yang privat dan semi privat. Jadi jika kalian bertamu ke rumah Osing sebaiknya mendapatkan ijin dari pemilik rumah jika hendak memasuki bagian njrumah.

Kelima adalah pawon. Bagian ini merupakan bagian paling belakang di dalam rumah Osing. Pawon juga memiliki sifat semi publik dan privat. Bisa dibilang semi publik karena pawon terkadang digunakan oleh kaum wanita untuk memasak secara beramai-ramai jika sedang mengadakan suatu acara.

Namun pawon bersifat privat jika tidak ada acara. Pawon hanya digunakan oleh pemilik rumah sebagai dan ruang makan. Sehingga hanya pemilik rumah yang sering memasuki ruangan ini.

Dan yang terakhir adalah ampok. Ruangan ini merupakan ruangan tambahan yang berada disamping rumah. Baik disebelah kanan atau kiri rumah. Ruangan ini berfungsi sebagai ruang transisi antara luar rumah dan dalam rumah.

Jadi ruangan ini termasuk dalam ruangan yang bersifat publik. Karena siapa saja bisa memasuki ruangan ini. Biasanya ampok merupakan ruangan terbuka yang berada disisi rumah.

Demikian beberapa zoning rumah tinggal pada rumah Osing yang diharapkan bisa memberikan banyak kebermanfaatan untuk Anda semua. Sehingga Anda mendapatkan informasi yang berguna untuk Anda.

Informasi terkait zoning rumah Osing ini juga dapat menjadi salah satu upaya untuk melestarikan rumah Osing agar tidak hilang dari peradaban. Dengan demikian anak-cucu kita semua dapat melihat dan menikmati kebudayaan Indonesia yang memiliki berbagai kekhasan dan keunikannya masing-masing.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan konsep zoning rumah seperti layaknya konsep zoning rumah pada rumah Osing untuk rumah hunian Anda. Sehingga Anda tidak bingung mencari referensi lainnya untuk membuat zoning ruangan pada rumah hunian Anda.

Semoga konsep pembagian ruangan tersebut bisa menjadi salah satu konsep pilihan yang tepat dan menjadi salah satu alasan pengambilan keputusan yang tepat untuk hunian nyaman Anda.

Selain itu, diharapkan rumah Anda menjadi rumah yang nyaman dan membuat semua anggota keluarga Anda betah berada didalam rumah yang memiliki pembagian ruangan sesuai dengan konspe zoning ruangan yang sama dengan zoning pada rumah Osing.

Gender sebagai penentu pembagian ruangan

Informasi selanjutnya adalah terkait dengan pembagian ruangan dalam rumah Osing yang sedemikian mirip antara satu rumah Osing dengan rumah Osing lainnya. Pembagian ruangan tersebut sudah menjadi salah satu aturan turun temurun yang sampai sekarang diterapkan.

Pembagian ruangan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor dualitas dalam gender yaitu laki-laki dan perempuan. Pembagian ruangan berdasarkan aspek gender ini dapat dilihat dari keberadaan ruangan khususnya daerah pawon yang hanya digunakan oleh kaum wanita saja, khususnya di area dapur.

Zoning Rumah Tinggal Berdasarkan Aspek Gender dalam Rumah Osing 4
zoning rumah tinggal via cdns.klimg.com

Sedangan pria lebih dominan berada di area rumah bagain depan. Hal tersebutlah yang menjadikan adanya peran gender dalam pembagian ruangan di dalam rumah Osing.

Namun demikian, batasan gender dalam rumah Osing bukanlah sebuah aturan yang terlihat secara fisik maupun menjadi aturan yang tetap. Tetapi lebih kepada batas etika yang dianut oleh masyarakat yang membatasi antara kaum laki-laki dan wanita.

Secara umum aspek gender hanya berperan demikian karena seluruh ruangan dalam rumah Osing pada dasarnya dapat dimasuki atau digunakan oleh kaum pria ataupun wanita.

Jadi bagi Anda yang ingin memasuki rumah Osing, Anda tidak perlu khawatir akan adanya perbedaan gender yang akan membatasi Anda. Karena pembatasan gender hanya menjadi sebuah batas etika saja yang harus diterapkan dalam kehidupan masyarakat disana.

Anda juga diharapkan akan lebih memaklumi jika konsep etika ini harus diterapkan dan semoga Anda juga bisa menjalankan sesuai dengan konsep batas etika yang diterapkan dalam masyarakat Osing.

Hal ini menjadi salah satu upaya yang nyata guna melestarikan rumah Osing dan menjadi salah cara untuk tetap mencintai budaya Indonesia yang indah dan sangat unik ini.

Demikian informasi terkait zoning rumah tinggal pada rumah Adat Osing yang berada di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur. Rumah osing ini menjadi salah satu rumah Adat yang menerepkan konsep zoning rumah yang sangat berpengaruh terhadap desain rumah Osing tersebut.

Zoning ruangan pada rumah Osing juga menjadi salah satu bentuk upaya menjaga nilai-nilai adat yang tertanam pada masyarakat. Karena rumah Osing juga menganut konsep dualitas.

Dualitas dalam hal ini adalah perbedaan gender, yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya menjadi memiliki peran yang berbeda dan memiliki keistimewaannya masing-masing. Sehingga zoning ruangan untuk pembeda antara gender laki-laki dan perempuan dirasa sangat diperlukan.

Sehingga dapat dilihat secara umum bahwa rumah Osing pada umumnya memiliki pembagian ruangan yang sama satu dengan yang lainnya. Sehingga jika dilihat akan cenderung memiliki model atau desain yang sama.

Hal inilah yang menjadi salah satu ciri khusus atau pembeda dengan rumah adat lainnya yang ada di Indonesia. Sehingga rumah Adat Osing akan sangat mudah dikenal dengan kekhasannya.

Sehingga, hal itulah yang menjadikan rumah Osing memiliki nilai budaya dan diakui sebagai salah satu rumah adat di Indonesia. Selain itu, rumah Osing juga menjadi salah satu rumah adat yang sangat penting keberadaanya karena menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Nah, bagi Anda yang penasaran akan keberadaan rumah Osing, Anda dapat langsung berkunjung ke Desa Kemiren yang berada di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

Disana Anda dapat melihat dan menikmati suasanya desa wisata budaya yang memberikan pengetahuan terkait rumah Adat Osing yang menjadi salah satu warisan dari orang-orang terdahu yang masih menjadi bagian kekayaan Budaya Indonesia sampai sekarang dan selamanya.

Semoga informasi di atas dapat menjadi informasi yang bermanfaat untuk Anda semua, khususnya akan menambah pengetahuan Anda dalam hal budaya Indonesia, yaitu rumah Adat Osing yang memiliki banyak keunikan.

Selain itu, Anda juga dapat belajar bagaimana konsep zoning ruangan dalam rumah Osing yang sangat menjunjung nilai budaya masyarakat disana. Jadi zoning rumah tinggal pada rumah Osing memiliki desain yang sangat bisa diterima oleh masyarakat setempat. (fy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.