Rumah Adat Minangkabau, Filosofi Dibalik Pendiriannya

rumah adat minangkabau yang syarat nilai filosofis - diminimalis.com

Rumah adat Minangkabau atau yang sering disebut dengan rumah gadang, merupakan warisan kearifan lokal yang patut kita banggakan. Rumah adat ini merupakan bukti kehebatan nenek moyang kita dalam merancang konstruksi rumah yang kuat di wilayah nusantara yang rawan gempa. Ada banyak hal yang bisa kita bahas tentang seluk beluk rumah adat Minangkabau ini. Namun, pada artikel kali ini kami hanya akan focus mengulas tentang filosofi dibalik pendirian rumah adat Minangkabau.

Rumah Adat Minangkabau, Rumah Adat Minangkabau bagonjong, sejarah rumah gadang minangkabau
rumah adat minangkabau yang syarat nilai filosofis – diminimalis.com

Rumah adat minangkabau, dan filosofi dibalik pendiriannya

Bagi warga Minang, rumah gadang adalah simbol tradisi sekaligus menjadi tempat pelaksanaan beragam kegiatan keluarga besar sang pemilik rumah atau kerap mendapat sebutan paruik. Rumah ini sarat akan nilai filosofis, mulai dari tahap perencanaan, mencari bahan, tata cara pembangunan, model yang dipilih, hingga ornamen dekorasi dari rumah gadang ini.

Rumah Adat Minangkabau, Rumah Adat Minangkabau bagonjong, sejarah rumah gadang minangkabau
rumah adat minangkabau di Taman Mini Indonesia Indah – dimnimalis.com

Sebenarnya rumah gadang memiliki beberapa tipe, namun yang paling terkenal adalah rumah gadang bagonjong. Rumah adat tipe ini mempunyai ciri khas berupa atap yang berbentuk seperti tanduk kerbau. Dibalik pesona yang ditampilkan rumah gadang bagonjong, ternyata terdapat banyak makna pada setiap tahapan pendiriannya.

Tahap yang pertama adalah prosesi pemilihan pohon. Material kayu yang dipakai dalam pembangunan rumah gadang sangat beragam. Diantara jenis kayu tersebut antara lain, kayu jua sebagai tonggak, kayu surian, bambu sebagai rusuk dan dinding, serta kayu bayua sebagai lantai.

Tahap yang kedua adalah prosesi maelo tonggak atau menarik batang pohon secara bersama-sama dari hutan menuju lokasi pembangunan yang berada di kampung. Hal ini merupakan cerminan budaya gotong royong yang perlu selalu diteladani oleh generasi peneurs.

Tahap yang ketiga adalah prosesi batagak tonggak tuo atau mendirikan struktur rumah gadang yang terdiri dari 42 tiang utama. Acara ini memiliki beragam hal penting seperti pidato yang disampaikan tetua kampung yang memberikan nasehat mulia kepada keluarga yang hendak mendirikan rumah gadang tersebut. Nasehat dari tokoh tersebut tidak jauh beda dengan nasehat ala ceramah pada prosesi pernikahan.

Struktur umum rumah gadang bagonjong adalah bagian ruang dalam yang memiliki kecenderungan terbuka tanpa sekat dinding, terkecuali untuk kamar tidur. Hal lainnya yang menjadi cirihas rumah adat ini adalah struktur knock down tahan gempa dan serta material yang tidak mudah terbakar.

Demikian ulasan kamitentang rumah adat minangkabau dan filosofi dibalik proses pembangunannya, Anda juga bisa membaca artikel kami tentang kelebihan desain rumah minimalis klasik model joglo di bawah ini. (ls)

Rumah minimalis klasik model joglo sarat fungsi dan nilai filosofis

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.