Rumah Adat Minangkabau atau yang sering disebut dengan rumah gadang, merupakan warisan kearifan lokal yang patut kita banggakan.  

Rumah adat yang satu ini merupakan salah satu bukti kehebatan nenek moyang kita dalam merancang konstruksi rumah yang kuat. Bahkan, dianggap mampu menahan kekuatan gempa yang ringan hingga sedang.

Ada banyak hal yang sebetulnya bisa kita bahas tentang seluk beluk rumah adat Minangkabau ini. Namun, pada artikel kali ini kami hanya akan fokus mengulas tentang filosofi dibalik pendiriannya saja.

Yaitu dimulai dari jenis pohon kayu yang dipakai sebagai material, proses pendirian, filosofi bentuk, hingga peresmiannya menjadi rumah gadang siap huni. Jadi, mari kita simak lebih jelasnya pada artikel kali ini!

Rumah Adat Minangkabau, Rumah Adat Minangkabau bagonjong, sejarah rumah gadang minangkabau
rumah adat minangkabau yang syarat nilai filosofis – diminimalis.com

Desain Rumah Adat Minangkabau [Bagonjong] dan Filosofi Dibalik Pendiriannya

Bagi warga Minang, rumah gadang adalah simbol tradisi sekaligus menjadi tempat pelaksanaan beragam kegiatan keluarga besar atau yang kerap mendapat sebutan paruik.

Rumah adat ini sendiri sarat akan nilai filosofis, mulai dari tahap perencanaan, mencari bahan, tata cara pembangunan, model yang dipilih, hingga ornamen dekorasi yang akan ada didalamnya.

Rumah Adat Minangkabau, Rumah Adat Minangkabau bagonjong, sejarah rumah gadang minangkabau
rumah adat minangkabau di Taman Mini Indonesia Indah – dimnimalis.com

Sebenarnya, ada beberapa tipe rumah gadang yang biasa dikenal. Hanya saja, yang paling populer adalah rumah gadang bagonjong.

Rumah adat Minang tipe ini mempunyai ciri khas berupa atap yang berbentuk seperti tanduk kerbau. Bagiam ujung yang lancip dengan warna hitam atau coklat yang dominan, membuatnya nampak gagah dan estetis.

Dibalik pesona yang ditampilkan oleh desain rumah gadang bagonjong ini, ternyata ada banyak makna pada setiap tahapan pendiriannya, diantaranya:

Pemilihan Pohon untuk Material Kayu

Tahap membangun rumah gadang yang pertama adalah pemilihan pohon kayu sebagai material utama. Material kayu yang dipakai dalam pembangunan rumah gadang sangat beragam berdasarkan bagian-bagian tertentu dari bangunan rumah.

Diantara jenis kayu yang dipilih tersebut antara lain: kayu jua sebagai tonggak, kayu surian dan bambu sebagai rusuk dan dinding, serta kayu bayua sebagai lantai.

Pemilihan material kayu masing-masing jenisnya ini juga tidak bisa sembarangan. Karena perlu dipilih yang berkualitas bagus agar hasil bangunannya tahan lama mengingat ini adalah rumah adat.

Mengusung Pohon Kayu Secara Gotong Royong dari Hutan

Tahap kedua yang biasanya dilakukan saat akan membangun rumah adt Minangkabau adalah prosesi maelo tonggak. Atau, menarik batang pohon secara bersama-sama dari hutan menuju lokasi pembangunan di kampung.

Prosesi ini merupakan cerminan budaya gotong royong yang perlu selalu diteladani oleh generasi penerus terutama orang Minang.

Mendirikan 42 Tiang Utama

Tahap ketiga dalam prosesi pembangunan rumah adat ini adalah batagak tonggak tuo atau mendirikan struktur rumah gadang yang terdiri dari 42 tiang utama.

Acara ini diiringi dengan beberapa hal penting seperti pidato yang disampaikan tetua kampung dengan memberikan nasehat mulia kepada keluarga yang hendak mendirikan rumah gadang tersebut.

Nasehat dari tokoh tersebut tidak jauh beda dengan yang biasa disampaikan ala ceramah pada prosesi pernikahan.

Setelah semua tiang berdiri, selanjutnya tentu tinggal melanjutnya tahap pembangunan. Jika tiap tahapan sudah selesai, maka tinggal finsihing hingga rampung.

Tentang Struktur Rumah Adat Minangkabau Jenis Bagonjong

Struktur umum rumah minimalis klasik Mingkabau bagonjong adalah bagian ruang dalam yang memiliki kecenderungan terbuka tanpa sekat dinding. Konsep ini berlaku untuk semua ruangan kecuali kamar tidur.

Hal lainnya yang menjadi ciri khas rumah adat ini adalah struktur knock down yang mampu menahan gempa. Beberapa material tahan api juga sehingga secara keamanan tidak mudah terbakar.

Kesimpulan:

Rumah gadang menjadi salah satu rumah adat yang cukup terkenal di Indonesia. Bentuknya yang unik dan estetis membuat rumah adat ini cukup bagus untuk diadopsi dan dikombinasikan dengan gaya modern.

Baca juga: Genteng Rumah Joglo sebagai Salah Satu Ciri Khas Rumah Adat Jawa

Mungkin demikian saja ulasan dari kami tentang rumah adat minangkabau dan filosofi dibalik proses pembangunannya. Jika Anda tertarik untuk mengadopsi rumah adat jenis ini, Anda bisa menyesuaikannya dengan tata cara yang ada. Semoga bermanfaat! (ls) editted by RN11082021

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *