Memiliki tanaman buah dalam pot [tabulampot] di rumah sendiri biasanya jadi dambaan banyak orang. Apalagi jika menanam dan merawat tabulampot tersebut dari nol sampai berbuah, tentu akan sangat membanggakan.

Tanaman buah yang ditanam di media tanam berupa pot meski secara umum sama dengan jenis tumbuhan buah-buahan lain, namun perlakuannya beda. Tidak lain karena media tanamnya yang terbatas, yaitu di dalam pot.

Sehingga, pertumbuhannya juga tentu menyesuaikan media tanamnya tersebut. Pada beberapa kasus, untuk merawat tabulampot dari penyemaian hingga berbuah, ada beberapa teknis perawatan yang rutin.

Kebetulan, di edisi kali ini diminimalis akan khusus mengulas untuk Anda tisp merawat tabulampot agar tumbuh sehat dan berbuah lebat. Silakan disimak ya!

Kenapa Tabulampot perlu Dirawat dengan Baik?

Sebelum bicara soal tips, kami ingin Anda menjawab beberapa pertanyaan seputar kenapa tabulampot taman minimalis perlu dilakukan treatment perawatan khusus.

Sebetulnya tidak ada alasan lain yang lebih kuat selain bahwa tabulampot pun sama dengan tanaman lain yang ditanam di tanah terbuka. Sama-sama memerlukan tindakan perawatan dari mulai pemupukan, penyiangan, hingga pemanenan dan pembibitan kembali.

Meski begitu, ada alasan lain yang menyebabkan tanaman buah dalam pot perlu dilakukan perawatan khusus.

Yaitu karena jenisnya berbeda, dimana tabulampot karena tumbuh di media yang luasannya terbatas maka perlu pengkondisian supaya pertumbuhannya terkontrol dengan baik.

Dibawah ini setidaknya hal-hal yang berkaitan dengan upaya perawatan tabulampot agar tujuan penanamannya tercapai, yaitu tumbuh sehat dan berbuah lebat.

merawat tabulampot, cara merawat tabulampot, merawat tabulampot jeruk
Tips merawat tabulampot agar tumbuh sehat dan berbuah lebat – diminimalis.com

Tips Merawat Tabulampot di Lahan Sempit Rumah Minimalis

Setidaknya ada tiga tahapan utama yang perlu dilakukan sebagai upaya merawat tabulampot agar tumbuh dengan baik, yaitu:

a. Penyiraman

Setelah menanam tabulampot ke dalam media tanam maka tindakan selanjutnya adalah penyesuaian dengan lingkungan.

Tabulampot yang telah jadi harus diletakkan di tempat terbuka dan terkena cahaya matahari sepenuhnya. Pada musim kemarau penyiraman perlu dilakukan setiap hari, bisa pagi atau sore hari.

Sementara pada musim hujan, penyiraman bisa dilakukan apabila media tanam sudah terlihat kering saja. Sebab, jika disiramn air dengan kuantitas sebagaimana saat kemarau bisa jadi akan memperburuk kesehatan dan nutrisi tanaman.

b. Pemangkasan

Pada tahap pemangkasan, setidaknya ada tiga jenis pola yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, dan pemangkasan peremajaan.

* Pemangkasan bentuk

Pemangkasan bentuk dilakukan untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur tanaman agar sinar matahari bisa menembus seluruh bagian tanaman. Selain dua fungsi itu, pemangkasan bentuk juga terkait dengan estetika, yaitu agar tanaman terlihat lebih menarik.

Salah satu teori umum dalam memangkas bentuk tabulampot adalah 1-3-9. Artinya, dalam setiap 1 batang primer terdapat maksimum 3 batang sekunder dan dalam 1 batang sekunder, maksimum terdapat 3 batang tersier.

Adapun batang yang dipilih untuk dibiarkan tumbuh adalah yang sehat dan kuat, sekaligus juga memiliki unsur estetika yang bagus.

* Pemangkasan produksi

Pemangkasan ini berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas air untuk merangsang pembungaan.

Selain itu, pemangkasan juga dilakukan terhadap batang yang terlihat berpenyakit agar setidaknya tidak menjalar ke bagian yang lain.

* Pemangkasan peremajaan

Dilakukan terhadap tanaman yang telah menua. Pada tabulampot yang sudah tua biasanya dilakukan penggantian media tanam dan pot sebagai bagian dari peremajaan.

Pada fase ini, beberapa cabang perlu dipangkas agar tumbuh yang baru lebih sehat. Bahkan pada kasus-kasus tertentu hanya menyisakan batang primer saja.

Tabulampot Taman Minimalis, taman depan rumah, tanaman buah dalam pot, tanaman buah di dalam pot
tabulampot anggur berbuah lebat karena rajin dipangkas – diminimalis.com

c. Pemupukan

Salah satu cara melebatkan buah tabulampot adalah dengan pemupukan. Media tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang terbatas. Oleh karena itu, pemupukan menjadi hal yang sangat vital dilakukan.

Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah ditanam. Selanjutnya, pemupukan rutin lanjutan dilakukan setiap 3-4 bulan sekali.

Adapun pupuk yang digunakan sebaiknya jenis pupuk organik. Jenisnya bisa kompos, pupuk kandang atau pupuk organik cair.

Meskipun kandungan haranya tidak sekomplit pupuk kimia, pupuk organik memiliki unsur hara yang lebih lengkap.

Selain itu, penambahan bahan-bahan organik akan merangsang aktivitas biologis dalam media tanam sehingga menunjang kesehatan tabulampot itu sendiri.

Kesimpulan:

Manfaat tabulampot sendiri bisa dijadikan sebagai bagian dari penghijauan rumah. Ketika ada tanaman yang dirawat maka bisa jadi Anda jadi punya rutinitas yang bagus.

Dari tiga tahapan utama dalam merawat tabulampot di atas, sudah semestinya untuk Anda pahami setiap metodenya masing-masing. Jangan sampai karena tidak tahu dan tidak mau tahu/abai menjadikan tabulampot di rumah Anda terbengkalai dan akhirnya mati.

Tidak ada yang sulit dari tahapan-tahapan di atas. Anda hanya perlu meluangkan waktu melakukannya secara rutin. Dengan begitu, sangat mungkin untuk tabulampot kesayangan Anda tumbuh dengan sehat dan berbuah lebat. Semoga ya.

Mungkin itu saja dulu ulasan dari kami tentang tips merawat tabulampot di lahan sempit taman rumah minimalis. Semoga ulasan singkat ini bisa bermanfaat dan membuat tabulampot Anda tumbuh dengan baik . (ls) editted by RN24092021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *