Seperti apapun rumah Anda tentu tidak mau kan kalau rumahnya mengalami kebocoran? Nah, kalau begitu berarti Anda perlu melakukan berbagai upaya untuk mencegah atap dari kebocoran guys.

Salah satunya adalah dengan memilih material atap terbaik dan mengecek kondisinya sebelum hujan tiba supaya tidak menjadi masalah nantinya.

Di artikel sebelumnya kita telah membahas tentang berbagai upaya persiapan menghadapi musim hujan. Nah, pada artikel kali ini kami akan lebih banyak menyoroti tentang permasalahan kebocoran atap rumah.

Sebagaimana yang kami jelaskan di atas, solusi terbaik dari masalah bocornya atap rumah adalah dengan melakukan berbagai upaya pencegahan sebelum datangnya musim penghujan.

Pentingnya mencegah kebocoran atap tidak lain karena bisa jadi akan timbul masalah besar dari tidak beresnya atap rumah Anda. Misalnya dengan adanya satu titik atap yang bocor lokasinya tepat di atas lemari pakaian bisa jadi akan membasahi pakaian di dalamnya.

Apakah Mencegah Lebih Baik dari Mengatasi Masalah Saat sudah Terjadi?

Pertanyaan ini sering ditanyakan karena banyak yang menyepelekan soal treatment mencegah kebocoran atap. Bahwa mungkin dampak yang ditimbulkan tidak akan besar. Atau bukannya mudah saja nanti saat musim hujan tiba jika ada yang bocor tinggal ganti yang baru?

Dengan mempertimbangkan berbagai hal, mencegah kebocoran atap tetap menjadi jalan terbaikn untuk memastikan masalahnya tidak besar. Selain itu, Anda juga akan lebih tenang dengan aktivitas harian Anda tanpa berpikir soal masalah rumah.

Alasan lain pentingnya mencegah kebocoran atap bahkan jauh sebelum datang musim hujan ialah soal efektivitas perbaikan. Upaya antisipasi mestinya tetap diprioritaskan daripada memperbaiki kerusakan ketika kebocoran atap benar-benar terjadi.

Sebab, memperbaiki atap yang bocor saat musim hujan tidaklah efektif, Anda tidak bisa menjamin kapan punya waktu luang yang sekaligus bertepatan dengan kondisi cuaca tidak hujan.

Kalaupun hujan turun tiap hari dari pagi hingga sore, tak mungkin juga Anda akan memperbaikinya di malam hari, bukan?

 mencegah atap dari kebocoran, cegah atap dari kebocoran saat musim hujan, solusi atap bocor, antisipasi atap bocor,
Mencegah atap dari kebocoran saat musim hujan- diminimalis.com

Itulah kenapa mencegah kebocoran atap jauh lebih penting ketimbang berusaha sibuk mengatasinya ketika insiden itu terjadi.

Tips Mencegah Atap dari Kebocoran Sebelum Terlambat

Sebelum menyelesaikan masalah, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan kebocoran pada atap rumah. Ada 5 hal yang perlu Anda perhatikan untuk mencegah atap dari kebocoran saat musim hujan.

1. Kemiringan atap harus tepat

Point ini kami tulis di urutan teratas karena terkait dengan upaya paling awal dalam merancang bangunan rumah. Semaksimal apapun Anda menanggulangi masalah kebocoran atap rumah minimalis Anda, hal ini akan menjadi sia-sia bila faktor kemiringan atap rumah tidak sesuai.

Kemiringan atap harus dirancang dengan baik untuk melindungi rumah Anda dari terpaan air hujan. Pada saat membangun rumah, atap sebaiknya dirancang dengan kemiringan 30°—40°.

Jika kurang dari itu, maka air hujan akan mudah tertahan di atas dan sulit untuk turun jatuh ke tanah.

Pentingnya mengatur kemiringan atap ini adalah salah satu upaya mencegah atap dari kebocoran yang paling klasik. Sebab, upaya ini dilakukan di awal sejak pembangunan rumah, jadi harus benar-benar hati-hati.

2. Melapisi atap dengan lapisan waterproof

Untuk berjaga-jaga, Anda bisa menambahkan pelapis pada bagian bawah genteng. Lembaran pelapis yang digunakan bisa dari bahan plastik maupun alumunium foil.

Dengan begitu, air yang masuk melalui celah atap akan terbawa ke talang. Cara ini memang hanya bersifat sementara dan biasa dilakukan setelah ada genteng yang pecah.

Jika ingin yang lebih permanen, Anda bisa tambahkan pelapis atap waterproof. Meski jadi beban tambahan dari sisi anggaran namun cukup efektif untuk mencegah atap dari kebocoran.

3. Rapikan posisi dan pemasangan genteng maupun asbes

Rapikan letak dan posisi genteng hingga benar-benar presisi dan lurus. Bila didapati ada genteng yang pecah, segera ganti dengan genteng yang sama.

Untuk atap asbes, jangan lupa lapisi paku baut penguat dengan karet. Setelah itu, baru Anda bisa mengebornya, penamabahn kseal karet ialah agar air tidak merembes melalui celah lubang paku tadi.

4. Bersihkan talang air secara rutin

Sebaiknya pastikan ukuran dan bentuk talang sesuai dengan debit air hujan, jangan terlalu sempit sehingga talang tidak cukup untuk menampung volume air hujan.

Anda bisa memilih dan berkonsultasi kepada tukang talang yang sudah berpengalaman untuk meminimalkan kesalahan pemasangannya. Bersihkan juga talang secara rutin agar tidak ada tumpukan sampah yang membuat aliran air hujan terhambat.

 cegah atap dari kebocoran, cegah atap dari kebocoran saat musim hujan, solusi atap bocor, antisipasi atap bocor,
plafon yang lapuk karena lembab – diminimalis.com

5. Pastikan plafon tidak lembab

Selain memperhatikan bagian atap dan talang, jangan lupa juga untuk menjaga agar plafon tidak lembab. Plafon yang lembab dapat menjadi lapuk dan roboh.

Ketika kayu sudah menjadi lapuk, maka dengan mudah akan diserang rayap. Plafon menjadi garda terakhir yang mencegah air hujan masuk ke dalam ruangan.

Jadi jika plafonnya rusak atau tidak bisa diandalkan maka besar kemungkinannya akan menjadi masalah besar ketika atap atas rumah sudah tidak beres.

Baca juga: 4 Solusi Mengatasi Atap Rumah Minimalis yang Sering Bocor

Kesimpulan

Dari uraian tentang tips mencegah atap dari kebocoran di atas, sebenarnya tidak ada yang sulit. Semuanya hanya menuntut kejelian Anda sebagai pemilik rumah.

Jika sudah memasuki musim hujan, maka upaya mencegah atap dari kebocoran seperti diatas mungkin kurang berguna. Jadi lakukan jauh hari sebelum musim hujan tiba ya agar semuanya berjalan sesuai ekspektasi.

Mungkin itu saja ulasan singkat dari kami tentang tips-tips mencegah atap dari kebocoran saat memasuki musim hujan. Semoga menginspirasi dan bermanfaat untuk Anda. (ls) editted by RN21092021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *