Jika Anda mengenal sistem hidroponik untuk menumbuhkan tanaman sekarang sudah ada media tanam untuk vertical garden yang metodenya kurang lebih sama.

Jadi, media tanam untuk vertical garden ini bisa diaplikasikan untuk semua jenis tanaman. Setiap tanaman yang ditanam dengan model vertikal ini biasanya pertumbuhannya akan terlihat bagus bahkan melebihi tanaman pada umumnya.

Hal ini tidak lain karena sistem tanamnya yang berbeda dari yang lain. Menempel pada dinding sehingga saat sudah berbuah atau berdaun lebat akan terlihat hijau rimbun dan anti-mainstream

Mengenal Konsep Media Tanam Vertical Garden dan Keunggulannya

Banyak orang masih penasaran dengan konsep media tanam untuk vertical garden, karena konsepnya yang menempel di dinding. Yang mana sudah pasti medianya tidak sama dengan media tanam pada umumnya.

Sebagaimana penanaman tumbuhan dengan sistem hidroponik, penanaman dengan terapan vertikal garden memungkinkan Anda untuk tetap bisa memiliki ruang terbuka hijau meski terkendala lahan

Media Tanam Untuk Vertikal Garden, cara membuat taman vertikal murah , cara membuat vertikal garden sederhana
Media tanam untuk vertical garden yang membuat rumah terlihat cantik dan menawan – diminimalis.com

Apalagi, tanaman yang biasa ditanam dengan sistem hidroponik juga bisa tumbuh jika ditanam dengan metode ini.

Tanaman bisa tumbuh dengan subur dan tak jarang bisa menghasilkan aneka buah dan sayuran hanya mengandalkan pupuk, sinar matahari serta perawatan tanaman pada umumnya.

Menanam dengan sistem hidroponik memang masih tergolong sistem baru dalam dunia tanaman sebagai solusi minimnya lahan untuk penanaman.

Seiring dengan maraknya orang sudah mencoba konsep hidroponik, membuat sebagian orang ingin mengembangkan teknik lain yang lebih efisien. Yaitu penanaman tumbuhan dengan konsep vertikal.

Saat ini sudah ditemukan formula khusus agar konsep vertikal garden ini bisa berkembang sama baik atau lebih baik dari hidroponik.

Apalagi, konsep media tanam untuk vertical garden juga tidak jauh berbeda dengan penanaman dengan sistem hidropnik, yakni tidak menggunakan tanah. 

Konsep vertical garden ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

  • Tidak membutuhkan lahan tanah yang luas
  • Segala jenis tumbuhan bisa ditanam
  • Turut memudahkan rencana penghijauan masif

Kali ini, Diminimalis akan mengulas untuk Anda tentang cara membuat media tanam vertical garden yang sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Simak pembahasannya berikut ini.

Cara Membuat Media Tanam untuk Vertical Garden

Pembuatan konsep gardening berbentuk vertikal ini banyak diaplikasikan pada sisi gedung yang berada di perkotaan dimana sulit untuk menemukan lahan untuk penanaman tumbuhan.

Di perkotaan, yang sudah minim pohon, ide ini bisa meningkatkan budaya penghijauan rumah tinggal menggunakan penanaman model vertikal garden. Media tanam untuk vertical garden bisa berupa geotextile atau media tanam yang ada pada penanaman sistem hidroponik.

desain taman vertikal, desain taman vertikal minimalis, cara membuat taman vertikal sederhana, taman vertikal paralon
taman vertikal dengan media terbatas – diminimalis.com

Jika anda berminat untuk membuat vertical garden, anda bisa menyimak beberapa tips dan caranya berikut ini:

1. Buat Frame dari Baja Ringan untuk Dipasang di Dinding

Sebagai awalan, Anda mesti membuat frame yang terbuat dari baja ringan dengan ukuran setengah hingga satu meter. Kemudian merekatkannya pada dinding menggunakan baut atau perekat lainnya.

Pastikan dinding dan frame baja tersebut memiliki celah lebih dari 7 cm. Hal ini bertujuan untuk menghindari dinding dari potensi berlumut.

2. Letakkan media tanam dan buat lubang

Setelah frame sudah siap, letakkan media tanam berupa geotextile atau velt sabut kelapa sebanyak dua lapis. Buatlah lubang-lubang untuk penanaman.

Berikan jarak antara lubang satu dengan lubang lainnya. Lengkapi lubang tersebut dengan jahitan untuk menjaga tanaman agar tidak jatuh.

3. Tanam tanaman yang diinginkan

Setelah lubang jadi, anda bisa mulai menanam tanaman yang telah anda pilih. Letakkan ke dalam lubang yang telah dibuat.

Cara penanamannya bisa memakai rockwool atau ditanam secara langsung dengan syarat tumbuhan yang hendak ditanam tersebut telah memiliki akar.

Baca juga: Cara Membuat RoofTop Garden di Rumah Minimalis Anda

Perawatan Pasca Penanaman

Jarak antara satu lubang dengan yang lain tersebut pada awalnya belum tertutupi semua oleh tumbuhan.

Selang beberapa saat nanti apabila tumbuhan tersebut tumbuh dengan subur maka lambat laun semua media tanam akan tertutup dan nampaklah pemandangan yang hijau asri.

Pengairan pada vertikal garden ini bisa dilakukan secara manual atau lebih efektifnya menggunakan drip irigasi dengan tetap memperhatikan jumlah air yang dikeluarkan.

Sebaiknya penataan tanaman dirancang pada satu area dinding eksterior supaya tanaman tersebut mendapatkan asupan air yang sama.

Pemupukan juga perlu dijadwalkan agar tumbuhan bisa tumbuh dengan subur. Jika diamati, media tanam untuk vertical garden ini tidak begitu berbeda dengan media tanam yang digunakan untuk tanaman polybag.

Tanaman yang ditanam dengan sistem polybag juga bisa ditanam dengan model vertikal garden asalkan penanamannya dilakukan sesuai dengan tata cara yang dianjurkan.

Maka dari itu, Anda tak perlu ragu untuk memulai membuatnya karena proses pengerjaan tidak begitu sulit dan kami yakin Anda bisa melakukannya.

Bagaimana, mudah bukan membuat media tanam vertical garden sendiri di rumah? Jika masih kesulitan Anda bisa browsing di Google atau Youtube supaya hasilnya lebih memuaskan. Selamat mencoba. (ls) editted by AL07092021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *