by

Manfaat Berenang untuk Lansia dari Sisi Kesehatan

Untuk menjaga kualitas kesehatan, orang lanjut usia (selanjutnya ditulis dengan “lansia” saja) sangat disarankan untuk berolahraga terutama berenang. Berenang untuk lansia dianggap sebagai salah satu jenis olahraga yang aman dan baik.

Lansia merupakan orang yang telah mencapai masa penuaan dan juga telah menunjukkan kemunduran kemampuan fisik dan psikis seperti melemahnya kekuatan otot, denyut jantung, fungsi paru, bahkan fungsi otak. World Health Organization (WHO) mengategorikan seseorang sebagai lansia ketika memasuki usia 65 tahun ke atas.

Pada dasarnya, setiap jenis olahraga mempunyai manfaat yang baik bagi kesehatan seseorang. Meski demikian, tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan oleh lansia. Para lansia sebaiknya memilih olahraga yang aman, salah satunya adalah berenang. Berenang termasuk olahraga yang aman bagi lansia karena gerakannya tergolong dalam kadar ringan hingga sedang dan bersifat kontinyu.

Manfaat Berenang untuk Lansia Dapat Atasi Beragam Penyakit

Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh lansia akan menurun. Oleh karenanya, lansia pada umumnya lebih rentan sakit atau terkena penyakit. Jika tidak diimbangi dengan olahraga yang teratur, gangguan kesehatan yang dialami dikhawatirkan akan meningkat. Akibatnya akan berdampak pada terganggunya aktivitas lansia dalam kehidupan sehari-hari.

Berenang untuk lansia memiliki peran tersendiri dalam mengatasi beragam penyakit. Pasalnya, olahraga air ini dapat meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot, meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, melancarkan aliran darah dalam tubuh, melancarkan pernapasan, membakar kalori, dan menghilangkan stress. Itulah sebabnya berenang dianggap cocok bagi lansia khususnya untuk rehabilitasi dan terapi kesehatan (hydrotherapy).

manfaat Berenang untuk Lansia 2 - Diminimalis.com

Beberapa gangguan kesehatan lansia yang dapat diminimalisir dengan berenang antara lain gangguan tulang dan persendian, otot dan saraf, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung dan paru-paru.

Saat olahraga berenang, seluruh tubuh bergerak. Kelompok otot-otot besar seperti otot lengan, perut, pinggul, pantat, dan paha akan bergerak. Dengan demikian, berenang membawa banyak manfaat yang berguna untuk merehabilitasi kesehatan tubuh seseorang.

Teknik Berenang untuk Lansia

Agar dapat berjalan dengan aman dan baik, olahraga harus dilakukan sesuai dengan mekanisme atau prosedurnya. Secara umum, olahraga berenang dapat dimulai dengan peregangan (stretching), pemanasan (warming up), dilanjutkan dengan olahraga inti dengan berenang di dalam kolam renang, kemudian pendinginan atau penenangan (cooling down), lalu diakhiri dengan kembali melakukan peregangan (stretching) di darat.

Ketika olahraga berenang, lansia dianjurkan untuk memulai dari kadar gerakan yang sangat ringan. Kemudian, secara betahap meningkat sampai pada kadar gerakan sedang.

Pada saat pemanasan (warming up), gerakan ringan dapat dipraktikan dengan mengayunkan tangan dan kaki atau berjalan mengelilingi kolam renang. Kemudian dilanjutkan dengan berenang secara bertahap, mulai dari berenang pelan mengitari kolam renang sebanyak 1 putaran hingga berenang 20-40 menit. Sementara itu, istirahat penting untuk dilakukan beberapa kali.

Frekuensi dan Waktu Berenang untuk Lansia

Olahraga berenang yang dilakukan secara rutin dan teratur, akan memberikan banyak manfaat. Meski begitu, lansia tidak diperkenankan untuk berenang setiap hari. Berenang untuk lansia paling tidak dilakukan dua atau tiga kali dalam satu minggu.

Baca juga : Ternyata Inilah Berbagai Manfaat Renang bagi Ibu Hamil dan Janin


Apabila olahraga berenang dilakukan secara berlebihan, seseorang dapat mengalami kelelahan. Selain itu juga bisa mengakibatkan nyeri dada, sesak napas, dan pusing. Yang terpenting adalah para lansia melakukan latihan kekuatan secara teratur dan konsisten tanpa merasa sakit kemudian.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk berenang?

Berenang di ruang terbuka (outdoor) sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau malam hari. Pada pagi hari, seseorang dapat berenang antara pukul 06.00 sampai dengan pukul 09.00. Sementara pada malam hari, waktu antara pukul 17.00 sampai dengan pukul 20.00 juga dianggap sebagai waktu yang baik untuk melakukan olahraga air ini.

Olahraga berenang yang dilakukan di bawah sinar matahari yang terik sangat tidak dianjurkan. Mengapa demikian? Selain alasan kulit akan menjadi gelap, juga agar terhindar dari bahaya sinar matahari. Namun apabila ingin berenang pada waktu yang fleksibel, maka olahraga air ini dapat dilakukan di kolam renang yang berada dalam ruangan tertutup (indoor).

Kelebihan Berenang untuk Lansia Dibanding Jenis Olahraga Lainnya

Telah disinggung di atas bahwa pada dasarnya setiap jenis olahraga mempunyai manfaat yang baik bagi kesehatan seseorang. Di antara banyaknya jenis olahraga yang ada, berenang menjadi alternatif yang disarankan untuk para lansia. Hal ini karena berenang memiliki kelebihan tersendiri bagi lansia dibanding dengan jenis olahraga lainnya.

Pertama, lansia akan minim terkena risiko cedera fisik dibanding ketika melakukan jenis olahraga yang lain. Dalam berenang, semua gerakan inti dilakukan di dalam air.

Tubuh perenang dikelilingi oleh air sehingga terhindar dari benturan benda-benda keras. Sementara ketika berolahraga lainnya, jogging misalnya, lansia lebih mudah terkena cidera fisik karena terjatuh atau menghentakkan kaki terlalu keras ke tanah.

Kedua, berenang untuk lansia merupakan olahraga yang menyenangkan. Berenang dapat menjadi obat untuk mengurangi ketegangan pikiran (stress) yang tengah dialami seseorang. Gerakan-gerakan berenang yang dilakukan dengan santai mampu meningkatkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan. Akibatnya, suasana hati perenang menjadi sejuk dan pikiran menjadi lebih rileks.

Ketiga, olahraga air ini juga lebih efektif dibandingkan dengan olahraga di darat. Olahraga di darat cenderung membuat lansia kepanasan, berkeringat, dan merasa lelah yang berlebihan.

Itulah alasan mengapa berenang merupakan olahraga yang cocok bagi lansia, mengingat lansia sangat rentan sakit atau terkena penyakit akibat kemunduran fungsi-fungsi fisik dan psikis.

Demikian ulasan mengenai olahraga berenang untuk lansia. Semoga bermanfaat bagi Anda, terlebih jika Anda adalah seorang lansia. Untuk mengakhiri tulisan ini, ada konsep sederhana yang kami tawarkan khususnya kepada para lansia yakni, mulailah berenang tanpa menunggu sakit, jangan mulai berenang setelah terkena penyakit. (Li)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.