Bicara soal konsep rumah iklim tropis, beberapa cirinya sebetulnya sangat kentara. Karena jika dilihat dari jumlah musimnya saja sudah berbeda, dimana iklim tropis hanya ada dua musim yaitu kemaruu dan penghujan.

Sementara sub tropis adalah wilayah-wilayah yang memiliki 4 musim, yaitu gugur, semi, panas, dan dingin. Ini dialami oleh hampir seluruh negara di Eropa dan Amerika. Di beberapa negara Asia Timur juga mengalami hal demikian, sebut saja di Jepang dan Korea.

Kembali soal konsep rumah iklim tropis yang jika dilihat dari musimnya yang beda, wajar saja jika desain rumahnya juga beda. Rumah yang berada di wilayah beriklim tropis cenderung lebih banayk mengutamakan adanya bukaan, sementara pada rumah subtropis sebaliknya.

Hal ini semata-mata dibuat dengan maksud untuk menyesuaikan dengan musim yang ada di wilayah tersebut.

Nah, kira-kira apa saja sih ciri khas lain yang melekat pada konsep rumah iklim tropis dan subtropis itu? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Pengertian Desain dan Konsep Rumah Iklim Tropis

Seperti sudah disinggung di awal bahwa ada perbedaan yang cukup terlihat dari rumah beriklim tropis dan subtropis. Adapun perbedaan paling menonjol dari keduanya adalah pada desain rancangan dan konstruksinya.

Konsep rumah tropis cenderung memiliki banyak bukaan, karena saat musim hujan kelembaban udara cukup tinggi dan saat kemarau cuaca bisa sangat panas.

Sedangkan rumah di wilayah sub tropis yang mana memiliki empat musim, cenderung lebih tertutup. Konsep ini tidak lain bertujuan untuk menjaga udara dari luar ruangan agar tidak langsung bisa masuk ke dalam terutama saat musim dingin.

konsep Rumah iklim tropis, Rumah tropis minimalis, rumah tropis modern yang ideal
desain rumah tropis yang ideal – diminimalis.com

Desain Konsep Rumah Iklim Tropis dan Ciri Khas Atapnya

Kita sudah bahas selayang pandang perbedaan antara konsep desain keduanya. Sekarang kita berlanjut membahas tentang ciri khas yang lain yaitu dari sisi atap dan eksteriornya.

Arsitektur Rumah Sub Tropis

Di negara yang mengalami empat musim, arsitekturnya dominan dengan unsur dinding dan atap yang kuat dan tertutup. Hal ini dirancang sebagai bentuk antisipasi ketika musim salju tiba, sehingga saat salju mulai menumpuk tetap dapat ditopang oeh atap yang kuat hingga salju tersebut mencair.

Selain itu, desain atap juga dibuat dengan kemiringan curam supaya teritisan salju bisa segera meluncur ke bawah.

Begitu pula dengan dinding bangunan, dibutuhkan dinding yang lebih tebal dan kuat agar cuaca dingin tidak langsung merambat ke dalam bangunan.

Selain itu, celah-celah pada dinding atau pada titik temu dengan atap pun dibuat rapat. Hal ini yang memunculkan adanya istilah arsitektur envelope.

Arsitektur bangunan empat musim lebih membutuhkan energi material yang menyesuaikan dengan empat kondisi cuaca di wilayah tersebut. Setiap rumah perlu didesain supaya kuat menopang salju, dan mampu memberi kesejukan ketika musim semi atau musim gugur tiba.

Arsitektur Rumah Tropis

Sementara itu, untuk arsitektur bangunan rumah iklim tropis dan modern, pada aspek konstruksinya terlihat lebih sederhana dan sering memakai bahan bangunan dari alam yang berbobot ringan namun tetap aman.

Adanya pertimbangan ini membuat semakin banyak teknologi dan alternatif material yang bisa digunakan pada arsitektur rumah wilayah tropis. Selain itu arsitektur tropis memungkinkan untuk selalu dikembangkan menggunakan material yang ramah lingkungan.

Rumah wilayah iklim tropis, Rumah tropis minimalis, rumah tropis modern yang ideal
rumah tropis identik dengan tanaman peneduh yang menyegarkan – diminimalis.com

Arsitektur tropis secara umum sebenarnya memiliki ciri khas berupa atap yang ditopang oleh beberapa tiang yang berfungsi sebagai tempat bernaung dari panas matahari dan hujan.

Akan tetapi konsepnya tetap mengusahakan sinar matahari dan udara segar bisa masuk. Sehingga dengan begitu dapat mengurangi tingkat kelembapan udara dan membuat bangunan tetap terasa segar dan sejuk.

Posisi dan bentuk atap rumah yang menempel pada dinding masih memiliki celah dan kelebihan lebar atap ini kerap disebut overhang, overstek, atau teritisan.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa perbedaan konsep rumah iklim tropis dan subtropis bisa dilihat dari beberapa aspek. Adapun aspek paling kentara adalah pada sisi eksteriornya.

Rumah yang berada di wilayah tropis memiliki kecenderungan terbuka untuk menghindari kemungkinan panas atau dingin saat musim kemarau dan penghujan. Sementara rumah di wilayah beriklim sub tropis cenderung tertutup lantaran empat musimnya yang bisa saja mengancam keselamatan.

Mungkin itu saja ulasan singkat dari kami tentang perbedaan konsep rumah iklim tropis dan subtropis dengan empat musimnya. Semoga bermanfaat. (ls) editted by AL07102021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *