Baja ringan merupakan satu dari sekian banyak material yang bisa dan biasa dipakai untuk membuat konstruksi atap rumah. Kelemahan atap baja ringan sendiri memang lebih sedikit dibandingkan dengan material dari kayu.

Namun demikian tentunya tidak ada material bangunan yang benar-benar sempurna. Anda setidaknya harus paham berbagai kelebihan dan kelemahan atap baja ringan ini terutama ketika sedang dilema untuk memilih antara kayu atau baja ringan sebagai atap.

Kita tahu bahwa material baja ringan sendiri secara kekuatan sudah teruji. Dari sisi kemudahan pemasangan dan bobotnya yang ringan juga turut menjadi nilai plus dari material atap yang satu ini.

Sayangnya, kali ini kita tidak akan banyak membahas tentang kelebihannya karena memang sudah pernah kita bahas juga pada artikel sebelumnya. Jadi, kali ini kita akan fokus pada mengenal lebih jauh tentang kelemahan atap baja ringan itu sendiri jika diaplikasikan pada desain rumah minimalis modern.

kekurangan baja ringan, kelemahan baja ringan dibanding kayu, kelemahan dan kelebihan baja ringan, keunggulan baja ringan
penggunaaan baja ringan untuk seluruh rangka rumah – diminimalis.com

Kelemahan Atap Baja Ringan Jadi Bagian Konstruksi Rumah Minimalis Modern

Sebelumnya kita sudah bahas tentang manfaat baja ringan untuk rangka atap rumah ya. Selanjutnya, di bawah ini beberapa kelemahan atap baja ringan sebagai bahan konstruksi rumah minimalis yang bisa Anda jadikan pertimbangan:

1. Perlu perhitungan yang matang agar tidak mengacaukan struktur

Karena strukturnya yang seperti jaring, bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung, maka akan menyeret bagian lainnya.

Maksudnya jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat keamanan, maka resiko kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan. Sedikit kesalahan struktur pada rangka atap baja ringan akan memberikan dampak holistik pada kerangka atapnya.

2. Motif terbatas dan tidak bisa dibuat ukiran

Rangka atap baja ringan tak lebih fleksibel daripada rangka kayu dalam hal pemotongan, sehingga tidak bisa menjadi berbagai macam bentuk pada profil-profil tertentu.

Selain itu, rangka baja ringan juga tidak bisa diukir untuk menunjukkan kesan artistik sebagaimana rangka kayu.

Pengukiran rangka atap, umumnya banyak ditemui pada struktur bangunan di Bali, karena masyarakat di sana kerap mengukir ornamen rumah yang mengandung nilai filosofis tertentu.

Baca juga: Bagaimana cara Sederhana ini dapat Mencegah kebocoran Atap Rumah?

3. Baja ringan belum terbukti ramah lingkungan

Belum dipastikan baja ringan 100% ramah lingkungan, karena masih perlu banyak pembuktian. Selama ini jarang sekali dipublikasikan bagaimana proses pembuatan material baja ringan tersebut.

Apakah bahan yang mereka gunakan juga ramah lingkungan? Darimana dan bagaimana mereka mendatangkan bahan-bahan pembuatnya? Apakah pabriknya sendiri sudah bisa mengolah limbah sesuai standar AMDAL atau belum.

kekurangan baja ringan, kelemahan baja ringan dibanding kayu, kelemahan dan kelebihan baja ringan, keunggulan baja ringan
baja ringan untuk rangka atap – diminimalis.com

4. Kurang bagus untuk jadi rangka atap model ekspos

Penggunaan rangka baja ringan kurang menarik jika di tampilkan atau di expose secara terbuka, namun hal ini masih bisa di siasati dengan cara desain yang bagus jika ingin di tampilkan secara terbuka.

Bila tidak, maka rangka baja ringan yang berbentuk jaring, sebaiknya dilengkapi dengan plafon penutup supaya terkesan rapi dan menarik.

Perhitungan dalam kontruksi baja ringan sangat ketat, karena semua rangkaian saling berhubungan dan saling terpengaaruh.

5. Harus dipasang oleh orang yang ahli

Salah satu kelemahan yang ada pada atap baja ringan adalah pemasangannya yang tidak semudah yang dibayangkan. Tahapan membuat atap baja ringan paling krusial adalah pada pengukuran tiap rangka dan memasangnya menjadi struktur sempurna.

Setidaknya, atap baja ringan harus dipasang oleh tukang yang sudah ahli dan berpengalaman. Bila tidak maka akan banyak resiko dalam proses pemasangannya yang bisa berakibat fatal. Seperti malkonstruksi, kejadian bangunan ambruk, dan sebagainya.

Kesimpulan:

Memilih baja ringan sebagai material atap rumah memang ada plus minusnya. Meski secara kelebihan lebih banyak ketimbang material kayu, namun baja ringan punya sisi minusnya sendiri.

Diantara kekurangan yang sering dijumpai adalah pengukurannya harus presisi agar tidak sampai merusak struktur atap secara keseluruhan.

Lima poin tentang kelemahan atap baja ringan di atas bukan berarti bertujuan untuk melarang Anda untuk memilihnya. Namun lebih pada sebagai pertimbangan lebih seandainya nanti Anda pilih sudah tahu kekurangannya adalah pada hal-hal tersebut.

Mungkin demikian saja ulasan dari kami tentang berbagai kelemahan atap baja ringan untuk konstruksi rumah Anda. Silakan tentukan pilihan mana material terbaik yang akan Anda pilih sebagai kontruksi atap. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa. (ls) editted by RN03102021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *