Penyebab dan Cara Mencegah Kebocoran pada Atap Rumah

Diakui atau tidak, kebocoran pada atap rumah sering kali terjadi, utamanya saat musim hujan.

Oleh karenanya mencegah hal tersebut terjadi ada baiknya untuk dilakukan dari awal. Yaitu ketika Anda memulai membuat sebuah rumah minimalis sendiri. Tujuan akhirnya adalah Anda tenang saat musim penghujan datang, sementara banyak orang mungkin merasa was-was.

Permasalahan klasik akibat hujan yang sering terjadi, diantaranya ialah atap yang bocor. Mulai dari air yang menetes di sudut rumah, sampai tembok yang basah oleh resapan air hujan.

Masalah yang terlihat sepele ini jika didiamkan dalam waktu yang lama akan mengakibatkan kerusakan rumah yang lebih parah. Alhasil, mau tidak mau Anda harus tahu bagaimana cara mengatasi kebocoran pada atap rumah.

mencegah kebocoran pada atap rumah
Air menetes – diminimalis.com

Seperti peribahasa “mencegah lebih baik dari pada mengobati” berikut diminimalis berikan ulasan tentang penyebab dan cara untuk mencegah kebocoran pada atap rumah minimalis Anda.

3 Penyebab Kebocoran pada Atap Rumah Minimalis

Sebelum membahas mengenai bagaimana cara mencegah kebocoran pada atap rumah Anda. Alangkah, lebih baik Anda mengetahui apa saja penyebab terjadinya kebocoran. Berikut penjelasannya.

1. Adanya kemiringan dan perbedaan bentuk atap

Kebocoran diakibatkan karena pemasangan genteng yang keliru. Genteng yang disusun dengan landai akan mempunyai efek bocor yang lebih tinggi, sedangkan genteng yang disusun curam membuat air hujan sulit untuk masuk.

Pemasangan atap rumah sebaiknya dipasang dengan kemiringan 30 derajat untuk genteng yang terbuat dari tanah liat. Sedangkan, untuk atap yang terbuat dari metal dipasang dengan kemiringan lebih landai mulai dari 5 derajat.

Namun, yang perlu diingat bahwa pemasangan genteng yang terlalu curam juga dapat membuat genteng mudah jatuh. Hal ini dikarenakan titik pertemuan yang seharusnya berfungsi untuk mengunci antar genteng menjadi longgar.

Penyebab yang kedua adalah bentuk atap. Bentuk atap yang umumnya dipakai adalah jurai atau limasan. Bentuk atap ini mempunyai dua sisi dalam dan luar.

Jurai luar merupakan pertemuan atap disisi luar, sedangkan jurai dalam merupakan pertemuan atap pada bagian dalam. Kebocoran sering terjadi pada bagian jurai dalam, karena bagian ini menjadi aliran air hujan.

2. Jenis bahan dan material

Anda yang ingin atau sedang membangun rumah minimalis, terlebih dahulu memilih bahan atap yang akan Anda gunakan. Ada beberapa keuntungan dan kelemahan dari masing-masing jenis atap.

Atap yang terbuat dari tanah liat atau keramik umumnya akan rawan terhadap retak atau pecah, namun lebih sejuk. Sedangkan bahan dari fiber lebih terasa panas dan risiko lepas jika tidak dipaku dengan baik, namun risiko kebocoran minim.

Tidak hanya tepat dalam memilih bahan untuk atap, pemilihan terhadap struktur atap juga penting. Karena kesalahan dalam perhitungan struktur atap dapat mengakibatkan genteng bergeser pada tempatnya yang mengakibatkan kebocoran.

3. Pemasangan talang dan saluran air yang kurang tepat

Penyebab kebocoran selanjutnya adalah pemasangan talang dan saluran air yang kurang tepat. Kebocoran terjadi karena talang air hujan tidak terikat dengan kuat atau pipa air yang sudah rusak karena faktor cuaca.

Sampah atau adanya benda yang menyumbat juga dapat menyebabkan kebocoran. Hal ini dikarenakan ruang di talang air menjadi sempit, sehingga akan merobek pipa itu sendiri. 

Berbagai penyebab itu dapat di akibatkan karena faktor alam seperti cuaca, juga bisa disebabkan faktor manusia karena kurang rutin untuk memeriksa kondisi rumah. Sebelum terjadi kebocoran rumah, alangkah baiknya Anda mencegahnya.

9 Cara Mudah Mencegah Kebocoran 

Perlu dipahami bahwa konstruksi rumah khususnya pada bagian atap sangat berpengaruh terhadap potensi kebocoran. Apapun bisa saja terjadi jika tidak disiapkan dengan penuh perhitungan.

Nah, berikut ini setidaknya hal-hal yang bisa Anda usahakan untuk mencegah kebocoran atap rumah Anda.

1. Konstruksi atap harus kuat

Ketika Anda membuat konstruksi atap, baik yang terbuat dari cor besi, konstruksi kayu, rangka baja ringan atau aluminium, Anda harus pastikan konstruksi tersebut kuat. Jangan sampai belum lama dipasang, terkena sedikit angin saja sudah bergeser dan menyebabkan bocor.

2. Perhatikan sudut kemiringan atap

Di daerah tropis seperti Indonesia, memiliki intensitas curah hujan yang tinggi. Angin kencang juga sering terjadi di daerah tropis. Oleh karena itu, kemungkinan hujan deras disertai angin harus Anda antisipasi.

Dengan menggunakan kemiringan atap yang sesuai akan memudahkan air mengalir, sehingga meminimalkan terjadinya bocor. Sudut kemiringan atap yang baik berkisar 30-40 derajat, adapun atap yang memiliki sudut kemiringan besar biasanya hanya sebagai variasi rumah saja.

3. Meminimalkan sambungan pemasangan material atap

Atap rumah yang menggunakan sedikit sambungan akan meminimalkan terjadinya bocor. Jika terdapat pertemuan antar sambungan, pastikan memiliki overlap yang cukup dan tidak terdapat celah, karena celah akan menyebabkan kebocoran pada atap.

Apabila pemasangan sambungan material atap harus dipasang dengan paku, pastikan gunakan paku yang anti karat dan gunakan bantalan karet pada saat memaku.

mencegah kebocoran pada atap
Memilih material – diminimalis.com

4. Pemilihan material atap yang berkualitas

Material atap yang beredar di pasaran sangat beragam, ada yang terbuat dari tanah liat, beton, PVC dan masih banyak yang lainnya.

Kondisi alam dan penyesuaian dengan kebutuhan bisa Anda jadikan sebagai rujukan. Pilihlah yang kuat, tahan panas dan yang lebih penting adalah mudah dalam pemasangannya.

Beberapa jenis atap minimalis bisa Anda baca pada tautan artikel Atap Rumah Minimalis.

5. Perhatikan ketinggian nok/bubungan

Dalam proses pembuatan diusahakan nok jangan terlalu tinggi, karena akan mengakibatkan munculnya celah yang akan mengundang datangnya air.

Pengerjaannya diusahakan rapi dan sebaik mungkin serta gunakan bahan yang tidak mudah pecah, tahan panas dan lentur.

6. Meminimalkan penggunaan talang air

Langkah selanjutnya untuk mencegah kebocoran pada atap rumah adalah meminimalkan penggunaan talang air. Di negeri kita sering terjadi hujan deras yang intensitasnya cukup tinggi. Penggunaan talang akan menyebabkan kebocoran ketika hujan yang turun lebat karena daya tampung talang yang tidak mencukupi. Sambungan antar talang juga berpotensi besar menyebabkan kebocoran.

7. Mengaplikasikan waterproofing untuk atap cor beton

Bagi Anda yang memiliki atap rumah dari cor beton, gunakan waterproofing sebagai bahan untuk mengatasi dak bocor. Kebocoran biasanya dikarenakan karena pada saat proses pengecoran kurang teliti.

Retakan-retakan kecil pada nok juga tidak boleh terlewat oleh waterproofing ini, karena akan mencegah merembesnya air dari sela-sela retakan.

mencegah kebocoran pada atap
menggunakan talang sebelum memasang genteng – diminimalis.com

8. Sebelum memasang genteng lapisi dengan seng / talang

Pelapisan genteng dengan seng, talang atau aluminium foil sebelum dipasang bertujuan mencegah air menetes dari genteng dikarenakan pergeseran atau pemasangan yang kurang tepat, sehingga merusak plafon.

9. Pengecekan secara berkala

Pengecekan rutin wajib dilakukan. Jangan menunggu hingga kerusakan semakin bertambah. Segera ganti material yang rusak atau tambal bagian yang retak, sehingga ketika hujan turun, Anda tidak dikhawatirkan lagi dengan atap yang bocor. 

Rumah yang nyaman adalah rumah yang terbebas dari kebocoran. Perhatikan dan lakukan langkah-langkah untuk mencegah kebocoran pada atap rumah Anda. Selamat mencoba, semoga bermanfaat. (Is) editted by AL 19022020.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.