Jenis Septic Tank yang Sebaiknya Anda Pilih untuk Rumah Minimalis Anda

Jenis septic tank pada rumah tangga dibedakan menjadi dua yaitu septic tank konvensional dan septic tank biologis. Pada setiap rumah, septic tank merupakan bagian terpenting yang harus ada sebagai rangkaian dari sistem sanitasi yang ideal. Dengan sistem sanitasi yang baik, maka lingkungan di sekitar akan lebih sehat dan jauh dari penyakit. Namun dalam membuat sistem sanitasi, masih banyak saja orang yang salah dalam membuat septic tank dengan standar yang baik. Hal inilah yang dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat.

bio septic tank, harga septic tank bio, cara kerja septic tank biotech
septic tank dengan instalasi sanitasi modern – diminimalis.com

Jenis Septic Tank pada Rumah Tangga yang Bisa Menjadi Pertimbangan untuk Anda Pilih

Anda yang ingin membuat saptic tank untuk sistem sanitasi perlu mempertimbangkan dua jenis saptic tank berikut ini. Diminimalis akan menjabarkannya satu persatu, sebagai berikut.

1. Septic Tank Konvensional

Septic tank jenis ini menanpung limbah dari kamar mandi dengan sistem penguraian mengandalkan bakteri atau cacing tanah yang timbul dari limbah tersebut. Septic tank ini tidak memiliki sistem filter dan resapan untuk melindungi tanah di sekitarnya. Secara berkala septic tank ini akan penuh dan harus disedot, karena tidak memiliki bakteri pengurai untuk mengubah limbah menjadi cairan yang ramah lingkungan.

Jenis septic tank, bio septic tank, harga septic tank bio, cara kerja septic tank biotech
contoh septic tank biotech yang ramah lingkungan – diminimalis.com

2. Septic Tank Biologis/Bio Septic Tank

Pada septic tank biologis, limbah akan terurai hingga menjadi cairan bersih yang dapat dimanfaatkan kembali atau dialirkan di saluran umum. Saat ini ada beberapa jenis septic tank biologis yang telah beredar di pasaran, diantaranya:

a. Septic Tank Fiberglass

Jenis septic tank ini terdiri dari 3 bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Air limbah yang masuk ke septic tank ini akan masuk di bagian pertama (Posporasi), kemudian disaring dan dialirkan ke bagian ke dua yang sudah dilengkapi media biofilterion (Rumah bakteri pengurai).

Pada bagian kedua tersebut, limbah diurai oleh bakteri pengurai/mikroorganisme dan dialirkan ke bagian ke tiga untuk diurai lebih lanjut. Sisa penguraian dari bagian ke tiga akan dialirkan ke luar menuju saluran drainase umum. Setelah melalui tabung disinfektan, limbah sudah aman dan menjadi cairan ramah lingkungan level 3 yang aman untuk rumah tangga.

b. Septic Tank Beton

Jenis septic tank ini terbuat dari beton yang juga terdiri 3 bagian, tapi dengan proses yang sedikit berbeda dengan septic tank berbahan fiberglass. Pada jenis septic tank ini, limbah yang masuk di bagian pertama akan disaring untuk memisahkan kotoran dengan posporasi. Limbah dari bagian pertama lalu dialirkan ke bagian ke dua untuk diproses oleh mikroorganisme yang memakan limbah tersebut dan mengolahnya menjadi cairan. Limbah yang sudah berubah menjadi cairan di bagian ke dua akan dialirkan ke bagian ke tiga untuk diendapkan kemudian diresapkan ke dalam tanah dan dialirkan ke sistem drainase kota.

Kelebihan dari bio septic tank daripada septic tank konvensional:

• Hasil buangan sesuai standar BPLHD dan digunakan lagi sebagai air bersih level 3.
• Pemasangan praktis dan mudah.
• Tidak membutuhkan perawatan khusus.
• Menggunakan biological ball dan bio filter.
• Tidak mudah penuh.
• Hemat lahan galian.
• Tidak mencemari sumber air tanah dan dapat di tanam berdekatan dengan sumur.

Jenis Saptic Tank Berdasarkan Bahan yang Digunakan

Bahan-bahan dari septic tank berbeda-beda. Diminimalis akan menyajikan jenis septic tank berdasarkan bahan yang digunakan.

1. Septic Tank dari Beton

Jenis septic tank yang pertama yaitu septic tank yang berbahan beton dan memiliki ukuran besar. Beratnya mencapai sekitar 2,40 kilogram, sehingga membuatnya kuat untuk menahan gaya apung saat ditempatkan di tanah. Tidak heran, jika septic tank ini mudah untuk dipasang.

2. Septic Tank

Jenis septic tank selanjutnya adalah septic tank dengan bahan plastik. Jenis ini lebih ringan dari jenis beton dan baja karena terbuat dari plastik polietilen sehingga lebih ringan dan tahan dari karat. Berat dari septic tank ini mempunyai berat sekitar 0,97 kilogram yang lebih kecil dari berat jenis air. Oleh sebab itu, sebelum memasang tangki septic tank ini harus memeriksa permukaan pada daerah tersebut. Atau Anda dapat memberikan penahan ke tangki sehingga mengambang atau bergesernya tangki dapat dihilangkan.

3. Septic Tank Fiberglass

Jenis septic tank yang satu ini terbuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP). Jenis ini mirip sekali dengan septic tank yang terbuat dari plastik, hanya saja penguatan serat gelasnya lebih kuat. Septic tank fiberglass mempunyai bobot yang lebih ringan dari tangki sehingga bisa menyebabkan mengambang atau bergesernya tangki. Namun, jangan khawatir Anda dapat menjangkarkan tangki ke tanah.

4. Septic Tank Baja

Jenis septic tank yang terakhir adalah terbuat dari bahan baja. Jenis ini sangat jarang dipakai oleh masyarakat karena mahal dan daya tahan yang rendah. Kekurangan dari septic tank ini adalah mudah berkarat dan korosif dibandingkan dengan material lainnya. Apabila bagian atas tangki septic tank baja tekena korosi, maka tidak dapat menahan beban apa pun di atasnya dan dapat runtuh tiba-tiba. Oleh karena itu, perawatan septic tank ini harus dilakukan secara rutin.

Cara Kerja Septic Tank dan Perawatannya

Setelah Anda mencermati berbagai jenis septic tank, sekarang diminimalis akan menjabarkan cara kerja dan kiat perawatan septic tank yang dapat Anda lakukan.

Cara Kerja Septic Tank

Septic tank pada umumnya memiliki sekat dinding bata dengan penutup beton dan penutup kontrol yang ada di bagian atas, serta pipa T untuk memaksimalkan udara supaya dapat masuk ke dalam septic tank. Sedangkan, udara atau oksigen yang masuk memiliki fungsi untuk menyuburkan bakteri yang digunakan untuk memusnahkan kotoran yang ada di dalam wadah pengolahan.

Konstruksi septic tank mempunyai bentuk yang ideal menyesuaikan ketinggian air tanah dan jenis tanah di hunian. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan jarak dengan sumur air bersih yang setidaknya melebihi 10 meter agar tidak terjadi infiltrasi limbah dan maksimal hanya dapat digunakan untuk 5 rumah saja supaya proses pengolahan limbah cair lebih optimal.

Perawatan Septic Tank

Perawatan septic tank perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Memperhatikan sumur resapan pada septic tank. Hal yang harus diperhatikan untuk melakukan perawatan pada septic tank adalah sumur resapan. Setelah kotoran dihancurkan ke dalam septic tank, limbah cair akan mengalir ke sumur resapan yang jaraknya tidak jauh. Pembuatan sumur resapan dapat disesuaikan dengan jumlah septic tank yang tersedia.
  2. Memperhatikan jenis pembuangan limbah. Septic tank merupakan tempat pengolah limbah berupa fases, sehingga tidak disarankan untuk membuang air bekas mandi atau cucian dan cairan pembersih lantai atau pemutih baju. Ini bertujuan untuk memperlancar saluran dan mempercepat proses pengolahan limbah.
  3. Memperhatikan pengurasan tangki saptic tank. Lakukan pengurasan tangki septic tank setiap tiga tahun sekali. Usahakan untuk meminta bantuan dari ahlinya karena lumpur fases hasil pengolahan masih berbahaya untuk manusia dan lingkungan.

Demikian ulasan kami tentang jenis-jenis septic tank untuk rumah minimalis Anda. Anda juga bisa membaca artikel kami spetic tank biotech sebagai alternatif untuk rumah minimalis di bawah ini, semoga bermanfaat. (ls) editted by AL180121.

Septic Tank Biotech Alternatif Sanitasi Ramah Lingkungan untuk Rumah Minimalis Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.