Banyak orang tidak menyadari bahwa cat dinding yang meskipun sudah menempel kuat tetap berpotensi mengalami kerusakan. Jenis kerusakan cat dinding itu sendiri bermacam-macam.

Kerusakan paling ringan atau sebagai tanda bahwa kemungkinan besarnya akan merembet adalah munculnya retak rambut. Pada postingan sebelumnya sudah kita bahas bahwa penyebab timbulnya keretakan menyerupai rambut juga bermacam-macam. Salah satunya ialah karena konstruksi dinding yang kurang baik.

Untuk mencegah dinding dari kerusakan, perlu sekali dilakukan berbagai upaya. Namun, yang paling dasar tentu saja adalah memahami berbagai jenis kerusakan cat pada permukaan dinding itu sendiri.

Pada artikel kali ini, diminimalis akan membahas secara general tentang apa saja yang biasanya menjadi penyebab kerusakan pada kualitas cat. Mari langsung saja kita bahas di bawah ini.

Berbagai Jenis Kerusakan Cat Dinding Rumah [Interior dan Eksterior]

Sebagaimana kita pahami bahwa cat yang memiliki kualitas bagus pun tetap saja berpotensi untuk mengalami kerusakan. Nah, sekarang tinggal kira-kira apa saja sih macam macam kerusakan cat dinding yang dimaksud. Jenis kerusakan cat dinding itu diantaranya,

1. Pengelupasan (Flaking)

Tidak jarang bukan, cat dinding yang tadinya baik baik saja kemudian mengalami kerusakan sedikit demi sedikit. Jika ternyata salah satu jenis kerusakannya yaitu mengelupas, maka Anda bisa melakukan beberapa treatment penanganan. Untuk sebabnya seperttinya sudah pernah kami bahas id postingan sebelumnya, klik disini.

Sekarang kita bahas solusinya. Untuk mengatasi cat yang mengalami rusak pengelupasan adalah dengan melakukan pengerokan cat menggunakan ampelas pada permukan cat tembok yang bermasalah sampai habis. Setelah bersih kemudian lakukan pengecatan ulang seperti biasa.

2. Cat menggelembung (Blistering)

Jenis kerusakan cat dinding selanjutnya ialah penggelembungan. Cat yang menggelembung perlu dilakukan beberapa tindakan untuk mengatasinya.

Solusinya adalah dengan menghilangkan cat lama yang sudah rusak dengan cara di kupas. Kemudian selanjutnya lakukan pengampelasan pada acian hingga siap dicat ulang.

Baca juga: Tips Seputar Pekerjaan Acian Dinding Rumah yang Tepat

3. Pengapuran (Chalking)

Selanjutnya, ada masalah pengapuran yang sering terjadi pada cat dinding. Solusi untuk mengatasi ini adalah dengan terlebih dahulu menganalisa letak cat yang bermasalah, pada bagian eksterior atau interior.

Jika cat dinding yang rusak adalah di bagian eksterior rumah, maka solusinya adalah dengan mengganti cat dinding dengan cat khusus eksterior. Sementara jika cat tembok yang rusak adalah bagian interior, maka solusinya adalah menggunakan alkali killer untuk mengurangi tingkat keasaman pada dinding.

4. Penyabunan (Saponification)

Selain tiga jenis kerusakan di atas, cat juga bisa mengalami penyabunan atau saponification.

Untuk mengatasi ini solusinya adalah dengan menghilangkan cat lama dulu yaitu dengan cara melakukan pengelupasan. Jika sudah dikupas, langkah berikutnya adalah melapisi tembok yang akan dicat menggunakan alkali killer agar pH dinding menjadi normal.

 jenis kerusakan cat dinding, macam-macam kerusakan cat dinding, jenis kerusakan cat dinding dan solusinya, jenis kerusakan cat tembok
Jenis kerusakan cat dinding – diminimalis.com

5. Pengkristalan (Efflorescence)

Seperti halnya dengan masalah penyabunan/saponification, penyebab terjadinya pengkristalan adalah karena adanya kandungan asam yang tinggi pada dinding. Kandungan asam akan membentuk garam dan terbawa di permukaan cat tembok. Proses ini akan menjadi lebih cepat apabila kondisi lingkungan/dinding lembab.

Cara mengatasi masalah pengkristalan ini sama dengan mengatasi masalah saponification, yaitu menggunakan alkali killer agar pH dinding menjadi normal kembali

6. Cat membercak air (Water spot)

Waterspot atau timbulnya bercak basah pada cat disebabkan oleh adanya rembesan air pada dinding/tembok.  Rembesan air ini dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, kebocoran saluran air yang ditanam di dalam dinding, kebocoran talang air, serta rembesan air dari bagian luar/sisi dinding lain.

Terjadinya  waterspot  inidapat memicu munculnya jamur pada dinding rumah minimalis Anda.

Cara memperbaiki cat dinding yang mengalami waterspot adalah dengan cara menghilangkan lapisan cat yang lama, setelah itu lapisi kembali dinding yang mengalami kontak dengan air menggunakan waterproofing (pelapis anti bocor), dan lakukan pengecatan ulang setelah lapisan kering.

 jenis kerusakan cat dinding, macam-macam kerusakan cat dinding, jenis kerusakan cat dinding dan solusinya, jenis kerusakan cat tembok
cat membekas kuas – diminimalis.com

7. Cat membekas kuas (Roller marks/brush marks)

Cat yang diaplikasikan ke dinding dapat membentuk bekas dari kuas yang digunakan. Hal ini disebabkan karena penggunaan kuas cat yang berkualitas rendah, serta teknik menggunakan kuas yang salah. Dua hal inilah yang menyebabkan terjadinya roller marks/brush marks.

Cara mengatasi cat tembok yang mengalami roller marks adalah dengan melakukan penghalusan tembok dengan menggunakan ampelas.

Selanjutnya lakukan pengecatan ulang dengan memperhatikan perbandingan campuran cat sesuai spesifikasi yang direkomendasikan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kondisi kuas yang digunakan. Karena kuas dengan kondisi tidak baik dapat menyebabkan munculnya masalah yang sama kedepannya.

Bagaimana, dengan mengetahui berbagai jenis kerusakan cat dinding di atas, adakah salah satunya yang terjadi pada Anda?

Jika iya, lakukan analisa segera dan lakukan tindakan untuk mengatasinya secepat mungkin. Hal terpenting adalah menjaga agar kejadian tersebut tidak terulang lagi kedepannya.

Dengan memahami jeni-jenis kerusakan cat dari yang paling dasar hingga urgent harapannya bisa menjadi pertimbangan Anda dalam merawat dinding rumah Anda. (Bersambung ke bagian #3) (ls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *