Mengulas Tentang Berbagai Kerusakan Cat dan Solusinya

Mengetahui berbagai potensi kerusakan cat dan solusinya menjadi hal yang penting untuk dipahami oleh setiap pemilik rumah. Contoh kerusakan cat dan solusinya seperti misalnya mengelupas, ada bekas kuas, dan lain-lain. Dengan memahami setiap masalahnya terlebih dulu maka menemukan solusinya akan lebih mudah.

Nanti kita akan bahas mengenai masing-masing jenis kerusakan cat dan solusinya dalam berbagai kasus. Kami harap contoh kasus tersebut bisa Anda jadikan referensi tindakan jika menemukan kendala seperti demikian. Mari kita awali dengan alasan kenapa Anda mesti paham berbagai potensi masalah pada cat rumah minimalis.

Alasan Kenapa Anda Mesti Paham Berbagai Masalah Kerusakan Cat

Keindahan tampilan dinding rumah lumrahnya merupakan dambaan setiap orang. Namun apa daya, kadang muncul berbagai kerusakan cat yang menjadikan tampilan dinding terlihat buruk.

Kerusakan ini tentu bermacam-macam tergantung dari penyebabnya. Anda sebagai pemilik rumah sudah sepatutnya paham tentang hal-hal teknis yang mungkin terjadi tersebut.

Mempelajari macam-macam kerusakan cat dinding menjadi penting untuk Anda kuasai. Sebab, siapa lagi yang akan menangani hal-hal teknis semacam itu kalau bukan Anda sendiri sebagai pemilik rumah. Mungkin kalau sedang banyak uang bisa panggil tukang ke rumah, namun tetap saja Anda mesti paham masalahnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, Diminimalis akan mengulas berbagai kerusakan cat dan solusinya yang semoga bisa membantu Anda menguasai masalah jika suatu saat nanti terjadi.

berbagai kerusakan cat dan solusinya, cara mengecat tembok, belang belang penyebab cat lama kering, mengatasi cat tidak kering, mengganti cat lama, cara mengganti cat lama, mengganti warna cat tembok
bersihkan permukaan cat lama yang sudah rusak, sebelum dicat ulang – diminimalis.com

Mengenal Berbagai Kerusakan Cat dan Solusinya

Di bawah ini kami telah merangkum beberapa jenis kerusakan cat dan solusinya yang bisa Anda pelajari jika ada kasus pada dinding rumah Anda.

1. Cat membentuk bekas kuas

Cat yang diaplikasikan ke dinding dapat membentuk bekas kuas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kuas cat yang berkualitas rendah, kualitas cat yang rendah, serta teknik menggunakan kuas yang salah. Tidak hanya itu saja, faktor pengenceran cat juga dapat menjadi pengaruh terjadinya brush marks (cat membentuk bekas kuas).

Cara mengatasi cat dinding yang mengalami brush marks adalah dengan melakukan penghalusan dinding dengan menggunakan ampelas. Setelah itu lakukan pengecatan ulang dengan memperhatikan perbandingan campuran cat, sesuai spesifikasi yang direkomendasikan.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah kondisi kuas yang digunakan, kuas dengan kondisi tidak baik dapat menyebabkan munculnya masalah yang sama.

2. Cat mengelupas dan pecah-pecah.

Pencegahan: Sebelum memulai pengecatan, pastikan permukaan yang akan dicat bersih dari kotoran dan minyak.

Perbaikan: Anda harus mengupas cat dinding yang mengelupas tadi, lalu amplas, setelah itu cat kembali dinding secara bertahap dan sealur pada bidang dinding.

3. Bercak basah

Waterspot atau timbulnya bercak basah pada cat disebabkan oleh adanya rembesan air pada dinding. Terjadinya waterspot dapat memicu munculnya jamur pada dinding. Rembesan air tersebut dapat disebabkan oleh kebocoran saluran air yang ditanam di dalam dinding, kebocoran talang air, serta rembesan air dari bagian luar dinding lain.

Cara memperbaiki cat dinding yang mengalami waterspot adalah dengan cara menghilangkan lapisan cat yang lama, setelah itu melapisi dinding yang mengalami kontak dengan air dengan waterproofing (pelapis anti bocor), dan melakukan pengecatan ulang setelah lapisan kering.

4. Pengkristalan 

Penyebab terjadinya pengkristalan adalah karena adanya kandungan alkali pada dinding. Kandungan alkali akan membentuk garam dan terbawa pada permukaan cat dinding, dan proses ini akan menjadi lebih cepat apabila kondisi dinding lembab. Cara mengatasi masalah pengkristalan ini sama dengan cara mengatasi bercak basah di atas.

5. Warna cat belang

Warna cat belang membentuk pola basah pada dinding atau warna cat tampak pudar sebagian, hal ini disebabkan karena:

  • Terjadi rembesan pada dinding yang disebabkan oleh naiknya permukaan air tanah (kapilaritas). Bisa juga karena ada kebocoran pada titik sumber air, seperti bak mandi atau pipa air atau talang air hujan.
  • Kadar alkali yang cukup tinggi pada bahan material penyusun dinding.

Solusi karena rembesan air

  • Perbaikan sumber kebocoran, baik karena pecahnya pipa air atau bocornya bak mandi.
  • Kupas plesteran dan ganti dengan plester jenis trasram.
  • Tunggu beberapa saat sambil memonitor tingkat kelembaban dinding.
  • Setelah yakin tidak ada rembesan lagi, lakukan pengecatan ulang.

6. Cat dinding berjamur

cat dinding rusak karena hujan, solusi cat dinding rusak karena hujan, cat tembok rusak karena hujan
cat dinding berjamur – diminimalis.com

Penyebabnya adalah tingginya kadar air pada permukaan dinding  pada saat pengecatan berlangsung, sehingga air di permukaan dinding tidak dapat keluar dengan sempurna.

Kadar air tersebut kemudian menguap dan perlahan-lahan keluar melalui celah-celah pada lapisan cat. Lapisan cat yang terkena uap air yang terus menerus akan menjadi lembab, pada lapisan yang lembab inilah jamur tumbuh dengan cepat.

Cara mengatasinya tidak lain adalah dengan mengganti cat dinding. Mulailah dengan mengerik lapisan cat yang berjamur tersebut hingga ke permukaan acian semen. Gunakan air kaporit 10%-15% untuk mencuci permukaan dinding tersebut karena air kaporit mampu mematikan jamur-jamur yang menempel pada dinding, setelah itu bilas dengan air bersih.

Untuk permukaan dinding yang lembab, tunggu dan biarkan dinding tersebut hingga permukaannya kering (untuk mengetahuinya ukur dengan protimeter), gunakan jenis cat  Wall Sealer atau Waterproofing Sealer sebagai cat dasar, dan setelah cat dasar kering sempurna, gunakan cat finish yang anda pilih secara bertahap lapis demi lapis hingga menutup sempurna untuk memperoleh hasil yang bagus.

7. Daya tutup terhadap cat lama sangat rendah.

Pencegahan: Encerkan cat sesuai dengan yang dianjurkan, gunakan cat dasar sebelum cat akhir jika warna cat sebelumnya gelap.

Perbaikan: Gunakan cat dasar, lakukan pengecatan ulang dengan dengan jenis cat yang sesuai (interior/eksterior), dimulai dengan lapisan tipis terlebih dahulu, dan setelah mengering sempurna lakukan pelapisan ulang hingga seluruh permukaan tertutup sempurna.

8. Cat pada dinding meleleh.

Pencegahan: Bila cat dinding masih dalam keadaan basah, segra diratakan dengan bantuan alat roll cat. Hindari mengecat pada kondisi udara dingin dan lembab.

Perbaikan: Biarkan cat dinding yang meleleh mengering dengan sempurna terlebih dahulu, setelah kering lakukan pengamplasan pada bagian  cat yang meleleh dan lakukan pengecatan ulang.

9. Cat terkelupas

Terkelupasnya lapisan cat pada dinding dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut :

  • Pengecatan dilakukan pada permukaan yang kotor atau berminyak.
  • Penggunaan plamur dinding yang berkualitas rendah.
  • Pengecatan ulang dilakukan pada permukaan dinding lama yang telah mengapur.
  • Pengecatan ulang di atas permukaan cat lama yang memiliki kualitas cat rendah.

Untuk mengatasi masalah ini dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Buang semua lapisan cat yang lama dengan cara diamplas atau dikerok.
  • Bersihkan dengan menggunakan air.
  • Tunggu sampai benar-benar kering, baru dilakukan pengecatan kembali. Bisa juga dilapisi cat dasar dulu sebelum pengecatan akhir.

Bagaimana, sangat mudah bukan? Berbagai kerusakan cat dan solusinya di atas sudah hasil rangkuman kami di banyak kasus. Tanpa terkecuali siapapun bisa mengalaminya. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda selalu bersiap-siap jika suatu saat nanti mengalami kendala yang sama.

Mungkin sekian dulu ulasan dari kami tentang berbagai kerusakan cat dan solusinya. Semoga bisa menjadi solusi bagi Anda yang memiliki berbagai permasalahan terkait cat dinding. (ls) editted by RN27072020


Comment