Tidak banyak orang tahu tentang cara menghitung seberapa banyak kebutuhan unit bata ringan untuk dinding rumah yang dibangun. Sebagian besarnya hanya fokus pada memperkirakan kebutuhannya saja secara umum dan kemudian tidak tahu apakah akan cukup atau tidak.

Cukup ya syukur, tidak juga tidak masalah. Anggapan ini sebuah kesalahan di dunia perancangan bangunan. Sebab, dengan tahub perkiraan budget yang dibutuhkan.

Mengenal Lebih Jauh tentang Material Bata Ringan [Hebel]

Selain batu bata merah, ternyata ada material lain yang cocok untuk dipakai sebagai bahan dasar konstruksi dinding, yaitu hebel/bata ringan.

Saking bisa dijadikan sebagai alternatif, bata ringan kini sudah mulai banyak digunakan untuk pembangunan rumah minimalis. Bahkan trennya hampir mengalahkan penggunaan batu bata merah yang lebih dulu ada.

Penggunaannya yang semakin masif tentu saja karena berbagai kelebihan yang dimilikinya. Diantaranya ialah karena proses pencetakannya yang dilakukan di pabrik sehingga ukurannya lebih presisi.

Dampak dari presisinya ukuran ini ialah memudahkan dalam proses pemasangannya dan itu yang banyak dicari oleh para penggemar rumah minimalis saat ini.

Kelebihan bata ringan selain secara fisik ialah juga sangat baik dalam menyerap panas sehingga suhu ruangan dalam rumah akan terasa lebih sejuk.

bata ringan untuk dinding, bata ringan hebel, bata ringan murah,
bata ringan untuk dinding memiliki ukuran yang lebih besar daripada bata merah – diminimalis.com

Bata ringan pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan.

Nah, di Indonesia sendiri, bata ringan mulai dikenal sejak tahun 1995 yang diproduksi oleh PT Hebel Indonesia di Karawang Timur, Jawa Barat.

Jika mau belajar lebih jauh tentang materialnya, bata ringan atau hebel merupakan produk pabrikan yang dibuat dengan proses kimiawi. Material jenis ini terbuat dari campuran pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air dan almunium pasta sebagai bahan pengembangnya.

Setelah adonan tercampur sempurna, maka akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang, ia juga berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton.

Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran.

Ukuran Bata Ringan untuk Dinding dan Perhitungan Biaya Pemasangannya

Harga bata ringan biasanya dihitung dalam satuan m3. Ukuran bata ringan bermacam-macam, tapi umumnya memiliki ketebalan 7.5 cm dan 10 cm yang masing-masing memiliki lebar 20 cm dan panjang 60 cm.

Perhitungan Kebutuhan Bata Ringan untuk Dinding Berdasarkan Ukuran

Adapun kebutuhan bata ringan untuk dinding rumah minimalis, asumsi perhitungannya begini.

Bata ringan dengan ketebalan 7,5 cm, lebar 20 cm, panjang 60 cm

Kebutuhan per 1 m3 = 1/(0.075×0.2×0.6) = 111 buah
Jika harga per m3 misalnya Rp. 750.000,00
maka harga per bijinya = 750.000/111 = Rp. 6.760,00

Kebutuhan per 1 m2
1m2 = 1/(0.2×0.6) = 8 buah
maka per m2 biayanya = 8 x Rp. 6.760,00 = Rp. 54.080,00

Bata ringan dengan ketebalan 7,5 cm, lebar 20 cm, panjang 60 cm

Kebutuhan per 1m3 =1/(0.1×0.2×0.6 = 83 buah
Jika harga per m3 misalnya Rp. 750.000,00
maka harga per bijinya = 750.000/86 = Rp. 8.720,00

bata ringan, bata ringan hebel, bata ringan murah,
bata ringan lebih efisien untuk dijadikan metrial mendirikan dinding – diminimalis.com

Kebutuhan per 1 m2
1m2 = 1/(0.2×0.6) = 8 buah
maka per m2 biayanya = 8 x Rp. 8.720,00 = Rp. 69.760,00

Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira Anda masih membutuhkan:
Semen instan = 11,43 kg
Air = 0,15 – 0,16 liter

Kebutuhan biaya batu bata merah

Untuk satu buah batu bata merah, harganya berkisar Rp 600,- per buahnya, dengan kebutuhan per meternya sekitar 85 buah. Sehingga dalam 1m2 untuk batu bata merah biayanya Rp 600,- x 85 = Rp. 51.000,- (diluar anggaran speci).

Dari uraian biaya di atas, bisa dilihat bahwa bata ringan memang sedikit lebih mahal jika ditotal. Namun perlu diketahui bahwa kebutuhan speci untuk bata ringan lebih sedikit, sehingga anggaran totalnya menjadi hampir sama.

Dengan begitu, hampir tidak ada perbedaan signifikan antara batu bata merah dengan bata ringan untuk dinding. Keduanya memerlukan ongkos biaya yang hampir sama.

Meski begitu, tidak disarankan untuk Anda mempertimbangkan pemilihan salah satu dari keduanya hanya dari melihat harganya saja. Akan tetapi wajib juga mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari kedua material tersebut untuk material kontruksi dalam hal ini dinding rumah minimalis Anda nantinya.

Mungkin itu saja ulasan singkat dari kami tentang komparasi ukuran dan harga bata ringan untuk dinding vs bata merah. Semoga bisa menambah wawasan Anda yang mungkin sedang dilema memilih antara keduanya. Semoga bermanfaat. (ls) editted by RN24082021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *