Apa Saja Efek dan Akibat Meminum Air Kolam Renang? Bagaimana Solusinya?

Air pada kolam renang hampir bisa dipastikan mengandung obat kimia, bakteri, dan zat berbahaya lainnya. Obat kimia sendiri terkandung di dalamnya lantaran sebagai bagian dari bahan perawatan kolam renang. Sementara bakteri bisa saja terbawa oleh orang lain yang juga menggunakan kolam renang yang sama. Kondisi inilah yang membuat teori medis bicara bahwa jika air kolam renang sampai tertelah maka akan cukup riskan bagi tubuh.

Meski efek/akibat meminum air kolam renang cukup beresiko namun hampir mustahil menghilangkan potensinya menjadi nol. Jadi, jika sudah terlanjur, maka disarankan untuk segera melakukan pertolongan pertama. Seperti apa pertolongan pertama yang dimaksud? Jika Anda sendiri yang mengalaminya, Anda bisa segera minum air putih untuk mentralisirnya. 

Potensi Bahaya pada Air Kolam Renang

Bicara soal air kolam renang, meminumnya tidak selalu berujung bahaya yang fatal. Sebab, ada banyak faktor yang mempengaruhi kondisi disebut bahaya atau tidak. Seperti misalnya, kondisi kebersihan airnya, keseimbangan zat kimia kolam, dan juga kekebalan tubuh orang yang mengalaminya.

Untuk itu, maka siapapun perlu untuk mengetahui apa saja potensi bahaya yang disebabkan oleh air kolam yang masuk ke dalam tubuh seseorang. Berikut ini beberapa zat pada air kolam renang yang berpotensi menjadi ancaman kesehatan.

Kandungan klorin berlebih

Klorin sendiri adalah salah satu zat kimia yang dimanfaatkan untuk membuat air kolam tetap jernih sekaligus sebagai pembunuh bakteri. Apa bahaya klorin bagi perenang? Tidak semua kolam renang yang mengandung klorin membahayakan. Catatannya adalah apabila kandungan klorinnya tidak seimbang atau berlebihan.

Diantara efek buruk klorin berlebih bagi perenang adalah membuat mata merah, hidung terasa panas, dan sesekali batuk disertai sesak pada dada.

Bakteri berbahaya

Beda dengan klorin, potensi ancaman dari bakteri dan kuman biasanya dari makhluk hidup seperti manusia atau hewan. Berenang di kolam renang umum memiliki potensi lebih besar terpapar bakteri dan kuman dari orang lain. Salah satu jenis bakteri yang sering ditemukan pada air kolam renang adalah jenis Ecolli yang biasanya menjadi penyebab diare.

Keringat dan kuman penyakit kulit

Selain kandungan klorin dan bakteri berbahaya, ada potensi ancaman kesehatan lain yang perlu diwaspadai. Yaitu, kuman pada keringat dan penyakit kulit yang dibawa perenang lain. Siapa sangka bahwa orang yang berenang tidak mengeluarkan keringat?

Saat berenang, keringat tubuh tetap keluar sebagaimana ketika melakukan aktivitas olahraga di darat. Hanya saja keringat tersebut tidak terlihat karena bercampur dengan air kolam.

Akibat meminum air kolam renang, bahaya meminum air kolam renang, solusi akibat meminum air kolam renang
air kolam renang dapat menimbulkan efek buruk bila tertelan ke dalam tubuh kita – diminimalis.com

 Efek dan Akibat Meminum Air Kolam Renang

Pada beberapa kondisi, tidak ada akibat meminum air kolam renang yang bersifat fatal dan kritis. Apalagi jika imunitas tubuh sedang baik, karena secara biologis, sistem kekebalan tubuh akan melawan zat-zat berbahaya yang masuk. Hanya saja, pada situasi tertentu efek jangka pendeknya bisa saja muncul setelah beberapa saat.

Sekali lagi, meski seringkali terminum secara tidak sengaja, namun bukan berarti tidak akan berdampak apapun. Air yang tertelan dan masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan beberapa efek buruk pada kesehatan. Berikut ini kami ringkas beberapa penyakit yang muncul akibat meminum air kolam renang, diantaranya:

1. Diare

Potensi ancaman kesehatan yang pertama akibat meminum air kolam renang, baik sengaja ataupun tidak adalah sakit diare. Kenapa bisa? Seperti sudah dijelaskan di awal bahwa air kolam renang banyak mengandung bakteri Eschericia Coli. Bakteri inilah yang apabila masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan masalah pada usus dan berpotensi besar menyebabkan diare.

Kita tahu, baha diare sendiri adalah suatu penyakit yang ditandari dengan tinja yang berubah menjadi lembek atau cair. Orang yang mengalami diare biasanya akan lebih sering ke kamar mandi untuk buang air besar. Situasi ini memicu tubuh menjadi lemas karena kekurangan cairan.

Kondisi seperti ini biasanya juga diiringi dengan beberapa gangguan lain seperti kram perut, kembung, muntah, pucat, dan sakit seluruh badan. Bila penanganan terhadap penyakit ini tidak segera dilakukan secara serius, maka dikhawatirkan akan menyebabkan diare akut.

2. Disentri

Air kolam renang yang masuk ke dalam tubuh tidak hanya berpotensi menyebabkan sakit diare saja. Akan tetapi juga bisa mengundang penyakit lain seperti disentri. Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri bernama shigella yang terdapat pada air kolam renang.

Biasanya orang yang terkena penyakit ini akan mengalami gejala seperti demam, mual, muntah, diare, kram, dan sakit kepala.

3. Penyakit Kuning

Bahaya menelan air kolam renang yang mengandung banyak zat kimia dan bakteri juga sangat beresiko membuat seseorang terkena penyakit kuning. Air kolam renang banyak mengandung jenis bakteri selain ecolli dan shigella, salah satunya adalah bakteri leptospira.

Bakteri yang satu ini tidak bisa dianggap sepele karena apabila masuk ke dalam tubuh maka bisa menyerang organ hati. Dampak kritisnya akan membuat fungsi hati menurun bahkan gagal.

Penurunan fungsi hati ini bisa menyebabkan kadar bilibirun meningkat sehingga terjadi penumpukan bilibirun atau zat kuning. Kondisi semacam ini bisa berdampak negatif bagi tubuh Anda. Salah satu yang paling mungkin terjadi adalah akan menyebabkan tubuh menjadi kuning termasuk bagian putih mata yang juga turut menjadi kuning.

Akibat meminum air kolam renang, bahaya meminum air kolam renang, solusi akibat meminum air kolam renang
lakukan uji kadar klorin dan konsultasikan kesehatan kolam renang pada ahlinya- diminimalis.com

 

 

 

 

 

 

Solusi Mengatasinya

Mengatasi efek buruk atau akibat meminum air kolam renang tentu saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu. Misalnya apakah Anda sendiri yang mengalaminya, atau mungkin anak balita Anda.

Pertolongan Pertama

Jika Anda sendiri yang mengalami, segera ambil beberapa gelas air putih baik hangat maupun dingin. Minum air putih sebanyak-banyaknya sesegera mungkin setelah mentas dari kolam renang. Ini bisa jadi pertolongan pertama untuk membantu tubuh menetralisir acun atau zat berbahaya lainnya yang masuk.

Pengkondisian yang sama bisa Anda lakukan pada anak Anda jika ia yang mengalaminya. Segera beri ia minum air putih agar kondisi tersebut tidak membuatnya sakit.

Agar kejadian tersebut tidak terulang, disarankan untuk tidak terlalu lama menyelam. Jaga agar mulut tidak terbuka saat berada di bawah air. Hindari juga bermain-main atau bersendau gurau saat berenang. Ini biasanya dilakukan oleh anak-anak, jadi jika Anda berenang bersamanya, awasi dan ingatkan ia terhadap bahaya ini.

Rekomendasi untuk Pemilik Kolam

Sementara, itu dalam rangka mengurangi potensi bahaya perenang meminum air kolam, maka para ahli menyarankan beberapa poin perawatan kolam renang. Tentu ini diperuntukkan bagi pemilik kolam renang.

Para ahli menyarankan untuk selalu rutin menguji kadar klorin dan pH air kolam dengan test kit. Terlalu banyak kuman bisa mengakibatkan rendahnya kadar klorin, jadi coba seimbangkan agar tidak berdampak buruk untuk perenang.

Jangan lupakan kebersihan area kolam, decking, gazebo, dan sebagainya. Kolam renang yang jarang dibersihkan baik air atau lingkungannya, berpotensi lebih besar memberikan efek buruk pada kesehatan.

Tambahan untuk para penyuka renang. Jika Anda sering menghabiskan waktu untuk berenang di kolam renang umum sebaiknya untuk mandi terlebih dahulu sebelum berangkat. Meski menyenangkan, hindari untuk berenang jika kondisi fisik Anda sedang tidak fit.

Mungkin sekian dulu ulasan dari kami tentang potensi bahaya dan efek/akibat meminum air kolam renang serta solusinya. Perlu diketahui, ada banyak manfaat yang didapat dari berenang namun tidak sedikit juga bahayanya. Semoga kita semua terlindungi dari bahaya tersebut. (ls) -editted by RN15042020


Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.