Adanya dekorasi eksterior tambahan berupa air terjun dinding minimalis merupakan salah satu komponen guna mempercantik rumah. Dengan menambahkan air terjun dinding minimalis di bagian tertentu dari rumah, maka ini bisa jadi tambahan keindahan yang tidak biasa di rumah Anda.

Dalam membuat air terjun dinding minimalis ini juga tak begitu sulit. Apalagi jika Anda berpengalaman dalam bidang desain eksterior. Dengan hiasan eksterior berupa air terjun ini pasti membantu Anda mewujudkan rumah idaman.

air terjun dinding minimalis
air terjun dinding minimalis – diminimalis.com

Secara umum, bahan yang digunakan untuk membuat air terjun dinding ada dua, yaitu kaca dan batu alam. Untuk material kaca paling sering digunakan pada air terjun dinding minimalis yang diletakkan dalam rumah.

Interior rumah tentunya akan terasa lebih nyaman dan terlihat lebih ‘hidup’ dengan air terjun kaca ini. Anda juga bisa menggunakan air terjun ini sebagai media relaksasi di dalam rumah.

Segarnya Air Terjun Dinding Minimalis Batu Alam

Batu alam sendiri sering dipakai sebagai material penyusun air terjun dinding pada eksterior rumah, terutama bagian depannya. Eksterior rumah yang memiliki air terjun dinding batu alam di dalamnya tentu terasa lebih segar dan bisa juga air terjun tersebut digunakan sebagai elemen dekoratif yang akan menjadikan tampilan eksterior rumah Anda semakin asri dan indah.

Agar desain air terjun dinding rumah lebih terkesan natural, Anda bisa memadukannya dengan sebuah taman air terjun batu alam di dalamnya. Anda bisa meletakkan di sekitar air terjun dinding tersebut beberapa jenis tanaman faforit. Letakkan tanaman ataupun bunga-bungaan sebagai taman minimalis di sisi yang terlihat pada area air terjun dinding minimalis agar bisa dinikmati.

air-mancur-9
air terjun dan kolam – diminimalis.com

Kesan eksotik dan romantis juga bisa Anda munculkan dengan permainan lampu di area air terjun dinding minimalis ini. Anda bisa menggunakan lampu sorot dan lampu hias untuk mengesankan dramatis. Pencahayaan di area air terjun ini juga dimaksudkan agar Anda tetap bisa menikmati keindahan air terjun ini pada malam hari.

Terakhir, Anda juga bisa menggabungkan air terjun ini dengan batu alam  yang memiliki ukuran seragam agar semakin menarik. Anda juga bisa menambah beberapa ekor ikan hias di dalamnya sebagai pelengkap.

Cara Membuat Air Terjun Dinding Minimalis Sendiri di Rumah

Anda ingin membuat air terjun dinding minimalis di rumah? Diminimalis akan sajikan beberapa langkah membuat air terjun (water wall) minimalis yang mudah dan cantik.

1. Menentukan Tema Water Wall

Sebelum membuat air terjun di rumah, Anda harus menyiapkan tema apa yang akan Anda gunakan. Anda dapat mencari inspirasi misalnya di internet, bertanya kepada tukang yang ahli, atau inovasi sendiri. Tema yang akan Anda gunakan sebaiknya jangan bertabrakan dengan konsep rumah Anda.

2. Menyiapkan Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang Anda perlukan untuk membuat water wall yaitu pompa sirkulasi, batu apung berkualitas, pasir, semen, cat untuk warna tebing dan wadah, pelapis anti bocor, aksesoris seperti lampu mini, pohon imitasi, dan lain-lian. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan yaitu palu, kapak, pahat, kuat, dan sendok semen yang berukuran besar dan kecil.

3. Memilih Lokasi Dinding dan Menentukan Perencanaan

Pilihlah lokasi yang tepat yang sekiranya dapat dinikmati dan menyejukkan mata, misalnya di taman depan rumah atau di dalam rumah. Anda juga perlu memperhatikan luas kolam yang akan dibuat. Asesoris apa saja yang akan diletakkan.

Air terjun ini juga harus memperhatikan lokasi sumber listrik. Jika Anda ingin air terjun terus mengalir dibutuhkan mesin yang dapat digunakan untuk menarik air dari bawah ke atas. Oleh karena itu, sumber listrik diusahakan dekat dengan air terjun.

Semuanya harus dihitung dan direncanakan secara matang. Hal ini untuk mengantisipasi pembengkakan biaya yang dikeluarkan. Apabila Anda masih ragu dalam membuat perencanaan keuangan, Anda dapat menyerahkannya kepada jasa pembuat kolam.

4. Menentukan Efek Air 

Setelah menentukan perencanaan biaya, selanjutnya Anda dapat memilih efek air yang diminati. Beberapa efek yang dapat menjadi pilihan Anda.

  • Air terjun. Untuk efek ini Anda perlu menyiapkan penampungan air karena debit air yang dikeluarkan cukup banyak.
  • Air mancur. Apabila menginginkan efek ini, diperlukan tempat penampungan air dan tempat untuk menciptakan efek yang berasal dari lubang kecil.
  • Air mengalir. Pada efek ini Anda tidak perlu menyiapkan penampungan air.

Anda perlu menentukan volume air yang diperlukan yang akan digunakan untuk menentukan besaran penampung air. Pertama, memperkirakan volume air yang mengalir. Kedua, mengukur total kapasitas aliran air. 

5. Membuat Pondasi

Pondasi merupakan komponen terpenting dari sebuah bangunan yang ditancapkan ke dalam tanah. Pada water wall sebaiknya pondasi yang digunakan ukuran sekitar 40 cm dengan kedalaman 40 cm. 

6. Menentukan Lapisan Luar Dinding

Lapisan pada luar water wall Anda dapat menggunakan batu alam atau cat. Apabila Anda ingin menggunakan batu alam, pilihlah batu alam yang memiliki pori-pori padat. Jangan lupa juga untuk melapisinya dengan coating agar dinding tidak ditumbuhi jamur dan lumut.

Namun, jika lumut dan jamur sudah terlanjur menempel, Anda dapat membersihkan dengan cairan cuka. Campurkan cairan cuka dengan air dan semprotkan pada dinding yang berjamur. Anda juga bisa membersihkan dinding secara rutin dengan amplas atau sikat. 

7. Memasang Pompa Air

Langkah selanjutnya adalah memasang pompa air. Namun, sebelumnya Anda harus memperhatikan darimana asal air yang digunakan. Apakah air yang berasal dari sumur atau air yang berasal dari sumur yang lebih dalam dapat menggunakan pompa jet pump.

Pompa air ini diletakkan secara tersamar di atas bebatuan dengan tujuan agar tidak mengganggu pemandangan pada kolam air terjun. Anda harus mengecek aliran air yang keluar. Apabila air mengalir tidak sempurna, harus perhatikan kemiringan, cek linier, dan letak bebatuan yang menghambat.

8. Menambah Asesoris Softcape dan Hardscape

Untuk mempercantik water wall Anda, bisa ditambahkan asesoris berupa softcape atau hardscapeSoftcape yang dapat Anda gunakan seperti tanaman sirih belanda, melati air, atau tanaman rumput, dan lain-lain. Sedangkan hardscape berupa batu-batuan alam, guci, atau patung-patung kecil.

Anda dapat membeli dan menanyakan kepada penjual batu, kira-kira batu apa yang cocok untuk kolam air terjun dinding minimalis Anda. Anda juga bisa memilih sendiri batu yang bagus dan unik. Usahakan membeli batu dengan volume 1,5 – 2 ons untuk penampung bagian atas dan 2 – 6 ons untuk porsi 3 meter aliran di atas tanah.

9. Menambah Lampu atau Penerangan

Terakhir yaitu menambahkan penerangan pada water wall. Anda dapat menggunakan lampu sorot, lampu LED, atau lainnya. Anda dapat meletakkan lampu jauh dari kolam untuk menghindari bayangan. Sebaiknya menggunakan lampu dengan daya 20 watt. 

Efek lampu pada air terjun dinding minimalis selain dapat menambah estetika, keindahan lampu ini juga bisa menambah ketenangan Anda pada siang dan malam hari. Tidak adanya taman di depan rumah Anda akan tergantikan dengan kecantikan water wall ini.

Itulah ulasan mengenai air terjun dinding minimalis yang dapat menjadi rekomendasi bagi Anda. Semoga bermanfaat, salam diminimalis. (Is) editted by AL251220.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *