Ada surga di rumah kita

ada surga di rumah kita - diminimalis.com

Jika ada surga di dunia, inilah rumah kita. Demikian seharusnya kemantapan hati rumah tangga kaum muslimin. Dari sinilah kemudian lahir istilah baiti jannati, rumahku surgaku.

Surga dunia, tak berlebihan istilah tersebut disematkan untuk menyebut keluarga yang bahagia. Bersyukurlah jika keluarga Anda adalah salah satu ‘surga’ di dunia. Penuh bahagia karena masing-masing pihak mampu menunaikan tanggung jawab, hak dan kewajibannya. Juga penuh cahaya karena ada proses pendekatan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah. Dan tidaklah ada pendidikan dalam rumah itu, kecuali pendidikan yang telah dicontohkan Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam.

rumah minimalis dan kolam renang diminimalis.com

ada surga di rumah kita – diminimalis.com

Bagaimana Mewujudkan surga di rumah kita ?

Menjadikan baiti jannati tak cukup hanya dengan keinginan belaka. Ia butuh usaha nyata, setahap demi setahap. Karena pondasi keluarga, yaitu keimanan, bukan hanya angan, tetapi meliputi keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan dan amal melalui anggota badan.

rumah minimalis dan kolam renang - diminimalis.com
sesama anggota keluarga mengajak kebaikan dan saling mengingatkan – diminimalis.com

Keimanan yang kokoh pada setiap anggota keluarga akan mengalirkan energi yang benar. Ia akan mengantarkan pelakunya berbicara benar, lalu jasad akan merefleksikan energi keimanan dalam bentuk amal shalih. Pada proses inilah, perlu ada saling menasihati dan saling menguatkan antar sesama anggota keluarga dalam bingkai iman dan amal shalih.

Amal sendiri ada dua macam, yaitu melaksanakan dan meninggalkan. Melaksanakan amal yang baik dan aktif meninggalkan keburukan. Jika keduanya dilakukan, maka akan melahirkan konsekuensi pasti, secara vertikal dan horisontal.

Konsekuensi vertikal berupa tuntutan agar selalu menguatkan keyakinannya. Dengan demikian, kepala keluarga bersama anggota keluarganya akan saling tolong-menolong dalam ketaatan dan keimanan. Balasan bagi keluarga semacam ini adalah ridha Allah. Jika Allah ridha terhadap sebuah keluarga, maka rumah akan serasa surga.

Konsekuensi horisontal, setiap anggota keluarga dituntut untuk berakhlak baik terhadap anggota keluarga yang lain. Orang tua mencintai dan menyayangi buah hatinya, sementara anak-anak memberikan sikap hormat dan berbakti kepada ibu bapaknya. Tiada suatu permasalahan melainkan diselesaikan dalam nuansa kebersamaan dan kekeluargaan.

rumah minimalis dan kolam renang - diminimalis.com
ada rumah penuh cinta, dan itu rumah kita – diminimalis.com

Setiap anggota keluarga akan semakin erat rasa cintanya. Ikatan yang mempererat mereka bukan sekedar hubungan darah, melainkan lebih dikarenakan Allah memberikan rasa kasih sayang diantara mereka. Kasih sayang akan melahirkan ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan di rumah. Bukankah rumah secamam ini yang dikatakan indah?

Kebersamaan dalam suka dan duka, saling berbagi dengan nuansa cinta, menjadikan rumah semakin indah mempesona. Apalagi jika kebersamaan itu dilandasi dengan keimanan yang kokoh, maka rumah terasa jannah. Sungguh, betapa indah! (aa)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.