Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

TRANSFER DEPOSIT UNTUK TABUNGAN AKHERAT

TRANSFER DEPOSIT UNTUK TABUNGAN AKHERAT #rumahkusurgaku - diminimalis.com
TRANSFER DEPOSIT UNTUK TABUNGAN AKHERAT #rumahkusurgaku - diminimalis.com
TRANSFER DEPOSIT UNTUK TABUNGAN AKHERAT #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Tabungan akherat bukan sesuatu yang tiba-tiba kita miliki tanpa kita usahakan. Tabungan akherat layaknya deposit pundi-pundi harta yang kita titipkan kepada bank untuk disimpan, kemudian kita ambil ketika kita memerlukan. Maka perlu menabung untuk bisa menabung sedikit-demi sedikit sehingga tabungan itu terisi.

Hal yang sama dengan akherat, tidak bisa kita tiba-tiba memiliki tabungan jika kita tidak pernah menabung. Bagaimana mungkin kita bisa memanen padi jika kita tidak pernah berikhtiyar untuk menanam padi. Maka perlulah kita untuk menyisihkan harta dan amal agar kita memiliki deposit tabungan kelak di akherat yang memampukan kita untuk membeli tiket ke jannah.


Di dunia ini ada berapa trilyun manusia yang hidup berkecukupan semasa ia hidup? Ada banyak dari mereka yang tak pernah merasakan kesulitan atau kesempitan yang berkaitan dengan harta benda di dunia. Tetapi apakah itu semua menjadikan kehidupannya menjamin bahwa kelak setelah mati ia juga akan tetap merasakan hidup yang nyaman tanpa kesusahan?

Islam telah mengajarkan dalam syariatnya, bahwa setelah kematian adalah permulaan dari keabadian. Bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, namun justru awal dari segala-galanya. Rosul mengumpamakan dunia hanya sebagai setetes air yang menempel di ujung jari yang diangkat setelah tercelup di lautan, sedangkan akherat kelak adalah air yang ada di lautan itu sendiri.

Bukankah ini sebuah penggambaran yang maha dahsyat? Bahwa kehidupan dunia ini, harta yang kita miliki, rumah, mobil, anak yang terkasih dan istri atau suami yang kita cintai merupakan harta yang hendaknya kita upayakan untuk mengantarkan kita ke kampung akherat? Dan bukannya sebaliknya, mereka yang akan menyeret kita untuk tinggal di neraka.

Rumah yang begitu nyaman kita tinggali, yang mampu menjadi tempat istirahat ternyaman, keluarga yang kita kasihi, yang selalu kita rindukan kemana kita pergi. Semua itu hanyalah wasilah, perantara bagi kita untuk menjadikan kita salah satu penghuni jannah. Apakah semua itu tidak bisa kita bawa ke akherat? Bisa, justru modal di dunia inilah yang akan kita bawa ketika kita menghadap pengadilan yang tidak ada kedzaliman walau sedikitpun kelak.

Mengisi tabungan akherat selagi sempat

Harta yang kita punyai hendaknya tidak menjadikan kita terlena. Justru harus semakin menjadikan kita sadar untuk apa kita ada, dan kemana kita pada akhirnya. Jadikan harta-harta tersebut sebagai tabungan untuk memenuhi deposit-deposit amal kita. Transfer harta-harta yang kita punyai ke dalam bentuk “mata uang” yang bisa kita gunakan untuk menebus segala kenikmatan di jannah kelak. Dengan apa? Dengan merubahnya menjadi “mata uang” pahala kebaikan.

Infaqkan emas dan perak yang kita miliki di dunia, sedekahkan kepada fakir miskin. Belanjakan di jalan fii sabilillah. Belikan tanah atau sumur untuk wakaf yang pahalanya mengalir, bahkan setelah kita tiada. Sumbangkan untuk pembangunana masjid, rumah tahfidz, pondok pesantren, agar kebaikan-kebaikan dari para pemakainya juga mengair kepada tabungan deposit pahala kebaikan kita.

Jadikan anak-anak kita “harta” yang bermanfaat, jadikan mereka “amal usaha” yang terus mengalir kebaikannya. Ajarkan sholat, ajarkan membaca alquran, huruf demi huruf, ajarkan doa untuk kedua ibu bapaknya, ajarkan tentang Tuhannya, tentang Nabinya, tentang agamanya. Hingga setiap doa, bacaan dan sholat yang anak-anak kita kerjakan, menjadi pahalan kebaikan ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang tak pernah putus mengalir mengisi pundi-pundi deposit tabungan akherat kita.

Bimbing pasangan kita untuk sama-sama berbuat kebaikan terus-menerus, bersama saling mengingatkan, bersama saling menyokong satu dengan yang lain. Hingga pada masanya kelak, kita tidak terlambat dan dapat berkumpul kembali semua bersama anak dan istri tercinta di tempat yang kita cita-citakan sebagai rumah di kampung halaman kelak, jannah.

Dan itulah kesuksesan tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang hamba.

وَأَنفِقُوا مِن مَّارَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ {10}

وَلَن يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ {11}

“Dan infaqkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata (menyesali): “Wahai Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan aku sedikit waktu lagi, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”– Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan seseorang apabila telah datang waktunya. Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al Munaafiquun : 10-11)

Semoga kita tergolong orang-orang yang beruntung, aaamiin. (rd)

infaqkanlah sebelum menyesal datang tanpa tangguh #rumahkusurgaku - diminimalis.com
infaqkanlah sebelum menyesal datang tanpa tangguh #rumahkusurgaku – diminimalis.com
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.