Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

TINGGAL BERSAMA ORANG TUA SETELAH MENIKAH

TINGGAL BERSAMA ORANG TUA SETELAH MENIKAH #rumahkusurgaku - diminimalis.com
TINGGAL BERSAMA ORANG TUA SETELAH MENIKAH #rumahkusurgaku - diminimalis.com
TINGGAL BERSAMA ORANG TUA SETELAH MENIKAH #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Beberapa dari pasangan suami istri memutuskan tinggal bersama orang tua dengan berbagai alasan, terutama karena belum memiliki rumah sendiri. Sembari mempersiapkan finansial guna membeli atau membangun rumah, tinggal bersama orang tua dinilai sebagai solusi yang tepat. Paling tidak pasangan suami istri tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengontrak rumah. Harapannya, mereka bisa menyisihkan sebagian penghasilan untuk mempersiapkan rencana kepemilikan rumahnya sendiri di masa depan. (video artikel Tips rumah minimalis murah)

Kebersamaan dengan orang tua bisa menjadi lahan amal, yaitu dengan tetap berbuat baik kepada orang tua. Allah memerintahkan berbuat baik kepada orang tua dalam banyak ayat, di antaranya Allah berfirman,


“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia, janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau keduanya telah berusia lanjut di sisimu, maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentaknya.”
(QS. Al-Isra: 23).

Kebersamaan itu terkadang menemui permasalahan berupa konflik kecil antara orang tua dengan anaknya atau anak menantunya. Apalagi jika orang tua memiliki kebiasaan ikut mengatur dan mencampuri rumah tangga anaknya. Karena masih tinggal bersama, seolah-olah orang tua merasa memiliki hak mencampuri rumah tangga anaknya. Jika campur tangan itu tidak dipersoalkan, mungkin ini tidak akan menjadi konflik. Akan tetapi jika anak merasa keberatan dengan sikap orang tua yang melakukan intervensi atas keluarganya, maka hal ini bisa menimbulkan konflik.

Baca juga artikel menarik berikut >>  HADIRKAN 'CAHAYA' DI RUMAH KITA

Orang tua ketika mencampuri rumah tangga anaknya tentu mengharapkan kebaikan bagi rumah tangga anaknya, bukan ingin mengganggunya. Namun demikian, seharusnya orang tua membiasakan diri untuk memberi kesempatan kepada anaknya untuk belajar hidup mandiri menghadapi setiap permasalahan rumah tangga. Kalaupun anak membutuhkan bantuan, maka inilah kesempatan orang tua untuk memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan keperluan. Bukan berarti mencampuri rumah tangga anaknya secara penuh dan menentukan arah bahtera keluarga anaknya.

Baca juga artikel menarik berikut >>  CARA MENGAJAR ANAK MENGAJI MUDAH DAN BERPAHALA

Kebijaksanaan dari kedua pihak

Bila memang ada permasalahan, hendaknya dikomunikasikan secara baik dan bijaksana. Apalagi anak dan orang tua masih hidup satu atap, sehingga konflik yang muncul bisa langsung terlihat. Ketika konflik terjadi, harus ada salah satu pihak yang memulai untuk menyelesaikannya, baik orang tua maupun anak.

Bagi anak, berselisih dengan orang tua tidak bisa menjadikan alasan untuk berbuat durhaka. Sebaliknya, hendaknya ia memperhatikan tutur kata dan perbuatan agar tidak terjerumus pada sifat durhaka. Allah Ta’ala mengingatkan,

“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang.”
(QS. Al-Isra: 24).

Hubungan baik dengan orang tua akan berdampak pada perkembangan keharmonisan rumah tangga Anda, serta dapat pula berpengaruh pada tumbuh kembang psikologis anak-anak Anda. Berilah teladan yang baik kepada anak-anak Anda dengan keteladanan Anda dalam bersikap kepada orang tua. Semoga kita bisa memanfaatkan kesempatan berbhakti kepada orang tua dengan sebaik-baiknya. (aa)

berbhakti kepada orang tua hingga akhir hayat dan setelahnya #rumahkusurgaku - diminimalis.com
berbhakti kepada orang tua hingga akhir hayat dan setelahnya #rumahkusurgaku – diminimalis.com
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.