Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

Bagaimana Tukang Profesional Melakukan Tahapan Plesteran Dinding?

Pemlesteran merupakan bagian dari finishing untuk memperkuat dinding - Diminimalis.com

Plesteran adalah lapisan yang digunakan untuk menutupi suatu bidang bangunan agar tingkat kekuatannya lebih kokoh, bisa dibilang plesteran dinding merupakan landasan utama untuk untuk mencapai finishing dinding yang baik. Memplester berarti melapisi suatu bidang bangunan menggunakan adukan dari campuran semen, pasir, dan air. Dengan mengaplikasikan plesteran, suatu bidang bangunan akan terlihat lebih rapi. Tidak hanya dinding, plesteran juga bisa diaplikasikan pada struktur plafon dan lantai bangunan. Diperlakukan tata cara yang tepat untuk membuat plester dinding berkualitas. Salah dalam mengaplikasikannya, bisa berakibat dinding mengalami retak rambut atau rentan dirembesi air. Bagaimana membuat plesteran dinding yang benar?, kali ini Diminimalis akan mengulas untuk Anda tentang tahapan plesteran dinding yang tepat dan berkualitas.

tahapan plesteran dinding, cara plester tembok, cara aci tembok
Pemlesteran merupakan bagian dari finishing untuk memperkuat dinding – Diminimalis.com

Tujuan memplester dinding


Tujuan utama memplester dinding adalah membuat permukaannya semakin rapi, bersih, dan indah. Plester juga dapat meningkatkan kekuatan dinding dan menyembunyikan kecacatan yang mungkin timbul. Dengan adanya plester, permukaan dinding tidak akan cepat kotor, mudah dicat, dan mudah dibersihkan.

Fungsi plester dinding

Adapun fungsi-fungsi dari plesteran dinding antara lain :

• Meningkatkan kekuatan struktur bidang bangunan

• Meratakan permukaan suatu bidang bangunan

• Melindungi struktur bangunan dari cuaca yang ekstrim

• Melindungi permukaan dinding agar tidak mudah lapuk akibat pengaruh cuaca

• Melindungi dinding dari rembesan air yang berasal dari sisi luar dinding saat turun hujan

• Untuk memperkuat dan meratakan permukaan dinding

Tahapan plesteran dinding

Persiapan alat

Tahapan plesteran dinding paling awal adalah mempersiapkan beberapa peralan terkait teknis pekerjaan plesteran dinding, diantaranya yaitu.

    1. Benang
    2. Meteran
    3. Paku
    4. Palu
    5. Roskam
    6. Jidar
    7. Cetok

Persiapan dinding

Permukaan dinding yang akan diplester harus dipersiapkan terlebih dahulu, terutama bila dinding itu kotor disebabkan oleh debu atau lumut. Permukaan dinding yang demikian harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara disikat atau bila perlu dikorek. Kotoran di dinding yang tidak dibersihkan, dapat  menguragi kualitas daya rekat plesteran terhadap dinding. Dinding yang sudah bersih akan memperlancar proses pemlesteran dan hasilnya pun akan maksimal.

Anda juga perlu mengupas sisa-sisa adukan yang menonjol pada dinding. Kemudian periksa pemasangan instalasi listrik yang tertanam dalam dinding. Pastikan bahwa instalasi tersebut sudah selesai dikerjakan dengan benar dan telah dilakukan pengetesan.

Teknis pengerjaan

Pemasangan benang

Buatlah patokan ketebalan yang dipasang vertikal sebagai acuan pemlesteran nantinya. Paku dinding bagian atas dan gantungkan lot dengan jarak +-3 cm dari dinding. 2 Paku ditanam pada ujung bawah dinding, dan 2 paku di bagian atas dinding. Ikatkan benang ke paku pertama dan tarik ke paku yang ada di sudut lainnya.

Buatlah titik paku lagi tanpa melepas benang, dengan jarak kira kira per 1 meter. Jangan lupa hubungkan juga bagian bawah, dan buat titik-titik paku seperti langkah sebelumnya. Kemudian aturlah agar benang rata dengan ujung paku. Pemasangan benang ini bertujuan untuk menyetel ketebalan plester yang akan diaplikasikan nantinya.

Membuat adukan

Sebelum membuat adukan, Anda perlu mempersiapkan bahan dan alatnya, yaitu : Semen, pasir, air, ember dan cangkul. Buatlah adukan plesteran dari campuran pasir, semen, dan air dengan perbandingan sesuai spesifikasi bangunan yang ingin dibuat, karena  perbandingan komposisi adukan tiap ruangan tak semuanya sama. Misalnya komposisi semen dan pasir untuk kamar mandi 1 : 3 s/d 1 : 5, sedangkan perbandingan semen dan pasir untuk plesteran dinding di ruangan lain adalah 1: 5 s/d 1 : 7. Tanpa membedakan kompoisis adukan ini, hasil plesteran dinding ruangan rumah minimalis Anda tidak akan maksimal dan mudah rusak.

Membuat kepala plesteran

Kepala plesteran sering juga disebut dengan kelabangan. Fungsi dari kepala plesteran adalah untuk mempermudah penjidaran atau pemerataan plester. Yang dimaksud kepala plester adalah plester awal yang memanjang vertikal dari bawah hingga atas pada dinding sebelum diplester seluruhnya. Kepala plesteran sangat penting dikerjakan dengan benar, mulai dari ketebalan, rata samping, dan tegak lurusnya untuk menghasilkan plesteran yang baik.

Anda bisa membuat kepala plesteran menggunakan adukan berukuran 10 cm x 10 cm, mulai dari bagian atas, tengah hingga bagian bawah. Ikuti jalur benang lot, dan butlah kepala plesteran dengan  ketebalan antara 1 cm sampai dengan 2 cm.

Untuk membuat kepala plesteran, lempar adukan segaris lurus dari paku atas sampai paku bawah hingga menjadi seperti polisi tidur yang menempel di dinding dengan lebar 5 cm. Gesekkan jidar dari paku atas ke paku bawah hingga tercetak dan membentuk seperti rel. Lakukan hal yang sama pada titik paku berikuttnya. Mengerjakan pekerjaan kepala plesteran sebaiknya dilakukan secara menyeluruh agar pengerasannya sempurna.

Memplester seluruh area dinding

teknik plester dinding, teknik plester dinding yang baik, teknik plester dinding rumah, teknik plesteran dinding, cara plester rumah, cara nglepo tembok
pemlesteran dinding setekah kepala plester kering – diminimalis.com

Setelah Anda membuat kepala plesteran, Anda perlu mendiamkannya selama 1-3 hari hingga kering. Hal ini perlu dilakuakan, agar dinding memiliki konstruksi lapisan yang kuat. Setelah kepala plesteran kering, Anda baru bisa memplester seluruh permukaan dinding dengan patokan kelabangan yang sudah di buat sebelumnya.

Akibat salah dalam proses membuat plesteran

Sebagaimana yang telah kami sampaikan di atas, memplester dinding tidak boleh asal-asalan, karena kesalahan kecil saat memplester dinding, dapat berakibat fatal pada jangka panjang. Banyak hal buruk yang akan terjadi, bila pemlesteran dinding tidak dilakukan dengan benar, misal dinding mengalami retak, air dari luar merembes masuk ke dalam rumah, hingga acian dinding rusak karena plesteran yang rapuh.

Demikian ulasan kami tentang tahapan plesteran dinding yang tepat. Semoga dengan menerapkan tahapan tersebut, Anda dapat membuat plester dinding yang kuat dan tahan dari rembesan air maupun retak dinding di kemudian hari. (ls)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.