oleh

Tahapan Membuat Pondasi Rumah Agar Kokoh untuk Jangka Panjang

Pondasi merupakan struktuir paling vital pada sebuah bangunan. Pondasi juga menjadi tumpuan bangunan di atas tanah yang kualitasnya sangat mempengaruhi struktur di atasnya. Maka, untuk membuatnya tidak boleh asal-asalan, karena salah perancangan sedikit saja, bisa berakibat fatal pada struktur bangunan. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, Diminimalis akan mengulas untuk Anda tentang tahapan membuat pondasi rumah yang tepat untuk Anda.

Tahapan membuat pondasi rumah, jenis pondasi rumah, cara membuat pondasi rumah tingkat, cara buat pondasi rumah 1 lantai, membuat pondasi rumah sendiri
Kesalahan membuat pondasi, dapat membut rumah mengalami rusak strukutral – Diminimalis.com

Sebelum membahas tentang tahapan membuat pondasi rumah yang benar, alangkah baiknya Anda memahami terlebih dahulu tentang jenis-jenis pondasi untuk rumah minimalis. Pada dasarnya pondasi rumah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu.

1. Pondasi Dangkal

Pondasi dangkal adalah jenis pondasi yang sangat cocok digunakan sebagai penopang bangunan yang sederhana. Tentu saja hal ini harus dipengaruhi kondisi tekstur tanah yang padat dan keras. Mengapa demikian ? Hal ini dikarenakan kondisi tanah tiap-tiap area dapat mempengaruhi pondasi dangkal tersebut.

Pondasi ini kerap kali digunakan dalam bangunan yang hanya memakai satu lantai saja. Biasanya, kedalaman pondasi hanya berkisar antara 60 hingga 80 cm saja. Fungsi dari pondasi ini hanyalah untuk menopang pemasangan bata dan beban struktur bangunan di atasnya yang tidak terlalu berat mengingat hanya berupa bangunan satu lantai. Lalu apa bahan material yang cocok untuk jenis pondasi ini ? Anda bisa menggunakan material pondasi dangkal ini seperti batu kali, batu bata ataupun batako yang keras.

2. Pondasi Dalam

Pondasi dalam ini juga memiliki berbagai macam jenis diantaranya pondasi sumur, pondasi tiang pancang dan jenis pondasi lainnya. Umumnya pondasi jenis ini digunakan untuk jenis-jenis rumah yang mewah yang memiliki model kontruksi bangunan bertingkat.

Berbeda dengan pondasi batu kali, pondasi ini terbuat dari struktur beton bertulang dengan kedalaman sekitar 130 cm hingga 2 meter. Namun, kita akan lebih sering menemukan pondasi ini dengan kedalaman 150 cm. Pondasi ini mampu menahan beban struktur bangunan di atas yang cukup berat, yang merupakan bangunan dua lantai.

Tahapan membuat pondasi rumah yang benar

Membuat bowplank

Membuat bowplank yang berfungsi sebagai patokan atau pedoman dalam pengerjaan pondasi. Caranya yaitu dengan menentukan titik tengah kolom dan dinding, dan dari bowplank inilah kita dapat menyiku dinding dengan sudut 90°. Membuat bowplank ini harus disesuaikan dengan ukuran denah rumah untuk menentukan titik kolom setiap ruangan menggunakan paku dan benang.

Pekerjaan selanjutnya adalah menggali pondasi. Kedalaman pondasi untuk rumah sederhana cukup sedalam 40-50 cm, dan lebar sekitar 30-40 cm. Kedalaman ini juga dipengaruhi oleh tekstur tanah. Jika tanah bertekstur keras, maka ukuran di atas cukup memadai, namun jika tanah bertekstur remah atau lemut, maka penggalian harus lebih dalam lagi.

Setelah selesai menggali, saatnya memasang pondasi dengan batu kali atau batu bata merah. Penggunaan bahan ini juga disesuaikan dengan ketersediaan material yang Anda miliki. Jika tidak terdapat batu kali, dapat diganti dengan batu bata merah.

pondasi rumah dua lantai, pondasi rumah untuk dua lantai, kedalaman pondasi rumah 2 lantai
rumah dua lantai bisa roboh dikarenakan pondasinya tidak ideal – diminimalis.com

Pemasangan batu kali atau bata merah untuk pondasi harus disesuaikan dengan titik atau benang yang telah ditentukan padabowplank. Biasanya dengan ukuran kedalaman di atas dipasang batu setinggi 4 lapis bata merah. Teknik memasang batu bata untuk pondasi berbentuk hampir segi tiga, lapisan paling bawah melebar, sedangkan ke atas pasangan satu batu bata (seukuran 20 cm).

Jika telah selesai memasang seluruh bata, maka dilanjutkan dengan memasang besi yang telah dianyam dengan kawat ikat. Masing-masing ujung besi harus dibengkokkan dan dikaitkan dengan besi pondasi pelat setempat atau tiang kolom.

Tahaoan selanjutnya adalah memasang begisting untuk sloof menggunakan papan berukuran 400 cm x 20 cm x 2 cm. Pemasangan harus rapi dan kuat, sehingga tidak rusak atau jebol akibat tekanan adukan cor saat pengecoran sloof.

Buatlah rancangan pondasi dan struktur bangunan simetris

Rancangan yang simetris mempunyai ketahanan yang lebih baik dari pada bentuk yang tidak semetris. Hal ini karena pada rancangan simetris, gaya gempa dapat tersalurkan secara merata pada seluruh elemen bangunan. Jadi tidak ada salah satu bagian yang mendapatkan beban lebih yang menyebabkan struktur patah atau hancur.

Pondasi dibuat mengelilingi bangunan tanpa terputus. Pondasi dibuat saling terhubung untuk menopang berat bangunan diatasnya. Batu yang Anda pakai untuk pondasi usahakan menggunakan batu kali. Sambungan balok pondasi dan sloof sebaiknya setiap jarak 1 meter terhubung dengar jangkar. Pondasi, sloof dan kolom praktis harus saling terikat antar satu dengan yang lainnya.

Demikian ulasan kami tentang tahapan membuat pondasi rumah yang benar. Semoga dengan memahami cara membuat pondasi yang benar, Anda terhindar dari resiko rusaknya struktur bangunan di kemudian hari. (ls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

  1. Terima kasih atas infonya sangat bermanfaat, ditunggu info bermanfaat selanjutnya. Jangan lupa kunjungi website kami juga ya di bangunrumah-jogja(dot)com
    semoga sukses selalu 🙂