Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

SEMANGAT IDUL QURBAN DAN ROMANTISME YANG HARUS DIWARISKAN

ROMANTISME DAN SEMANGAT IDUL QURBAN YANG HARUS DIWARISKAN #rumahkusurgaku - diminimalis.com
ROMANTISME DAN SEMANGAT IDUL QURBAN YANG HARUS DIWARISKAN #rumahkusurgaku - diminimalis.com
ROMANTISME DAN SEMANGAT IDUL QURBAN YANG HARUS DIWARISKAN #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Semangat idul qurban mulai terasa beberapa minggu menjelang hari idul qurban tahun ini. Setiap tahun mendekati perayaan hari raya idul qurban, ummat muslim sibuk menyiapkan berbagai hal yang disunnahkan untuk dilakukan dalam rangka idul qurban. Hiruk pikuk ini memberikan sebuah euforia yang selalu dirindukan seluruh ummat muslim di dunia, tidak hanya di indonesia.

 

Lebih dari seribu tahun yang lalu, syariat tentang qurban telah diperintahkan secara jelas dalam alquran dan ashshunnah (alhadits). Rosululloh Muhammad, Nabi kita tercinta telah mencontohkannya sejak syariat ini diturunkan. Bahkan jauh ketika manusia di bumi ini belum genap hitungan jari, Allah telah menjadikan qurban sebagai syariat dalam agama ini.


Masih ingat kisah Nabi Adam dan Hawa serta putra putri pertama mereka? Alloh telah mensyariatkan Habil dan Qobil untuk berqurban. Memberikan persembahan yang terbaik untuk Tuhannya dengan berharap kebaikan di dunia dan di akherat. Nabi Ibrahim sebagai bapak para Nabi juga telah mencontohkan syariat ini sebagai ungkapan syukurnya pada setiap tahun setelah peristiwa “penyembelihan” Nabi Ismail. Dan syariat qurban ini sempurna ketika Rosululloh Muhammad sholallohu’alaihiwasallam mendapatkan wahyu tentangnya.

Qurban adalah sebuah syariat yang telah pasti tata aturannya, terkait waktu, cara dan syaratnya. Ibadah qurban dilakukan pada bulan Dzulhijah setiap tahunnya, tanggal pun telah ditentukan. Ibadah qurban adalah sebuah amalan penyembelihan hewan ternak, yaitu onta, sapi (mayoritas ulama menyamakan kerbau dengan sapi), dan kambing atau domba (bisa Anda baca lebih jelas terkait fiqh tata aturan syariat qurban pada tautan ini). Ibadah qurban memiliki makna yang tidak sekedar hanya mengalirkan darah dari hewan sembelihan, tetapi memiliki nilai yang terkandung yang harus dimiliki oleh setiap muslim.

Semangat idul qurban mewarisi para Nabi

Qurban adalah bukti kecintaan kita kepada Allah, bukti ketaatan kita untuk memberikan persembahan yang terbaik. Memilih hewan qurban tidak boleh sembarangan, ada syarat-syarat hewan qurban yang baik dan yang tidak boleh diqurbankan. Jika kita saja ingin yang terbaik untuk kita, apalagi jika hal tersebut hendak kita haturkan kehadapan Sang Maha Kaya, Robbul’alamin, Allah jallajalaalahu.

Pemahaman atas kerelaan dan ikhtiyar yang terbaik dengan sebaik-baik persembahan yang bisa kita hadirkan, menjadi sebuah bukti seberapa besar kecintaan kita kepada Rabb kita. Merelakan dan menyisihkan harta “kita”, kemudian mengusahakan hewan ternak yang terbaik, yang tidak cacat, yang memenuhi umur dan hal lain sebagainya, hingga kemudian disunnahkan untuk menyembelih (mengalirkan darah) hewan qurban kita dengan tangan sendiri, dan membagikannya kepada yang berhak serta kita sendiri mengambil bagian kita mengikuti sunnah Rosululloh kekasih kita, menjadi sebuah romantisme yang indah dalam beribadah mengikuti syariat Islam yang sempurna ini.

Allah sendiri berfirman dalam alquran,

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٧

“37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”

(Al Hajj : 37)

taqwa untuk mardlotillah #rumahkusurgaku - diminimalis
taqwa untuk mardlotillah #rumahkusurgaku – diminimalis

Hakekat taqwa inilah yang kemudian kita wujudkan dalam semua hiruk pikuk Idul Qurban. Sebuah bukti kecintaan dan taqwa seorang hamba kepada Rabb-nya. Yang telah memberi begitu banyak kemurahan selama kita hidup. Anak-anak yang sholeh dan sholehah, taat kepada kedua orang tua, sealu mendoakan kedua orang tuanya, rajin sholat dan mengaji, menjadi perhiasan di dunia dan menyejukkan apabila kita memandangnya. Maka nikmat mana lagi yang hendak kita dustakan?

Maka kiranya menjadi penting bahwa hakikat dan semangat idul qurban ini kita wariskan kepada anak-anak kita, sebagai bukti cinta kita kepada Illahi Rabbi, dan kekasih Nya, Rosululloh Muhammad sholallohu’alaihi wasallam dan Nabi-Nabi pendahulunya.
Wassalam (rd)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.