Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

Rumah Tahan Gempa, Solusi Aman di Wilayah Rawan

contoh rumah lantai 2 yang tahan terhadap gempa - diminimalis.com

Rumah tahan gempa adalah bangunan yang dapat bertahan dari keruntuhan akibat getaran gempa, serta memiliki fleksibilitas untuk meredam getaran. Karena ketika terjadi gempa bumi, banyak korban berjatuhan sebenarnya bukan disebabkan oleh gempa tersebut, tetapi dikarenakan tertimpa bangunan yang rusak atau runtuh. Maka dari itu kita dianjurkan untuk membangun rumah yang memenuhi persyaratan bangunan tahan gempa. Bangunan tahan gempa yang dimaksud adalah bangunan yang apabila:

1. Digoyang gempa ringan, tidak mengalami kerusakan apa-apa.
2. Digoyang gempa sedang, hanya mengalami kerusakan pada elemen non struktural saja.
3. Digoyang gempa besar, bisa mengalami kerusakan pada elemen non struktural maupun struktural, tetapi bangunan tersebut tetap berdiri dan tidak rubuh.


rumah tahan gempa, rumah tahan gempa bumi, rumah tahan gempa jepang, konsep rumah tahan gempa
contoh rumah lantai 2 yang tahan terhadap gempa – diminimalis.com

Rumah tahan gempa dan beberapa kriterianya

Prinsip dasar pada rumah tahan gempa ada dua, yaitu kekakuan struktur dan fleksibilitas peredaman. Caranya adalah dengan membuat seluruh struktur menjadi satu kesatuan sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan bersama-sama dan proporsioanal. Bangunan harus dapat bertahan apabila mengalami perubahan bentuk yang diakibatkan oleh gempa.

Baca juga artikel menarik berikut >>  Manfaat Dinding Keramik untuk Rumah Minimalis Anda

Prinsip kekakuan struktur rumah, menjadikan struktur lebih solid terhadap goncangan. Terbukti, struktur kaku seperti beton bertulang jika dibuat dengan baik dapat meredam getaran gempa. Maka pada saat pembangunan, struktur haruslah dibuat dengan lebih kuat dan kaku. Kekakuan struktur dapat menghindarkan kemungkinan bangunan runtuh saat gempa terjadi.

rumah tahan gempa, rumah tahan gempa bumi, rumah tahan gempa jepang, konsep rumah tahan gempa
rumah tradisional masyarakat Minang yang tahan terhadap gempa – diminimalis.com

Beberapa bagian yang harus diperhatikan untuk membangun rumah minimalis tahan gempa:

1. Pondasi

Pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah. Untuk itu pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras. Kedalaman minimum untuk pembuatan pondasi adalah 6- – 75 cm. Lebar pondasi bagian bawah 0,4 m, sedangkan lebar bagian atas pondasi 0,3 m.

Pemasangan batu gunung yang pas adalah menggunakan adukan dengan perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir.Pondasi juga harus mempunyai hubungan yang kuat dengan sloof. Hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angkur antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 m. Angkur dapat dibuat dari besi berdiameter 12 mm dengan panjang 20 -25 cm.

Baca juga artikel menarik berikut >>  Desain Rumah Klasik Minimalis yang kembali naik daun

2. Beton bertulang

Beton bertulang merupakan bagian terpenting dalam membuat rumah tahan gempa. Pengerjaan dan kualitas dari beton bertulang harus sangat diperhatikan karena dapat melindungi besi dari pengaruh luar, misalnya korosi. Penggunaan alat bantu seperti molen atau vibrator sangat disarankan untuk menghasilkan beton dengan kualitas tinggi. Untuk membuat struktur beton bertulang (balok,sloof,dan ring balk) menjadi satu kesatuan yang klop, maka harus dilakukan dengan pengukuran yang tepat, supaya seluruh rangka bangunan menjadi kuat terhadap goncangan saat terjadi gempa.

Demikian ulasan kami tentang pembangunan rumah minimalis yang tahan terhadap gempa, Anda juga bisa membaca artikel terkait kami tentang tren membangun rumah secara  instan di bawah ini, semoga bermanfaat. (ls)
Rumah instan minimalis, tren baru membangun rumah dengan cepat

Leave A Reply

Your email address will not be published.