Apa itu Perhitungan Investasi Rumah Menggunakan Capitalization Rate?

Rumah merupakan obyek investasi yang nilainya selalu naik setiap tahunnya - DIminimalis.com

Investasi properti termasuk rumah ialah jenis investasi yang banyak dilakukan orang. Namun, sebelum terjun ke dalam dunia ini, kita harus paham terlebih dahulu perhitungan investasi rumah. Untung rugi dari investasi ini juga harus diperhatikan.

Memang, banyak orang yang sukses dan kaya raya berkat investasi properti. Mereka mencapai titik tersebut bukan sekedar karena keberuntungan semata, namun juga melakukan perhitungan investasi rumah yang cermat sehingga hasilnya bisa sangat menguntungkan. Tanpa perhitungan cermat, investasi rumah justru bisa membuat kita merugi.

Perhitungan Investasi Rumah cara menghitung capitalization rate, berapa keuntungan bisnis properti, tingkat kapitalisasi adalah, berapa keuntungan properti, contoh menghitung capital gain, rumus band of investment
Rumah merupakan obyek investasi yang nilainya selalu naik setiap tahunnya – DIminimalis.com

Perhitungan Investasi Rumah Berdasarkan Tingkat Kapitalisasi

Tingkat kapitalisasi atau capitalization rate ialah indikator yang umum digunakan dalam investasi properti, termasuk penjualan serta pembelian rumah. Tingkat capitalization rate ini sendiri akan bervariasi dan didasarkan pada wilayah adanya properti tersebut serta tipe dari properti yang diinvestasikan. Cara menghitung capitalization rate ialah penghasilan operasional yang dibagi dengan harga dari pembelian sebuah properti.

Investasi Rumah Atau Tanah, perbandingan Investasi Rumah Atau Tanah, kelebihan dan kekuarangan investasi tanah, kelebiahn dan kekurangan investasi rumah
rumah yang Anda bangun bisa menjkadi sarana investasi yang sangat menjanjikan – Diminimalis.com

Kisaran capitalization rate untuk lahan kosong ialah antara 0.5 hingga 2 persen, rumah sewa ialah antara 3 hingga 5 persen, ruko dan rukan antara 6 hingga 9 persen, kios atau toko antara 5 hingga 10 persen dan apartemen berkisar antara 7 hingga 12 persen. Apabila capitalization rate ini sudah didapat, maka kita bisa menentukan berapa tarif sewa per tahunnya. Gunakan nilai properti dikalikan capitalization rate tersebut.

Contoh perhitungannya adalah sebuah rumah dengan harga Rp5 miliar dan memiliki capitalization rate antara 3 hingga 5 persen, maka harga sewanya ada di kisaran Rp12.5 juta per bulan atau Rp150 juta per tahun. Sementara untuk apartemen seharga Rp600 juta dan capitalization rate antara 7 hingga 12 persen, maka harga sewa ialah Rp6 juta per bulan atau Rp72 juta per tahun. Sedangkan ruko yang harganya Rp1.4 miliar dan memiliki tingkat kapitalisasi antara 6 hingga 9 persen akan memiliki harga sewa Rp8.2 juta per bulan atau sama saja dengan Rp98 juta per tahun.

Perhitungan Investasi Rumah KPR vs Cash

Dalam menghitung investasi properti, investor biasanya akan bertanya-tanya, akankah lebih menguntungkan untuk membeli rumah secara cash atau menggunakan KPR? Jika kita hendak terjun dalam bisnis investasi rumah, maka hal ini patut jadi perhatian. Terutama karena pembelian rumah tentunya akan menentukan besarnya modal yang dikeluarkan, serta berimbas pada untung rugi bisnis tersebut. Sebelum secara resmi memulai investasi rumah, pahami dulu aneka kekurangan dan kelebihan dari pembelian rumah secara KPR maupun cash.

1. Membeli Rumah dengan KPR

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah ialah cara membeli properti melalui kredit atau berhutang. Kita akan membayar cicilan properti tiap bulannya. Besaran cicilan akan tergantung dari Down Payment atau uang muka yang sudah diberikan di awal transaksi. Dalam KPR, besaran DP biasanya adalah 30 persen dari harga rumah.

Fasilitas KPR bisa kita temukan di lembaga-lembaga perbankan. KPR juga akan dibagi dalam berbagai kategori. Saat kita hendak membeli properti, maka KPR yang harus digunakan ialah KPR pembelian. Pihak pengembang biasanya akan menawarkan KPR agar calon pembeli bisa semakin mudah dalam melakukan pembelian properti, terutama jika tidak ada uang cash yang tersedia.

2. Membeli Rumah dengan Uang Cash

Tahapan pembangunan rumah minimalis, Tahapan membangun rumah minimalis, urutan membangun rumah
Bila dana Anda mencukupi, sebaiknya membeli rumah dengan cash, daripada KPR – diminimalis.com

Walau banyak yang mengatakan bahwa pembelian rumah melalui KPR lebih menguntungkan, namun tak sedikit pula yang beranggapan bahwa pembelian secara cash justru akan memiliki keuntungan lebih besar. Jika kita memiliki dana yang masih belum digunakan, maka sebaiknya pakai untuk investasi rumah dan beli secara tunai saja. Saat melakukan pembelian rumah secara cash, persiapkan pula dana tambahan dalam pengurusan surat-surat penting terkait pembelian properti.

Dari dua metode pembelian properti di atas, memang keduanya memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Kita mungkin akan merasa semakin bingung saat harus menentukan apakah sebaiknya membeli properti melalui KPR atau secara cash. Untuk itu, terdapat contoh perhitungan yang bisa diperhatikan di bawah ini.

Pegawai C membeli rumah secara KPR seharga Rp300 juta. Ia telah menabung uang sebanyak Rp5 juta tiap bulan guna membayar DP. Apabila 30 persen dari Rp300 juta adalah Rp90 juta, maka C butuh waktu kira-kira 18 bulan menabung dan membayar DP tersebut. Setelahnya, ia masih harus membayar cicilan Rp3.6 juta per bulan.

Sepuluh tahun kemudian, dana yang disetorkan untuk KPR telah mencapai angka Rp432 juta. Apabila dihitung, nilai dari properti yang dibelinya telah mencapai angka yang lebih besar, yaitu Rp732 juta. Bandingkan apabila ada pegawai D yang menabung 12 tahun lamanya guna membeli rumah dengan harga Rp650 juta.

Tipe rumah sendiri bisa saja berbeda serta memiliki kesan modern yang lebih menonjol. Selain itu, harga rumah juga pastinya tak lagi ada di angka Rp732 juta. Faktor ini dapat pula dijadikan acuan dalam cara menentukan harga sewa tanah yang akan berimbas pula pada keuntungan investasi properti.

Memang ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat kita memutuskan membeli properti menggunakan cara tunai ataupun KPR. Beberapa di antaranya adalah modal yang ada serta tren dari suku bunga di pasaran. Pilihlah metode KPR apabila modal yang dimiliki belum mencukupi untuk membeli properti.

Namun dalam metode KPR, kita harus turut memikirkan beberapa kemungkinan terburuk di masa depan. Selain itu, kita juga harus memikirkan bunga yang dibebankan bank pada metode KPR tersebut. Sebaliknya, jika kita memang sudah memiliki cukup dana untuk membeli properti dan melakukan perhitungan investasi rumah secara cermat, maka pilih cara cash. (an)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.