Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

PENGERTIAN TAKWA DAN KEWAJIBAN MENJAGA TAKWA KELUARGA

PENGERTAIN TAKWA DAN KEWAJIBAN MENJAGA TAKWA KELUARGA #rumahkusurgaku - diminimalis.com

Pengertian takwa wajib difahami oleh setiap muslim. Menjadi orang yang bertakwa merupakan harapan dan cita-cita setiap muslim. Apalagi selepas Ramadhan, kita berharap dijadikan sebagai insan muttaqiin (hamba yang bertakwa). Dengan predikat takwa, ia mengandung makna bahwa amal yang kita kerjakan selama ini tidak sia-sia. Dan tentu kita berharap bahwa bukan hanya kita yang mampu meraih predikat takwa, tetapi juga seluruh anggota keluarga kita.

PENGERTAIN TAKWA DAN KEWAJIBAN MENJAGA TAKWA KELUARGA #rumahkusurgaku - diminimalis.com
PENGERTAIN TAKWA DAN KEWAJIBAN MENJAGA TAKWA KELUARGA #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Pengertian takwa menurut ulama

Keluarga yang bertakwa, itulah keluarga idaman. Namun, apakah pengertian takwa? Dan apakah keluarga kita termasuk orang-orang yang bertakwa?


Sebuah definisi takwa yang sederhana dikemukakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Ia berkata dalam kitabnya, Majmu’ Fatawa (10/433), “Takwa adalah seseorang beramal ketaatan kepada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap nikmat-Nya, dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya.”

Kita dan keluarga kita, dikatakan bertakwa apabila kita senantiasa beramal ketaatan kepada Allah dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Takwa bermakna menjadikan kita mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan wajib yang telah ditetapkan oleh Allah, serta dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam hadits qudsi,

“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku, dengan amalan wajib yang Aku cintai, dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga aku mencintainya.”

(HR. Bukhari).

Menjaga takwa setiap anggota keluarga di rumah dan di luar rumah

Inilah tugas kita, yaitu mengajak diri kita dan keluarga kita untuk bahu-membahu dan saling membantu dalam melaksanakan amal shalih. Saling tolong-menolong dalam rangka menyempurnakan amalan wajib dan memperbanyak amalan sunnah. Hendaknya setiap anggota keluarga saling mengingatkan dan saling memotivasi agar ada proses dakwah dan tolong-menolong dalam kebaikan, meskipun di dalam rumah.

Misalnya, sang ayah mengajak anggota keluarganya untuk puasa sunnah seperti puasa Syawal, puasa Senin Kamis, dan puasa sunnah lainnya. Dalam keseharian, ayah hendaknya membiasakan mengajak anak lelakinya untuk selalu shalat berjamaah di masjid, sedangkan ibu mengajak anak perempuannya untuk selalu shalat tepat waktu meskipun dikerjakan di rumah. Tak sekedar ajakan, orang tua juga hendaknya memberikan fasilitas bagi anaknya dalam beramal shalih, sehingga anak akan lebih mudah dan lebih bersemangat dalam mengerjakannya.

Usahakan agar setiap anggota keluarga memiliki amal shalih yang bersifat rutin, seperti shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al Qur’an, bersedekah dan lainnya. Meskipun jumlahnya kecil, asalkan dikerjakan secara rutin, maka amal seperti ini justru lebih dicintai Allah daripada amal yang besar namun hanya dikerjakan sekali saja.

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah amalan yang rutin walau itu sedikit.”

(HR. Muslim).

Takwa juga bermakna meninggalkan setiap perkara yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Artinya, orang yang bertakwa akan senantiasa berusaha menjauhi kemaksiatan dalam berbagai jenisnya, dan ia akan senantiasa tolong-menolong agar dirinya dan keluarganya tidak terjerumus pada perbuatan dosa.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu –sebagaimana dinukil dalam Latho’iful Ma’arif halaman 381— mengatakan, “Sebenar-benar takwa adalah menaati Allah tanpa bermaksiat kepada-Nya, mengingat Allah tanpa lalai dari-Nya, dan bersyukur atas nikmat-nikmat Allah tanpa kufur dari-Nya.”

Takwa bukan bagian akhir, tetapi ia masih di tengah perjalanan dan harus seantiasa dijaga dengan mewujudkan sebenar-benar takwa. Dan sebenar-benar takwa dapat diwujudkan dengan cara beribadah secara rutin dan istiqomah, serta konsisten menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya.

Menjaga takwa keluarga merupakan tugas setiap anggota keluarga. Masing-masing memiliki tanggung jawab untuk saling membantu dalam beramal shalih, serta saling menasihati dalam kebenaran, dengan kesabaran dan dengan kasih sayang. Keluarga yang saling bekerja sama dalam menjaga ketakwaan adalah keluarga yang kelak akan diselamatkan oleh Allah dari api neraka.

jagalah keluarga dari neraka #rumahkusurgaku - diminimalis.com
jagalah keluarga dari neraka #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Bukankah Allah telah memperingatkan,

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka!”

(QS. At-Tahrim : 6)

Cara terbaik untuk menjaga diri kita dan keluarga dari siksa api neraka adalah menjaga takwa. Semoga Allah senantiasa menjadikan keluarga kita sebagai keluarga yang bertakwa di dunia dan di jannah-Nya. Aamiin. (aa)

You might also like
1 Comment
  1. […] mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan sunnah –setelah melakukan amalan wajib— serta meninggalkan perkara yang haram dan makruh, layak disebut sebagai as-saabiquun al-muqarrabuun. Ya, merekalah golongan wali Allah […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.