Begini Metode Penentuan Awal Ramadhan di Indonesia

Memperhatikan bulan sabit termasuk salah satu cara menentukan awal Ramadhan - Diminimalis.com

Penentuan awal Ramadhan penting untuk kita pahami sejak saat ini, karena sebentar lagi kita akan menghadapi bulan suci ramadhan. Puasa ramadhan menjadi sebuah kewajiban bagi umat islam di dunia. Seperti yang dijelaskan di QS Al-Baqarah :183

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Bulan Ranadhan merupakan bulan suci bagi umat islam. Di bulan itu, pahala dilipat gAndakan, bahkan di dalamnya terdapat malam lailatul qadar yang menjadi malam seribu bulan.

penentuan awal ramadhan, penentuan awal ramadhan 2018, penentuan awal ramadhan dengan cara melihat bulan, cara menentukan awal ramadhan menurut muhammadiyah, penentuan awal ramadhan ditentukan melalui, pengertian hisab dan rukyat menurut muhammadiyah, hukum perbedaan penentuan bulan ramadhan, dalil tentang hisab dan rukyat, metode menentukan awal puasa ramadhan
Melihat hilal termasuk salah satu cara menentukan awal Ramadhan – Diminimalis.com

Metode penentuan Awal Ramadhan

Secara umum ada tiga cara untuk menentukan awal ramadhan, Anda bisa menyimak masing-masing penjelasannya di bawah ini:

• Istikmal

penentuan awal ramadhan, penentuan awal ramadhan 2018, penentuan awal ramadhan dengan cara melihat bulan, cara menentukan awal ramadhan menurut muhammadiyah, penentuan awal ramadhan ditentukan melalui, pengertian hisab dan rukyat menurut muhammadiyah, hukum perbedaan penentuan bulan ramadhan, dalil tentang hisab dan rukyat, metode menentukan awal puasa ramadhan
Karena Ramadhan adalah bulan suci, maka kedatangannya perlu diperhitungkan dengan akurat – Diminimalis.com

Istikmal merupakan menyempurnakan jumlah bulan syaban menjadi 30 hari. Jadi dari hari pertama puasa, sampai akhir puasa harus pas 30 hari. Hal ini sesuai dengan sabda Rasullullah saw yang artinya “ Dari abu hurairah bahwa nabi saw bersabda : Berpuasalah kamu sekalian karena kamu melihat bulan, dan berbukalah atau berlebaranlah kamu sekalian karena melihat bulan. Jika kamu sekalian tidak melihat bulan, maka sempurnakanlah bilangan hari syaban menjadi 30 hari (H.R Al Bukhari).

Jadi ketika sudah dilakukan pengamatan, tapi bulan tidak terlihat, Anda bisa menyempurnakan bulannya menjadi 30 hari. Ketika di malam tiga puluh sya’ban bulan terhalangi oleh awam, berarti bulan disempurnakan menjadi 30 hari. Ini dilakukan ketika terjadi keraguan-raguan. Karena kita harus membuang jauh keraguan-raguan.

• Hisab

Metode hisab inilah yang paling sering digunakan untuk menentukan awal bulan ramadhan. Hisab ini memakai ilmu perhitungan, hal ini dijelaskan dalam surat yunus ayat 5 :
“ Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah SWT tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tAnda-tAnda kebesarannya kepada orang-orang yang mengetahuinya.”

Metode hisab ini harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat. Metode ini berarti menghitung pergerakan posisi hilal, sehingga lebih mudah menentukan awal Ramadhan. Penggunaan metode ini, memang mengalami banyak perdebatan. Ada beberapa ulama yang mengatakan metode ini bid’ah, kecuali digabungkan dengan metode rukyah.

Hal ini dibedakan dari tafsirnya, banyak orang yang percaya melihat hilal berarti harus melihat langsung dengan mata. Tapi ada yang percaya melihat hilal berarti juga bisa melihat dari segi ilmu. Sehingga posisi hisab inilah yang digunakan. Walaupun tak terlihat, tapi bisa diperkirakan posisinya di mana. karena mendung juga bisa terjadi.

Bisa disimpulkan bila metode hisab ini lebih memakai perhitungan rasional. Ada rumus yang digunakan untuk perhitungannya. Tidak bisa dilakukan sembarangan atau tidak ahli di bidangnya, sehingga metodenya benar-benar tepat dan sesuai.

• Rukyah

penentuan awal ramadhan, penentuan awal ramadhan 2018, penentuan awal ramadhan dengan cara melihat bulan, cara menentukan awal ramadhan menurut muhammadiyah, penentuan awal ramadhan ditentukan melalui, pengertian hisab dan rukyat menurut muhammadiyah, hukum perbedaan penentuan bulan ramadhan, dalil tentang hisab dan rukyat, metode menentukan awal puasa ramadhan
Ruqyat hilal termnasuk salah satu cara menentukan awal Ramadhan – Diminimalis.com

Selain metode hisab, metode rukyah juga sering digunakan untuk penentuan awal ramadhan. Metode ini berarti dengan melihat munculnya bulan baru ketika matahari terbenam atau memasuki waktu maghrib. Bila ada dua orang yang melihatnya, berarti sudah ditentukan sebagai awal ramadhan atau masuk tanggal 1. Kbila bulan tak terlihat, bisa dibulatkan menjadi 30 hari atau disebut metode istikmal.

Bulan hijriah dihitung berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi. Dimulai dari terlihatnya hilal atau bulan sabit. Bulan membutuhkan waktu 29,5 hari untuk mengelilingi bumi. Oleh karena itu bulan bisa dihitung 29 hari atau 30 hari, karena penampakan bulan terkadang berubah dari bumi.

Rukyah sendiri berasal dari kata melihat. Artinya metode untuk melihat langsung bulan sabit yang berada di kaki langit waktu ghurub, dengan mata telanjang maupun alat bantu. Metode ini terkadang sulit dilakukan karena hanya 1,25% penampakan bulan yang terlihat yang seperti sebuah garis lengkung saja. Apalagi kondisi cuaca sedang tidak mendukung, seperti mendung atau hujan, yang membuat kita lebih sulit untuk melihat hilalnya.

Hilal pun hanya muncul sekejab, sekitar 15 menit hingga 1 jam saja. Sampai akhirnya tenggelam bersama matahari. Untuk melihat hilal, kita harus berada di sudut azimut 2 derajat lebih dari matahari. Jadi bulan harus berada di atas matahari. Kalau kurang itu, bulan akan langsung tenggelam.

Penggunaan tiga metode ini memang saling mendukung satu sama lain. Ada ahli yang hanya menggunakan metode rukyah saja. Ada juga yang memakai metode hisab. Namun yang paling kuat untuk dijadikan patokan syar’I adalah penentuan awal Ramadhan menggunakan metode no 3, yaitu rukyah hilal.

Pemerintah sendiri selalu menggunakan dua metode rukyah sebagai pendekatan empirik dan metode hisab sebagai pendekatan rasional. Metode hisab untuk melakukan perhitungan posisi dan wujud hilal, sedangkan rukyah untuk mengkonfirmasi posisi hilalnya, apakah memang benar-benar terlihat atau tidak. Lalu jika ternyata posisi tersebut tidak terlihat, maka digenapkan menjadi 30 hari.

Itulah sedikit penjelasan tentang metode penentuan awal Ramadhan, dan jangan lupa untuk mempersiapkan diri, agar dapat memaksimalkan produktifitas saat bulan Ramadhan. Semoga ulasan di atas bisa memberikan informasi bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui metode menetukan awal bulan Ramadhan. Semoga tahun ini, kita bisa bertemu dengan Ramadhan kembali. (ck)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.