Menghadirkan Mushola Dalam Rumah Kecil yang Religius

Pilih tempat berbuka puasa yang memiliki fasilitas mushola - Diminimalis.com

Apakah Anda sedang memimpikan bisa membangun mushola dalam rumah kecil Anda? Sebagaimana yang kita tahu, bagi masyarakat muslim, shalat lima waktu sehari semalam merupakan sebuah rutinitas yang wajib dilakukan setiap harinya. Meskipun sangat dianjurkan melaksanakan ibadah shalat di masjid, namun ada kalanya saat-saat tertentu, dimana hanya memungkinkan untuk beribadah di rumah saja bersama-sama dengan keluarga.

Nah, agar Anda merasa lebih nyaman saat melaksanakan kewajiban ibadah shalat di rumah, maka sebaiknya Anda memiliki ruang khusus untuk melaksanakan ibadah tersebut. Meskipun rumah Anda kecil, bukan berarti Anda tidak bisa menghadirkan sebuah mushola kecil dalam hunian Anda.

 mushola dalam rumah kecil, mushola minimalis dalam rumah, desain mushola kecil, ukuran mushola dalam rumah, desain mushola mungil di teras belakang rumah, mushola minimalis didalam rumah, desain tempat wudhu dalam rumah, desain mushola pribadi, ruang sholat dalam rumah minimalis
Mushola di rumah minimalis harus selalu dijaga kebersihannya – Diminimalis.com

Lantas, bagaimana tips menghadirkan mushola dalam rumah kecil yang nyaman serta membuat suasana menjadi lebih religius? Nah, langsung saja silahkan simak berikut ini.

Menghadirkan Mushola Dalam Rumah Kecil yang Nyaman dan Religius

• Pemilihan Letak Ruang

 mushola dalam rumah kecil, mushola minimalis dalam rumah, desain mushola kecil, ukuran mushola dalam rumah, desain mushola mungil di teras belakang rumah, mushola minimalis didalam rumah, desain tempat wudhu dalam rumah, desain mushola pribadi, ruang sholat dalam rumah minimalis
Pilihlah letak mushola yang tepat – Diminimalis.com

Untuk menghadirkan sebuah mushola dalam rumah kecil, Anda perlu memikirkan tata letak ruangan yang tepat. Salah memilih ruangan dapat menyebabkan ibadah Anda menjadi tidak terasa nyaman.

Ruang yang tepat untuk dijadikan sebagai mushola yaitu ruang yang terletak di deretan kamar pribadi. Kamar pribadi biasanya sangat identik dengan ketenangan karena merupakan tempat peristirahatan, sehingga ruang yang terletak di samping kamar pribadi sangat cocok untuk dijadikan mushola karena tidak berisik.

Sedangkan ruangan yang dianggap kurang cocok untuk dijadikan mushola dalam rumah kecil adalah ruangan yang terletak di samping ruang tamu atau ruang keluarga. Kenapa? Karena kedua ruangan ini biasanya akan sedikit lebih berisik karena menjadi tempat berkumpulnya tamu atau keluarga, sehingga ibadah shalat yang Anda laksanakan dalam mushola tersebut kemungkinan besar akan sedikit terganggu.

• Hindari Jendela yang Letaknya di Depan Kiblat

Pilihlah ruangan yang memiliki sumber pencahayaan yang cukup, seperti adanya beberapa buah jendela kaca. Ruangan yang disinari oleh cahaya alami akan terasa lebih luas, meskipun hanya berukuran 2 x 3 meter saja. Sebaliknya, ruangan akan terasa sumpek dan sempit jika tidak memiliki sumber pencahayaan yang cukup, meskipun ruang tersebut sangat luas.

Perlu diperhatikan bahwa jangan sampai Anda memilih ruangan yang letak jendelanya tepat berada di depan arah kiblat. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela yang terletak di depan kiblat tentunya akan membuat konsentrasi Anda dalam beribadah akan sedikit terganggu. Apalagi saat melaksanakan shalat sunah Dhuha dan shalat fadhu Dzuhur, di mana pada waktu tersebut matahari sedang menampakkan kilauan cahayanya.

Jika memang semua ruangan yang ada di rumah Anda memiliki jendela yang menghadap kiblat, maka letakkanlah gorden transparan untuk mengurangi paparan sinar matahari saat pagi dan siang hari.

• Pintu di Belakang Kiblat

Jika ada, pilihlah ruangan yang pintunya terletak di belakang kiblat. Bukan di depan atau di samping. Pintu yang terletak di samping akan membuat Anda tidak berkonsentrasi saat beribadah karena akan muncul bayangan ketika ada orang yang masuk atau keluar dari mushola tersebut. Oleh sebab itulah, pintu yang terletak di bagian belakang akan lebih baik karena tidak akan mengganggu konsentrasi Anda dengan kehadiran orang lain.

• Pilihlah Cat yang Berwarna Soft

 mushola dalam rumah kecil, mushola minimalis dalam rumah, desain mushola kecil, ukuran mushola dalam rumah, desain mushola mungil di teras belakang rumah, mushola minimalis didalam rumah, desain tempat wudhu dalam rumah, desain mushola pribadi, ruang sholat dalam rumah minimalis
Pilihlah cat yang berwarna soft – Diminimalis.com

Agar mushola Anda yang kecil terasa lebih luas, segar dan menenangkan, maka pilihlah cat dinding yang berwarna soft, seperti warna cream, abu-abu muda dan cokelat muda. Selain warna soft, Anda juga bisa memilih warna yang cerah dan terang, seperti biru langit, hijau daun, hijau lemon, ungu muda dan orange.

Tempat Wudhu

Akan lebih baik jika mushola di rumah Anda terdapat tempat wudhu di belakangnya atau di dekat pintu masuknya. Namun jika ruangnya terlalu sempit maka sebaiknya tidak perlu ada tempat wudhu.

• Tidak Perlu Ada Sekat

Membuat konsep mushola dalam rumah tidak perlu meniru konsep ruangan masjid yang memiliki sekat atau pemisah antara jamaah pria dan wanita. Sekat atau pemisah hanya akan membuat mushola di rumah Anda menjadi terasa lebih sempit, meskipun sekat tersebut hanya terbuat dari kain transparan saja.

Tidak Perlu Meletakkan Banyak Ornamen dan Perabotan

Hal ini bukan berarti bahwa Anda tidak diperbolehkan meletakkan perabotan dan ornamen dalam mushola Anda. Hanya saja, perabotan dan ornamen yang berlebihan akan membuat ruang gerak menjadi semakin sempit.

Jika memang Anda memerlukan perabotan untuk menyimpan sajadah, mukena, tasbih, Alquran dan lainnya maka sebaiknya letakkanlah satu lemari kecil saja. Letakkan lemari tersebut di area belakang atau dekat dengan pintu masuk.

Sedangkan untuk mempercantik desain mushola, Anda bisa meletakkan ornamen penghias dinding, seperti kaligrafi yang bertuliskan nama Allah dan Muhammad, penggalan ayat suci Alquran, hadits dan doa-doa. Namun perlu diingat, letakkanlah ornamen tersebut seperlunya saja.

Selain itu, pilihlah ornamen dan perabotan yang memiliki bentuk dan warna yang senada dengan desain mushola Anda di rumah Anda.

Letakkan Satu atau Dua Buah Alat Pendingin Ruangan

Ada kalanya, suhu udara di atas permukaan bumi ini akan meningkat sesuai dengan musim yang sedang berjalan. Tentunya penggunaan alat pendingin ruangan, seperti AC atau kipas angin sangat diperlukan agar mushola Anda tetap terasa sejuk, sehingga saat melaksanakan ibadah, terutama shalat Anda tidak akan merasa kepanasan.

Berikan Pengharum Ruangan

Agar suasana ibadah semakin bertambah nyaman, sebaiknya letakkanlah pengharum ruangan yang memiliki wangi yang menyegarkan indera penciuman.

• Letakkan Satu atau Dua Tanaman Hijau

Ruangan yang sempit biasanya memiliki kadar oksigen yang lebih sedikit sehingga ruangan akan terasa pengap. Apalagi saat di siang hari. Selain dapat menyegarkan indera penglihatan, tanaman hijau juga berfungsi sebagai penambah oksigen dalam ruangan yang sempit.

Nah, bila Anda hendak membuat mushola di dalam rumah, ada baiknya Anda memperhatikan elemen apa saja yang perlu ada dalam sebuah mushola di rumah. (ar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.