Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

MULIAKAN RUMAHMU DENGAN MEMULIAKAN TAMU

MULIAKAN RUMAHMU DENGAN MEMULIAKAN TAMU #rumahkusurgaku - diminimalis.com
MULIAKAN RUMAHMU DENGAN MEMULIAKAN TAMU #rumahkusurgaku - diminimalis.com
MULIAKAN RUMAHMU DENGAN MEMULIAKAN TAMU #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Tak ada rumah yang tak pernah dikunjungi oleh seseorang. Tamu menjadi bagian dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat. Ia hadir ke rumah kita bisa karena sekedar singgah atau disebabkan adanya kepentingan dengan kita. Dan Islam sebagai agama yang sempurna, ia memiliki kaidah mengenai bagaimana seharusnya memperlakukan tamu kita.

Islam mengajarkan kita untuk menghormati dan memuliakan tamu. Tidak sebatas pada sekedar basa-basi dalam menyambutnya, namun juga dengan perlakuan yang baik. Misalnya dengan memberikan jamuan, meski hanya sekedarnya.


Memuliakan tamu merupakan bagian dari keimanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamu.”

(HR. Bukhari Muslim).

Bagaimana Cara Memuliakan Tamu?

Langkah pertama adalah bersegera menjawab salam tamu dengan jawaban salam yang lebih sempurna. Hal ini merupakan akhlak yang baik karena saling mendoakan antara sesama muslim. Disunahkan pula mengucapkan selamat datang kepada para tamu.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ketika Abi Qais datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.”

(HR. Bukhari)

Selanjutnya, persilahkan tamu masuk dan duduk di tempat duduk yang ada di ruang tamu. Hidangkanlah jamuan pada tamu karena perbuatan ini merupakan sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya memberi jamuan kepada tamu termasuk sunnah Nabi Ibrahim, yang Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan umatnya untuk mengikuti ajaran beliau.” (At-Taisir, 889).

Baca juga artikel menarik berikut >>  TIPS MENGAJARKAN PATRIOTISME KEPADA BUAH HATI TERCINTA

Memberikan jamuan kepada tamu merupakan perkara yang dianjurkan, namun hendaknya kita tidak berbuat takalluf atau memaksakan diri. Hidangan yang kita sajikan bisa apa saja yang ada di rumah, meskipun jika terpaksa hanya sekedar segelas air putih. Mengenai larangan takalluf,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan,

“Janganlah seseorang memaksakan diri (untuk melayani) tamunya dengan sesuatu yang tidak ia sanggupi”

(HR. Abu Nu’aim, Al-Khathib dan Ad-Dailami. Lihat juga Ash-Shahihah, no. 2440).

Termasuk dalam perkara yang dilarang adalah membiasakan berbohong kepada tamu. Misalnya, ketika kita bersusah payah menyajikan jamuan, lantas tamu berkata, “Wah, saya jadi merepotkan, nih.” Kita menjawab dengan sedikit berbohong, “Tidak repot, kok.” Padahal, pada kenyataannya kita memang merasa kerepotan dalam menyajikan jamuan, bahkan sampai harus membeli sesuatu di warung. Mungkin perkataan ini dinilai sederhana, namun di dalamnya terdapat dusta yang seharusnya dijauhi.

Baca juga artikel menarik berikut >>  Menata Ruang Tamu Sempit agar Tampak Luas, Begini Caranya

Sikap memuliakan tamu, bukan hanya mencerminkan kemuliaan hati tuan rumah, melainkan juga cerminan keimanan. Perbuatan ini akan memuliakan pelakunya, hingga rumah yang di dalamnya terdapat aktivitas memuliakan tamu pun akan dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mari ajarkan anak-anak kita untuk memuliakan tamu yang berkunjung ke rumah. (aa)

orang beriman memuliakan tamu #rumahkusurgaku - diminimalis.com
orang beriman memuliakan tamu #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.