Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

MENJAGA IZZAH KELUARGA SEDARI RUMAH

MENJAGA IZZAH KELUARGA SEDARI RUMAH #rumahkusurgaku - diminimalis.com

Hidup berumah tangga tidak selamanya lancar, sebagaimana kapar berlayar terkadang harus menghadapi ombak dan badai. Riak-riak permasalahan selalu hadir dari dalam maupun luar rumah. Hal terpenting ketika problema tiba adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapinya.

Kita dituntut untuk menjaga izzah diri dan keluarga. Ya, menjaga kehormatan dan kemuliaan merupakan kewajiban, meski pada saat yang bersamaan harus berhadapan dengan berbagai persoalan. Jangan lantas ujian kehidupan datang mendera, kita memilih jalan yang tidak diridhai oleh Allah.


MENJAGA IZZAH KELUARGA SEDARI RUMAH #rumahkusurgaku - diminimalis.com
MENJAGA IZZAH KELUARGA SEDARI RUMAH #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Masalah boleh datang menghampiri, namun ucapan dan perbuatan kita harus tetap terkendali. Hal inilah yang mampu menjaga izzah kita, sehingga harga diri selaku seorang muslim dan keluarga muslim tidak mengalami kehinaan. Dari dalam rumah kita, biasakanlah untuk selalu bersikap positif dalam menghadapi setiap persoalan. Perselisihan dengan pasangan hidup, atau bertengkar dengan anak, hendaknya masih dapat disikapi secara bijaksana.

Kiat menjaga izzah keluarga

Menjaga izzah dari rumah dapat ditempuh dengan berbagai langkah.

Pertama, hendaknya setiap muslim senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah, baik dalam keadaan memiliki masalah maupun ketika memperoleh nikmat. Adapun sebaik-baik perbuatan dalam mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan mengerjakan setiap amalan wajib, kemudian menyempurnakannya dengan amalan sunnah.

Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi,

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.”

(HR. Bukhari).

Mereka yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan sunnah –setelah melakukan amalan wajib— serta meninggalkan perkara yang haram dan makruh, layak disebut sebagai as-saabiquun al-muqarrabuun. Ya, merekalah golongan wali Allah yang terdepan. Terlebih lagi jika kita mampu mengajak anggota keluarga untuk bersama-sama membiasakan diri dalam amalan wajib dan sunnah, maka izzah keluarga kita akan terjaga dari rumah dan diakui di tengah masyarakat.

mendekat hingga dicintai #rumahkusurgaku - diminimalis.com
mendekat hingga dicintai #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Kedua, hendaknya setiap muslim atau keluarga muslim senantiasa menjadikan syukur dan sabar sebagai karakter mereka dalam menghadapi setiap keadaan. Keduanya merupakan perkara yang baik, yang akan memberikan kehormatan dan kemuliaan yang tinggi bagi pelakunya. Memupuk rasa syukur dan sabar bisa dimulai dari rumah kita, yaitu dengan cara anggota keluarga berusaha untuk saling mengingatkan agar selalu bersyukur atas nikmat yang diperoleh dan bersabar terhadap perkara yang tidak disukai.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak dijumpai kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya. Dan apabila mendapatkan kesusahan, dia pun sabar, maka hal itu baik baginya.”

(HR. Muslim).

Ujian rumah tangga merupakan sunnatullah. Setiap keluarga akan diuji dengan berbagai macam, baik dengan suatu yang disenangi seperti kemudahan dan kelapangan rizki, atau diuji dengan perkara yang tidak disukai seperti kekurangan ekonomi, kesulitan, musibah dan lainnya. Hanya dengan syukur dan sabar, izzah setiap keluarga muslim akan senantiasa terjaga, sehingga berbalas ridha dan pahala dari sisi Allah.

Ketiga, hendaknya setiap permasalahan, apalagi masalah suami istri, tidak keluar rumah. Perselisihan adalah hal yang wajar, namun menjaga masalah tidak didengar oleh orang lain –termasuk orang tua kita— merupakan sikap yang wajib dikedepankan. Sebisa mungkin setiap persoalan diselesaikan secara bijak oleh suami istri, sehingga permasalahan itu tidak akan membuat ikatan kasih sayang menjadi terkoyak, namun justru semakin menguatkan simpul cinta antara keduanya.

Menjaga diri dari tersebarnya masalah dan aib keluarga akan menjadikan izzah kita terjaga. Sebaliknya, menyebarkan setiap perselisihan dengan pasangan kita justru akan menghadirkan kesan negatif keluarga kita di mata masyarakat. Karena itu, jagalah izzah diri dan keluarga kita dari dalam rumah, niscaya Allah akan memberikan kemuliaan bagi kita di luar rumah. (aa)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.