Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

MENJAGA AMALAN SETELAH HARI RAYA IDUL FITRI

MENJAGA AMALAN SETELAH HARI RAYA #rumahkusurgaku - diminimalis.com
MENJAGA AMALAN SETELAH HARI RAYA #rumahkusurgaku - diminimalis.com
MENJAGA AMALAN SETELAH HARI RAYA #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Menjaga amalan setelah hari raya merupakan nikmat yang harus kita syukuri. Alhamdulillah, kita diberikan kesempatan oleh Allah merasakan nikmat berhari raya Idul Fitri. Hari bahagia bagi kaum muslimin, hari berbuka dan hari berkumpul bersama keluarga. Dihalalkan bagi kita menikmati makan dan minum di siang harinya. Amalan terhadap sesama seperti silaturahim, juga menjadi mudah untuk dikerjakan pada masa hari raya.

Sayangnya, seringkali kehadiran hari raya seolah menjadi titik balik dari iman dan amal seseorang. Dia yang begitu khusyuk dan bersungguh-sungguh di sepuluh hari terakhir Ramadhan, berubah menjadi seolah tak mengenal Rabb-nya ketika hari raya tiba. Amal yang bisa dilakukan tak membekas, sehingga dengan mudah ia meninggalkan amal utama seperti shalat jamaah, shalat sunnah dan ibadah lainnya yang selama Ramadhan telah akrab bersamanya.


Banyak orang yang lebih memilih berpesta dan bersenang-senang setelah Ramadhan, seakan Ramadhan menjadi pengekang dan mereka merasa terbebas dari belenggu yang selama ini membatasi ruang geraknya. Mereka tak peduli lagi soal iman dan amal karena yang ada di benak mereka adalah bergembira dan bersenang-senang.
Bagi seorang mukmin, bencana terbesar bukanlah meletusnya gunung atau terjadinya tsunami, namun bencana paling dahsyat adalah tercabutnya iman dari hati kita. Inilah yang perlu kita takutkan dan kita waspadai karena seringkali kenikmatan yang Allah berikan justru menjadi sarana kita menjadi kufur ketika kita tidak tahu lagi bagaimana cara bersyukur.

Menjaga amalan setelah hari raya laksana Ramadhan sepanjang tahun

Selepas Ramadhan, ada kewajiban bagi kita untuk bersungguh-sungguh menjaga, merawat dan meningkatkan iman dan amal. Sembari dengan usaha yang sungguh-sungguh, kita pun hendaknya selalu berdoa, Yaa muqollibal quluub, tsabit qolbi ‘ala diinik, (wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu).
Ingatlah, Allah Ta’ala memperingatkan kita untuk bertakwa dengan sungguh-sungguh, dengan sebenar-benarnya, ittaqullaaha haqo tuqootihi. Dan perintah itu bukan ditujukan saat Ramadhan saja, melainkan setiap waktu hingga akhir ajal kita. Oleh karena itu, Allah Ta’ala juga memperingatkan kepada kita, walaa tamuutunna illaa wa antum muslimuun, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.

Lantas, siapa yang dapat menjamin kita dimatikan oleh Allah dalam keadaan beriman dan ber-Islam, sementara kita tidak pernah bersungguh-sungguh menjaga keimanan dan amal shalih kita?

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsirnya mengatakan, “Peliharalah Islam dalam diri kalian sewaktu kalian sehat dan sejahtera agar kalian nanti mati dalam keadaan beragama Islam, karena sesungguhnya sifat dermawan itu terbina dalam diri seseorang berkat kebiasaannya berderma. Barangsiapa yang hidup menjalani suatu hal, maka ia pasti mati dalam keadaan berpegang kepada hal itu. Dan barangsiapa yang mati dalam keadaan berpegang kepada suatu hal, maka kelak ia dibangkitkan dalam keadaan tersebut.”

Kunci dalam menjaga takwa sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Katsir adalah membiasakan melakukan amal shalih hingga akhir usia kita. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh seorang ulama tabi’in, Hasan Al Bashri rahimahullah, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan waktu akhir seorang mukmin selain kematiannya.”

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya),

 

(QS. Al Hijr: 99).

sembahlah Rabb sampai maut datang #rumahkusurgaku - diminimalis.com
sembahlah Rabb sampai maut datang #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Ibnu Abbas, Mujahid dan jumhur ulama menyatakan bahwa maksud al yaqin adalah kematian.

Ramadhan memang telah berlalu, namun iman dan amal kita tidak boleh turut pergi. Keduanya harus dijaga hingga akhir hayat kita. Menjaga amalan setelah hari raya Idul Fitri menjadi target selanjutnya. Ingatlah, Allah yang kita sembah pada bulan Ramadhan juga adalah Dia yang kita sembah pada bulan-bulan lainnya. Oleh karenanya, beriman dan beramallah selalu kepada Allah hingga kita dimatikan dalam keadaan beriman dan ber-Islam, serta diberi balasan berupa ridha dan jannah-Nya. (aa)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.