Ada Apa di Balik Kampanye Menghemat Penggunaan Plastik?

Batasi penggunaan kantong plastik - Diminimalis.com

Ajakan untuk menghemat penggunaan plastik sudah lama kita dengar. Tapi belum semua kalangan masyarakat sadar sepenuhnya untuk benar-benar menerapkan kebiasaan tersebut. Banyak yang masih menganggap remeh akan hal ini, karena belum semuanya paham akan dampak buruk pada lingkungan kita untuk jangka panjang. Padahal tindakan membiarkan atau mencegah bertambahnya limbah plastik di lingkungan, memiliki dampak jangka panjang bagi kelestarian lingkungan hidup anak cuicu kita. Karena pentingnya kesadaran tersebut, maka pada kesempatan kali ini, Diminimalis akan mengulas untuk Anda tentang alasan mengapa kita harus bisa menghemat penggunaan plastik mulai dari sekarang.

Menghemat Penggunaan Plastik, cara menghemat kertas dan plastik, dampak buruk kantong plastik
Kantong plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dengan tanah – Diminimalis.com

Menghemat penggunaan plastik dan berbagai alasannya

Secara tidak sadar, manusia memang telah bergantung pada penggunaan plastik sejak lama. Kita teramat nyaman dan termanjakan akan bahan-bahan plastik di kehidupan sehari-hari ini. Akibatnya, kita menjadi kerepotan untuk benar-benar melakukan migrasi pola dari penggunaan plastik, ke bahan yang ramah lingkungan.

Padahal, penggunaan plastik yang cenderung meningkat, pada akhirnya dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Lebih jauh tentang fenomena penggunaan plastik yang semakin mencemari lingkungan, ada baiknya Anda menyimak beberapa fakta di bawah ini.

Menghemat Penggunaan Plastik, cara menghemat kertas dan plastik, dampak buruk kantong plastik
Kantong plastik yang mencemari lingkungan – Diminimalis.com

– Diperkirakan ada 500 juta hingga 1 miliar kantong plastik yang digunakan penduduk dunia dalam kurun waktu 1 tahun. Indonesia sendiri menjadi negara kedua terbesar penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Hasil riset sciencemag.org ini menjadi tolak ukur bahwa Indonesia darurat sampah.

– Untuk mendaur ulang plastik dibutuhkan waktu 500 hingga 1000 tahun. Jika dibiarkan, sampah-sampah plastik ini dapat mencemari dan merusak lingkungan. Sampah-sampah tersebut dapat terbawa aliran air dan menyumbat sungai serta danau. Ketika berinteraksi dengan air, plastik-plastik ini dapat membentuk bahan kimia yang berbahaya dan mencemari air bersih serta biota di dalamnya.

– Sampah-sampah tersebut bahkan bisa membahayakan nyawa kita dan mahkluk hidup lainnya karena terdapat banyak bahan-bahan berbahaya di dalamnya. Ada etilen oksida, xylene, dan benzene yang merupakan zat kimia berbahaya. Ada juga beberapa zat aditif, seperti phthalates, adipates, dan alkilfenol. Apabila sampah-sampah ini dikonsumsi oleh hewan laut maupun darat dapat menyebabkan kematian.
Konsumsi berlebihan terhadap plastik pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar karena bukan berasal dari senyawa biologis. Plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 – 500 tahun hingga dapat terurai dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

Untuk menanggulangi sampah plastik, beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna sehingga akan menjadi dioksin di udara. Itu sebabnya manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi. Selain itu, plastik yang dibakar tidak benar-benar hilang melainkan meleleh dan berubah bentuk. Plastik yang berubah bentuk tersebut tetap ada dan mengendap di dalam tanah. Pada akhirnya plastik tersebut akan mengurangi kualitas tanah yang telah dicemarinya.

Apa yang harus kita lakukan?

Untuk memulai gerakan anti kantong plastik, kita hanya perlu mengubah cara pandang dan kebiasaan menggunakan plastik. Dengan mendisiplinkan diri mengurangi pemakaian plastik, kita ikut ambil bagian menyelamatkan lingkungan hidup demi masa depan anak cucu serta generasi mendatang.

Kita memang tidak mungkin meninggalkan penggunaan kantong plastik 100%. Tetapi kita bisa melakukan beberapa upaya positif untuk lingkungan, seperti memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang sampah plastik (recycle). Aplikasi teknis untuk menerapkan upaya positif tersebut, bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut.

– Membawa kantong atau tas kain sendiri saat berbelanja.

Sebenarnya budaya membawa tas belanja sendiri sudah ada sejak zaman orang tua dan nenek kita. Zaman dahulu, mereka selalu membawa tas jinjing atau tas belanja sendiri yang biasanya terbuat dari anyaman bambu atau bahan goni. Tas belanja tersebut sebenarnya masih sering digunakan, hanya saja nama dan fungsinya saja yang berubah.

– Kalaupun memang harus memakai kantong plastik, gunakanlah plastik yang ramah lingkungan. Dan jangan lupa, usahakan pada kegiatan belanja selanjutnya, sebisa mungkin Anda menggunakan plastik yang pernah digunakan, untuk dimanfaatkan kembali. Sampaikan hal ini kepada kasir minimarket, dan pastinya mereka tak akan keberatan dengan kebiasaan baru yang Anda lakukan. Ajaklah keluarga, teman dan tetangga untuk melakukan hal yang sama, agar apa yang kita biasakan menjadi lazim di kalangan masyarakat dan ditersukan ke lingkungan yang lebih luas.

Meski kita tidak bisa mengimbangi efek semakin melimpahnya sampah plastik yang terus bertambah secara masif, namun setidaknya kita jangan sampai pasrah begitu saja. Perubahan sekecil apapun, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar, tentu akan terasa manfaatnya daripada kita tidak melakukan perubahan sedikitpun.

Demikian ulasan kami tentang manfaat menghemat penggunaan plastik di rumah. Semoga dengan mulai melakukan kebiasaan menghemat penggunaan plastik ini, Anda kita bisa bersama-sama melakukan aksi nyata untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan di sekitar kita. (ls)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.