Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

URGENSI MENGAJARKAN JIWA PATRIOTISME PADA ANAK SEDARI BELIA

URGENSI MENGAJARKAN JIWA PATRIOTISME PADA ANAK SEDARI BELIA #rumahkusurgaku - diminimalis.com
URGENSI MENGAJARKAN JIWA PATRIOTISME PADA ANAK SEDARI BELIA #rumahkusurgaku - diminimalis.com
URGENSI MENGAJARKAN JIWA PATRIOTISME PADA ANAK SEDARI BELIA #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Jiwa patriotisme pada anak adalah sebuah hal yang penting untuk diupayakan sedari kecil. Jiwa patriotisme merupakan salah satu karakter yang perlu dimiliki oleh seseorang untuk bekal masa depannya. Patriotisme hendaknya menjadi salah satu karakter yang kita ajarkan kepada anak kita sedari masih belia.

Patriotisme merupakan karakter yang dimiliki oleh orang-orang yang berjiwa besar. Para tokoh besar memiliki jiwa patriotisme yang besar pula. Namun tidak lantas seseorang yang tidak terkenal atau biasa-biasa saja pada kesehariannya dikatakan tidak bisa memiliki jiwa patriotisme.


Jiwa patriotisme pada anak dan urgensinya

Patriotisme menurut id.wikipedia.org bermakna,
“sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau “heroism” dan “patriotism” dalam bahasa Inggris. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.”

Dari ulasan makna tadi, maka bisa kita tarik garis besar karakter patriotisme. Bahwa karakter patriotisme mengandung beberapa sifat yaitu, berani, pantang menyerah, dan rela berkorban. Ketiga sifat ini yang kemudian menjadi ciri khas dari sifat karakter patriotisme dalam seseorang.

Berani menjadi sikap dasar patriotisme. Sikap dimana seseorang memiliki tekad dan niat yang kuat untuk mencoba sesuatu, mempertahankan sesuatu atau membela sesuatu yang menurutnya sesuai dengan nilai-nilai yang ia yakini berharga. Seperti contohnya nilai kebenaran, nilai kemanusiaan, prinsip pribadi, kemuliaan seseorang atau agamanya. Berani merupakan lawan kata takut, namun bukan tidak mungkin pada diri seseorang terdapat dua sifat ini dalam satu waktu, hanya saja kadar mana yang lebih mendominasi, itulah yang kemudian memunculkan sikap yang nampak dalam perwujudan perilaku.

Contoh hal tersebut adalah ketika seorang anak harus membela apa yang menjadi hak miliknya ketika diminta oleh temannya. Dalam hati mungkin ia merasa takut, namun dominasi untuk mempertahankan hak miliknya mengalahkan rasa takut dalam diri, sehingga membuatnya berani untuk meminta apa yang menjadi haknya.

Seorang anak bisa saja memiliki rasa takut ketika diminta untuk tampil di atas panggung, membacakan ayat suci alquran misalnya. Namun dorongan semangat, motivasi dan pahala yang akan ia peroleh membuatnya menjadi berani untuk tampil pada akhirnya. Maka menjadi penting bagi orang tua untuk melatih anak agar memiliki sifat pemberani mewarisi dan mencontoh dari kedua orang tuanya.

Pantang menyerah adalah sikap positif yang dimiliki oleh setiap orang yang tekun mencapai apa yang ia cita-citakan. Tidak berhenti pada satu atau dua kali kegagalan menjadikan ia untuk giat mencoba, terus dan terus berusaha meraih apa yang ia niatkan. Pantang menyerah menjadikan seorang anak tidak manja. Tidak sebentar-bentar mengeluh, merengek, cengeng, meminta bantuan orang lain dan hal lain yang menjadikan dirinya tidak cukup kuat menghadapi berbagai permasalahan mulai dari yang sepele sampai yang berat dalam kehidupannya kelak.

Melatih anak untuk tidak mudah menyerah memerlukan ketelatenan dari orang tua. Mencontohkan, memotivasi dan menyemangati dan tidak memanjakannya menjadi kunci agar anak tidak menjadi manja dan kurang memiliki semangat berjuang. Hal ini menjadi penting, karena kita tidak akan selalu ada di setiap kesusahan yang kelak akan dialami oleh anak kita.

pentingnya patriotisme karena kita tidak akan selalu ada untuk mereka #rumahkusurgaku - diminimalis.com
pentingnya patriotisme karena kita tidak akan selalu ada untuk mereka #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Rela berkorban menjadi sifat berikutnya untuk melengkapi jiwa patriotisme. Rela berkorban mengesampingkan nilai-nilai materialistis, hitungan-hitungan duniawi, untung dan rugi, yang kesemuanya seringkali menjadikan seseorang memutuskan untuk mundur dari sebuah kebaikan. Rela berkorban menjadikan seseorang tidak lagi menggunakan hitungan-hitungan duniawi, namun beralih ke hitungan akherat. Ketika seseorang masih erat menghitung untung dan rugi secara materi, maka ia akan berat ketika harus berinfaq untuk masjid, terasa berat ketika harus membantu tenaga mengangkat barang belanjaan nenek tua di depannya, bahkan terlalu cuek untuk tidak perduli dengan apa yang menjadi kesulitan orang lain.

Dengan dimilikinya rela berkorban, maka seorang anak akan ringan ketika hendak membantu temannya yang jatuh, mengajari temannya yang belum bisa, bersedekah untuk temannya yang lupa membawa uang saku, membagi miliknya dengan temannya, dan hal lain yang ia lakukan tanpa harus menghitung untung dan rugi, apa yang ia peroleh sebagai ganti, kecuali biarlah Allah yang memberi balasan. Dan lagi-lagi peran orang tua dalam mengajarkan dan mencotohkan menjadi penting.

Maka dengan sifat-sifat positif yang menyusun karakter patriotisme, adalah hal yang penting bagi kita untuk membekali buah hati kita dengan karakter ini. Sebuah karakter yang menjadikanya tangguh dan mandiri di masa yang akan datang, ketika kita mungkin sudah tak lagi bersamanya.

Salam diminimalis. (rd)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.