oleh

Tahapan Detail Mendidik Anak Usia di Bawah 10 Tahun

Ada banyak hal yang perlu dipahami setiap orang tua untuk mendidik anak usia di bawah 10 tahun. Namun, apakah para orang tua sudah mempelajari terlebih dahulu kebutuhan pembelajaran tahap tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya? Sayangnya, hal ini yang sering diabaikan dan luput dari perhatian. Maka dari itu, agar menjadi orang tua yang bijak sebaiknya Anda memahami tentang pendidikan apa saja yang dibutuhkan buah hati Anda pada usia tumbuh kembangnya.

Mendidik Anak Usia di Bawah 10 Tahun, cara mendidik anak laki-laki usia 10 tahun, perkembangan anak usia 10 tahun, psikologi anak umur 9 tahun, cara mendidik anak laki laki usia 9 tahun, perkembangan anak usia 9-10 tahun, cara mendidik anak usia 9 tahun menurut islam, cara mendidik anak laki laki usia 12 tahun, perkembangan anak usia 9 tahun
Anak pada fase di bawah 10 tahun, lebih gemar bermain di area terbuka – Diminimalis.com

Mendidik Anak Usia di Bawah 10 Tahun?

Untuk mendidik anak usia di bawah 10 tahun, ada baiknya mempelajari terlebih dahulu tahapan tumbuh kembang mereka. Dari sini, Anda bisa memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak.

1. Tahap usia 0-2 tahun

Pada tahapan yang pertama usia 0-2 tahun, si kecil baru saja mulai menggerakkan badannya. Di sini, sang anak akan mulai mengembangkan berbagai kemampuan motorik kasar meliputi tengkurap, duduk, merangkak, hingga berjalan.

2. Tahap usia 2-3 tahun

cara mendidik anak perempuan, mendidik anak perempuan cara rasulullah, cara mendidik anak perempuan sejak dini, cara mendidik anak perempuan usia 10 tahun, cara mendidik anak perempuan usia 5 tahun, keutamaan mendidik anak perempuan
Mendidik anak di bawah 5 tahun – Diminimalis.com

Setelah berhasil mengembangkan kemampuan motoriknya, anak mulai berkembang untuk mendorong stimulasi bahasa. Kemampuan berbahasa mereka memang masih sangat terbatas bahkan terkadang belum jelas saat mengucapkan kata-kata. Pada tahap usia ini, anak Anda sedang mulai belajar untuk mengulang ucapan yang ia dengar dari orang-orang sekitarnya dan cara yang digunakannya untuk mengekspresikan keinginannya.

Anda bisa mulai menstimulasi bahasa kepada mereka secara rutin. Sebaiknya, jangan ajarkan terlalu banyak bahasa terlebih dahulu. Fokus pada 1 bahasa agar anak tidak bingung dan mampu menguasainya sebagai bekal untuk berinteraksi dengan orang lain dan teman sebaya.

3. Tahap usia 3-4 tahun

Pada usia ini, anak sedang mengalami fase interaksi dan sosialisasi. Mereka mulai menyadari keberadaan teman atau orang-orang yang dekat dengannya. Ia mulai bermain bersama teman-teman sebayanya. Sering-sering ajak anak untuk bermain bersama teman seumuran agar ia dapat bersosialisasi dan menjadi anak yang tidak penakut.

4. Tahap usia 4-5 tahun

Usia 4-5 tahun merupakan masa yang krusial karena anak sudah mulai belajar atau diajari tentang tanggung jawab dan kemandirian. Jika biasanya mereka masih sepenuhnya diurus dan dibantu pada usia sebelumnya, maka saat usia 4-5 tahun mereka sudah bisa melakukan hal-hal kecil sendiri. Pada usia ini, anak biasanya sudah dimasukkan ke dalam Taman Bermain Kanak-Kanak (TK).

Cara belajar anak usia 4 tahun di rumah bisa dimulai dengan mengajarkan hal-hal kecil secara mandiri. Contohnya, bagaimana menggunakan sepatu, makan, dan mengambil keputusan sendiri. Bimbing mereka secara halus apabila masih kesulitan melakukannya sendirian

5. Tahap usia 6-10 tahun

Biasanya, pada usia ini anak sudah masuk sekolah dasar dimana mereka sudah mulai pendidikan formal di luar rumah. Pada tahap ini, pola pikir dan tingkah laku mereka semakin teratur menyesuaikan apa yang telah diajarkan di sekolah. Mereka akan lebih mudah untuk fokus belajar di kelas dan tidak lagi banyak bermain.

Cara Menciptakan Ruang Belajar Anak di Rumah

Pada usia 0-10 tahun, anak akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka di rumah bersama orang tua atau saudara. Inilah mengapa tindakan atau ucapan yang pertama kali dipraktekkan oleh anak Anda tidak jauh dari kebiasaan anggota keluarga di rumah. Maka dari itu, sangat penting untuk menciptakan rumah yang kondusif bagi anak Anda belajar sesuai dengan kebutuhannya.

Menciptakan ruang belajar yang kondusif tidak harus dilengkapi dengan berbagai perlengkapan pembelajaran yang banyak maupun beragam. Anda cukup menciptakan ruang belajar yang minimalis namun menyenangkan di salah satu ruangan di rumah Anda. Berikut ini ada tips yang bisa Anda terapkan untuk menciptakan ruang belajar yang ramah anak di rumah.

1. Belajar sambil bermain

Mendidik  anak usia di bawah 10 tahun harus fokus pada pendidikan karakter yang diselingi dengan permaianan yang seru. Hal yang wajar jika konsentrasi mereka mudah terpecah untuk bermain. Jadi, ciptakanlah ruangan dimana mereka bisa belajar sambil bermain.

Beri cukup ruang yang luas untuk mereka bergerak untuk menunjang perkembangan motoriknya. Hindari memasukkan terlalu banyak perabot. Akan lebih baik apabila Anda menggunakan meja atau kursi lipat yang bisa setiap saat disimpan dan dikeluarkan ketika anak sedang ingin belajar menulis atau menggambar saja.

Gunakan karpet yang cukup halus dan luas di dalam ruangan sehingga anak bisa nyaman melakukan aktivitas belajar atau bermain di atasnya. Selain itu, taruh mainan di dalam boks atau lemari. Kemudian, ajarkan dan berikan contoh kepada anak untuk selalu mengembalikan mainannya ke tempatnya usai bermain.
Konsep rumah minimalis sangat cocok untuk membentuk kepribadian anak karena orang tua bisa menciptakan suasana rumah yang nyaman dan simpel.

2. Sesuaikan warna dengan karakter anak

ruang belajar nyaman, ruang belajar yang nyaman, desain ruang belajar anak
Seusuaikan ruang belajar dengan karakter anak – diminimalis.com

Tahukah Anda bahwa warna dapat mempengaruhi psikologi anak? Ya, warna-warna tertentu dapat mempengaruhi konsentrasi anak untuk belajar. Disarankan memilih warna yang dapat memicu efek tenang dan meningkatkan konsentrasi seperti biru, hijau, dan ungu muda. Atau, Anda bisa menggunakan warna-warna pastel untuk menciptakan atmosfer yang cerah namun menenangkan.

Hindari menggunakan terlalu banyak warna merah dan kuning cerah karena dapat memecah konsentrasi. Anda bisa menambahkan warna-warna mencolok lewat perabot, hiasan dinding, atau mainan saja. Warna-warna mencolok dalam porsi kecil membantu membuat ruangan tidak terlalu membosankan.

3. Jangan lupa gunakan jam di dalam ruangan

Mengapa jam memegang peran yang penting dalam tumbuh kembang anak? Ya, dibandingkan menggunakan hiasan dinding yang tidak penting, memasang jam dinding dengan bentuk lucu akan lebih menarik perhatian. Jam dinding membantu mengajari anak untuk menghargai waktu. Sehingga, ia akan tumbuh menjadi seseorang yang disiplin.

Mendidik anak usia di bawah 10 tahun sangatlah penting untuk membentuk karakter mereka. Namun, orang tua tetap harus memperhatikan bahwa pendidikan yang diberikan haruslah disesuaikan dengan usia dan tahapan tumbuh kembangnya. Jangan sampai anak dewasa terlalu cepat karena orang tua memaksakan pendidikan yang terlalu tinggi dibandingkan usianya. (us)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed