Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

Memaksimalkan Bukaan Ruangan demi Kualitas Kesehatan yang Lebih Baik

Bukaan ruangan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan keluarga - Diminimalis.com

Apakah Anda sedang mencari informasi mengenai tips memaksimalkan bukaan ruangan di rumah? Yup, sesuai judul diatas kali ini kami akan mengupas topik tersebut. Sebagaimana yang kita tahu, nyaman atau tidaknya rumah, seringkali diukur dari desain eksterior dan interiornya. Namun sayangnya, kebanyakan orang terlalu fokus memikirkan tampilannya saja, dan kurang memperhatikan sirkulasi udara. Sebagaimana yang kita tahu, ventilasi udara yang kurang baik, bisa membuat rumah menjadi tidak sehat lagi untuk ditinggali.

Selain ventilasi udara, pencahayaan alami juga sangat penting untuk diperhatikan. Sebab, hal ini bisa membuat kelembaban udara di dalam rumah menjadi lebih stabil. Nah, untuk memenuhi kedua elemen tersebut, tentunya kehadiran bukaan ruangan di rumah adalah hal wajib yang harus diupayakan pada rumah minimalis Anda.

Memaksimalkan Bukaan Ruangan, bukaan ruangan di rumah, penghawaan alami pada bangunan, sistem penghawaan alami dan buatan pencahayaan alami pada bangunan, pengertian penghawaan, orientasi bangunan terhadap matahari, definisi penghawaan, pencahayaan alami dalam arsitektur
Bukaan ruangan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan keluarga – Diminimalis.com

Memaksimalkan Bukaan Ruangan Di dalam Rumah yang Ideal

Nah, berikut adalah hal-hal yang sebaiknya Anda pertimbangkan untuk memaksimalkan bukaan ruangan didalam rumah yang ideal.

1. Physical Cooling

Bukaan ini bertujuan untuk mendinginkan orang-orang yang ada di dalam rumah. Untuk mengaplikasikan bukaan ini, Anda cukup membuat jendela yang tingginya sama dengan rata-rata tinggi anggota keluarga dirumah. Jadi, udara yang masuk ke dalam rumah bisa terasa maksimal.

2. Structural Cooling

Nah, jika bukaan ruangan di rumah yang pertama tadi untuk manusia, maka yang kedua ini lebih kepada bangunannya. Untuk mengaplikasikan bukaan ini, Anda cukup memasang kisi-kisi di dekat plafon bagian atas bangunan. Agar lebih optimal, kisi-kisi sebaiknya diberi jarak 1 meter dari plafon.

3. Cross Ventilation

Saat membuat ventilasi silang, usahakan bukaan sumber angin masuk lebih kecil daripada bukaan sumber angin yang keluar. Hal ini bertujan agar angin yang masuk bisa lebih kencang dan membuat rumah lebih cepat terasa dingin.

Yang perlu Anda ingat saat mengaplikasikan bukaan ini adalah jarak antar bukaan. Pastikan jarak antara bukaan masuk dan keluar tidak lebih dari 6 meter. Karena jika lebih, ventilasi silang yang Anda buat tidak akan beroperasi secara maksimal. Jadi, sebisa mungkin buatlah bukaan dengan jarak terpendek rumah.

4. Jarak Ketinggian Plafon Rumah

Ketinggian plafon atau langit-langit juga bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah Anda. Nah, agar suhu di dalam rumah Anda terasa sejuk, aturlah ketinggian plafon menjadi lebih tinggi. Ketinggiannya pun bisa disesuaikan dengan proporsi rumah Anda (minimal 2,8 meter dari lantai). Selain itu, pemilihan bahan dan kemiringan atap juga bisa menjadi solusi untuk menstabilkan suhu rumah Anda.

5. Adanya Beranda atau Teras

Fungsi adanya teras atau berAnda yaitu untuk mengurangi cahaya yang masuk ke dalam rumah secara langsung. Sehingga dapat meminimalisir radiasi matahari yang masuk dan membuat suhu rumah menjadi lebih sejuk.

6. Meminimalisir Penggunaan Partisi

bukaan ruangan di rumah, penghawaan alami pada bangunan, sistem penghawaan alami dan buatan pencahayaan alami pada bangunan, pengertian penghawaan, orientasi bangunan terhadap matahari, definisi penghawaan, pencahayaan alami dalam arsitektur
Bukaan dalam ruangan dapat meminimalisir penggunaan partisi – Diminimalis.com

Jika tidak terlalu diperlukan, sebaiknya jangan gunakan dinding sebagai pembatas. Karena hal ini dapat membuat ruangan terasa lebih sempit dan sesak. Anda bisa membuat beberapa ruangan di rumah Anda saling tehubung tanpa pembatas. Sehingga terlihat lebih luas dan membuat ruangan terasa lebih sejuk dan lega.

Namun, jika Anda ingin menggunakan pembatas ruangan atau partisi, gunakanlah kaca sebagai materialnya. Hal ini akan memberikan efek ilusi, sehingga ruangan di dalam rumah Anda terasa lebih lega dan luas. Selain itu, Anda juga bisa membuat pembatas dengan menggunakan pemilihan warna cat dan furniture yang berbeda untuk setiap ruangan di dalam rumah Anda.

7. Arah Hadap Rumah

Arah Rumah yang Baik, Arah Rumah yang sehat, Arah Rumah ideal
setiap arah rumah memiliki konsekuensinya masing-masing – diminimalis.com

Penting bagi Anda untuk memahami arah hadap rumah yang baik. Untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia, sebaiknya arah hadap rumah lebih diorientasikan ke arah utara, selatan, atau timur. Karena sinar matahari dari arah barat suhunya lebih panas dan membuat suhu di dalam rumah menjadi lebih panas saat di malam hari.

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan arah angin. Hadapkan rumah Anda ke arah sumber datangnya angin, misalnya kalau di pantai anginnya berasal dari laut dan di gununga berasal dari pegunungan.

Namun, jika saat ini rumah Anda sudah terlanjur menghadap ke arah yang kurang baik. Anda bisa mengatasinya dengan menanam pohon sebagai penghalang sinar matahari langsung masuk ke rumah Anda.

8. Mengendalikan Suhu dengan Unsur Air

Elemen yang bisa mengendalikan suhu adalah air. Jika Anda memiliki anggaran lebih, Anda bisa membuat kolam kecil di rumah Anda. Karena saat suhu udara di luar tinggi, uap air akan menurunkan temperature membuat aliran udara yang masuk ke dalam rumah menjadi lebih sejuk.

9. Menggunakan Material Alami

Material alam seperti batu paras, batu belah, batu bata, dan juga batu candi, ternyata mampu menyerap panas lebih banyak dan membuat ruangan sejuk lebih lama. Coba Anda perhatikan bangunan tradisional yang ada disekitar Anda. Umumnya memakai material alam dan lebih tinggi, sehingga lebih nyaman untuk ditinggali.

10. Meminimalisir Penggunaan Material Keras

Meminimalisir penggunaan material keras seperti aspal atau beton sebagai penutup permukaan taman, halaman, atau carport sangatlah dianjurkan. Hal ini dikarenakan, material keras dapat meningkatkan suhu udara ketika terkena radiasi matahari. Sehingga akan membuat aliran udara yang masuk ke dalam rumah menjadi panas.

Nah, itulah diatas beberapa hal yang sebaiknya diketahui dan diterapkan dalam memaksimalkan bukaan ruangan di rumah, supaya udara yang masuk bisa ideal, dan juga pencahayaan dalam ruangan bisa maksimal. Dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang stabil, tentunya akan membuat Anda lebih nyaman di dalamnya. (ar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.