Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

Kesalahan Merawat Sprei ini Dapat Berkibat Fatal untuk Keluarga Anda

Ada banyak hal buruk apabila kita malas mengganti sprei di rumah - diminimalis.com

Tak ada orang yang akan komplain bila Anda malas mengganti sprei di kamar. Sprei yang terus menempel di kasur memang terlihat seakan baik-baik saja. Kebanyakan orang membersihkan sprei hanya untuk menyingkirkan kotoran-kotoran yang terlihat saja. Rajin mengganti sprei secara rutin itu pilihan, karena sprei merupkan bagian yang memang tak bisa diperlihatkan oleh orang lain.

 malas mengganti sprei, akibat malas emngganti sprei, kuman di sprei
Ada banyak hal buruk apabila kita malas mengganti sprei di rumah – diminimalis.com

Beda degan penampakan ruang tamu, teras, ataupun taman Anda. Setiap saat tentu kita bisa disiplin merapikannya karena bagian tersebut terkait langsung dengan apa yang bisa dilihat oleh orang lain. Maka apa yang orang lain tidak bisa lihat, jangan sampai melenakan kita, sehingga memperlakukannya sesuka hati. Dan karena inilah kadang orang hanya menyempatkan mengganti sprei ketika moodnya siap saja.

Malas mengganti sprei Dapat Mengakibatkan Berbagai hal Buruk

Apa yang membuat orang malas mengganti sprei? Karena meski dalam rentang waktu lama sprei tidak diganti, sepertinya masih akan terlihat baik-baik saja. Padahal perlakuan seperti ini bisa berakibat fatal yang pdapat menyebabkan berkembangbiaknya bakteri dan kuman di sana.

Apa yang sesungguhnya terjadi pada sprei yang jarang diganti?

Selama ini yang banyak orang ketahui mungkin hanya bakteri saja yang bisa menempel pada sprei. Kenyataannya, keringat yang dikeluarkan tubuh ketika kita tidur, juga menjadikan bakteri betah bersarang disana. Tubuh yang mengeluarkan keringat saat tidur, dapat membuat sprei lembab.

Sisa-sisa kulit mati kita juga banyak yang menempel pada sprei, meskipun tidak terlihat dengan mata telanjang. Karena setiap harinya, kulit manusia mengalami regenerasi dengan menyingkirkan sel-sel kulit mati.
Proses pergantian sel kulit mati dengan yang baru biasanya terjadi di malam hari. Meskipun tidak terlihat, sel-sel kulit mati yang rontok bisa menempel dan tertinggal di tempat tidur. Sel kulit mati, keringat dan permukaan yang lembab merupakan tempat favorit kuman, kutu dan bakteri berkumpul. Sisa-sisa kulit mati inilah yang akan menjadikan sprei tempat yang digemari tungau.

Tungau merupakan hewan mikroskopik yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Tungau banyak terdapat di dalam debu rumah. Tungau yang terbawa debu dan hinggap di sprei akan memakan sisa-sisa kulit mati yang terdapat di sana sehingga sprei yang jarang diganti akan mengandung banyak tungau.
Selain itu, kutu atau serangga yang bersarang di tempat tidur Anda, akan mengeluarkan kotoran yang menjadi pemicu alergi. Akibatnya mata bisa merah dan gatal-gatal, peradangan pada hidung hingga asma.

Solusi

Alangkah baiknya bila Anda bisa rutin mencuci sprei minimal seminggu sekali menggunakan air panas. Air panas berfungsi membunuh bakteri yang menempel di kain sprei Anda.

Termasuk Bantal

 malas mengganti sprei, akibat malas emngganti sprei, kuman di sprei
Bantal termasuk benda yang perlu rutin dibersihkan – diminimalis.com

Tentu saja bantal merupakan benda yang pasti selalu ada untuk menemani tidur Anda. Maka apa yang ada di sarung bantal Anda, kurang lebih akan sama dengan yang ada pada sprei Anda. Untuk itu kita disarankan untuk mengganti sarung bantal seminggu sekali dan mencucinya dengan air panas. Sebaiknya gunakan deterjen cair karena deterjen bubuk bisa meninggalkan residu. Kemudian bilas hingga dua kali pengulangan agar tidak ada deterjen yang tersisa.

Demikian ulasan kami tentang apa yang ada pada sprei dan bantal Anda bila jarang diganti. Semoga dengan pemaparan di atas, Anda bisa lebih waspada dan dapat melindungi keluarga Anda dari bakter serta kuman yang dapat menimbulkan penyakit.(ls)

Leave A Reply

Your email address will not be published.