Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

KELUARGA MUSLIH YANG TAK SEKEDAR SHALIH

KELUARGA MUSLIH YANG TAK SEKEDAR SHALIH #rumahkusurgaku - diminimalis.com
KELUARGA MUSLIH YANG TAK SEKEDAR SHALIH #rumahkusurgaku - diminimalis.com
KELUARGA MUSLIH YANG TAK SEKEDAR SHALIH #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Arti muslih adalah sebagaimana yang Allah dan Rosul-Nya jelaskan. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan tidaklah Rabb-mu membinasakan suatu negeri secara zalim, selama penduduknya adalah mushlihuun.”
(QS. Huud: 117).

Ayat di atas mengabarkan kepada kita bahwa ada golongan manusia yang dapat menolak azab dari Allah karena perbuatan mereka, yaitu Al-mushlihuun. Merekalah orang-orang yang tak sekedar shalih, tetapi juga menjadi penyeru kebaikan dan pencegah kemunkaran.

Mereka adalah orang-orang yang menyambut perintah Allah,

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ali Imran: 104).

Arti muslih adalah tak sekedar shalih

Menjadi muslih hendaknya merupakan salah satu dari tujuannya dibentuknya keluarga kita. Ya, arti muslih adalah tak kesekedar hanya menjadi keluarga shalih. Apa bedanya? Keluarga shalih adalah keluarga yang selalu berbuat kebaikan, namun kebaikan itu hanya bermanfaat untuk dirinya. Sedangkan keluarga muslih adalah keluarga yang kebaikannya bermanfaat bagi diri mereka dan orang lain.

Umat Islam membutuhkan keluarga shalih yang muslih, yang dengan keshalihannya mereka banyak berbuat untuk umat, mengajak kebaikan dan mencegah kemunkaran. Keberadaan keluarga muslih inilah yang bisa menghindarkan suatu negeri dari azab Allah, karena sekedar shalih tidak cukup untuk membendung hadirnya azab.

Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah kita akan binasa sedangkan di tengah kita masih terdapat orang-orang shalih?” Beliau bersabda,
“Ya, jika kemaksiatan merajalela.”
(HR. Bukhari).

maksiat yang merajalela #rumahkusurgaku - diminimalis.com
maksiat yang merajalela #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Adanya orang-orang shalih yang selalu rutin mengerjakan shalat, puasa, zakat, haji, berdzikir, berdoa dan berbagai bentuk ibadah lainnya, tak cukup membendung azab Allah. Hal ini dikarenakan keshalihan mereka hanya sebatas pada diri mereka, sedangkan mereka enggan mengadakan perbaikan akidah dan akhlak, serta membiarkan kemaksiatan merajalela di tengah masyarakat.

Keluarga muslih merupakan model keluarga yang sangat dibutuhkan umat. Merekalah golongan yang berusaha memperbaiki keadaan umat sekaligus mencegah umat dari apa yang membahayakan mereka. Memang tak mudah, karena selagi baru sebatas shalih, banyak orang menyukai keluarga kita, mengingat orang-orang shalih hanya melakukan kebaikan untuk diri mereka, sedangkan pelaku maksiat tidak terganggu dengan keberadaan keluarga shalih tersebut.

Berbeda dengan keluarga muslih yang selalu menyeru pada kebaikan serta mencegah kemungkaran. Tidak semua orang merasa senang diajak berbuat baik. Begitu pula dengan ahli maksiat, mereka pun akan terusik dengan keberadaan keluarga muslih yang selalu berusaha mencegah kemunkaran. Sama seperti yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dimana sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau merupakan pribadi yang disenangi oleh semua orang. Namun ketika beliau mengajak pada tauhid dan kebajikan, banyak orang mulai merasa terganggu hingga memusuhi beliau.

Butuh kesabaran yang berlipat mengingat keutamaan keluarga mushlih juga sangat hebat. Hambatan, rintangan dan perlawanan mungkin saja akan didapatkannya. Namun, keluarga yang berusaha melakukan perbaikan wajib bersabar atas setiap langkahnya, karena keluarga mushlih lebih berat tantangannya daripada keluarga shalih.
Itulah sebabnya Luqman Al Hakim juga menasihati anaknya untuk menjadi orang mushlih sekaligus bersabar terhadapnya.

Allah Ta’ala mengabadikan nasihat Luqman kepada putranya dalam Firman-Nya,

“Hai anakku, tegakkanlah shalat, perintahkanlah kebaikan, laranglah kemunkaran dan bersabarlah atas apa yang menimpamu.”

(QS. Luqman: 17).

nasihat lukman #rumahkusurgaku - diminimalis.com
nasihat lukman #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Sungguh, pilihan ada pada diri kita, apakah hendak menjadikan keluarga kita sekedar keluarga shalih, ataukah mewujudkannya sebagai keluarga yang mushlih, yang dapat menyelamatkan umat dari azab Allah di dunia? Dengan menjadi keluarga mushlih, di samping kita dapat selalu mengadakan perbaikan di tengah masyarakat, setidaknya kita mempunyai alasan pelepas tanggung jawab kepada Allah di akhirat kelak. Semoga. (aa)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.