Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

IBADAH KELUARGA YANG HARUS DIJAGA SELAMA RAMADHAN

IBADAH KELUARGA YANG HARUS DIJAGA SELAMA RAMADHAN #rumahkusurgaku - diminimalis.com

Bulan Ramadhan telah hadir menjumpai kaum muslimin. Ia merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan, pahala, ampunan dan berbagai keutamaan lainnya. Sudah seharusnya setiap keluarga muslim menjadikan bulan ini sebagai lahan dalam beramal shalih. Ibadah keluarga mejadi agenda yang penting selama bulan Ramadhan.

IBADAH KELUARGA YANG HARUS DIJAGA SELAMA RAMADHAN #rumahkusurgaku - diminimalis.com
IBADAH KELUARGA YANG HARUS DIJAGA SELAMA RAMADHAN #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Saling membantu dalam beramal shalih di bulan Ramadhan atau di bulan lainnya, harus menjadi agenda setiap anggota keluarga, sehingga semua anggota keluarga bisa beramal dengan sebaik-baiknya. Niat awal harus ditanamkan agar semangat beribadah terbentuk di posisi ‘start’. Persiapan-persiapan pun sudah semestinya dihadirkan untuk membantu kemudahan proses amaliyah Ramadhan agar berjalan lancar.


Sayangnya, menjaga untuk tetap istiqomah dalam ibadah bukan perkara yang mudah. Ia butuh kesungguhan, dan terkadang juga butuh orang lain untuk membantu. Di sinilah peran orang tua, saudara atau anggota keluarga yang lain harus ditampilkan agar setiap anggota keluarga dapat istiqomah beribadah.

Saling mengingatkan di antara anggota keluarga mutlak diperlukan agar ibadah semakin sempurna. Ketika ada satu orang yang mulai futur (lelah semangatnya), yang lain segera membantunya untuk kembali bersemangat. Dengan demikian, tidak ada anggota keluarga yang jauh tertinggal di belakang dalam urusan ibadah. Tolong-menolong antara anggota keluarga inilah yang akan menghalangi setan untuk leluasa menggoda manusia.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Ighasatul Lahfan mengingatkan, “Ketika kita sudah berazzam dalam sebuah ibadah, maka janganlah kita menoleh lagi ke kanan atau ke kiri karena setan pasti akan memperdaya seorang hamba, maka jawaban Allah terhadap hasil ini adalah ‘fa tawakkal ‘ala Allah’ (berserah dan percaya kepada Allah).”

Godaan demi godaan memang senantiasa hadir. Ia tidak hanya hadir dari arah depan, melainkan juga dari sisi kanan, sisi kiri, arah belakang, dari atas dan bawah. Keteguhan kita untuk tidak ‘menoleh’ atau terpengaruh terhadap godaan inilah yang akan membuat kita istiqomah.

Sayangnya, hal itu tidak mudah. Butuh kebersamaan untuk saling menguatkan dan mengingatkan agar ibadah keluarga yang istiqomah benar-benar terwujud. Dan melalui anggota keluarga, peran saling menguatkan dan mengingatkan dapat dihadirkan, sehingga kita dapat menjaga ibadah anggota keluarga. Tidak ada yang tertinggal jauh, atau bahkan berhenti di tengah jalan.

Ibadah keluarga sebagai momen untuk saling membantu dan mengingatkan dalam beramal sholeh

Imam Syafi’i memberikan nasihat, “Ketika kita sudah berada di jalan menuju Allah, maka berlarilah. Jika sulit bagimu, maka berlari kecillah. Jika kamu lelah, maka berjalanlah. Jika itu pun tak sanggup, merangkaklah namun jangan berhenti.”

Ya, ketika kita sudah berada di jalan menuju Allah, di jalan ibadah, maka usahakan untuk maksimal dalam menunaikannya. Namun kalau usaha maksimal terkendala karena adanya hambatan yang sulit untuk ditaklukkan, maka tetaplah beribadah, bukan berhenti total.

Contoh sederhana, anggota keluarga bisa bersama-sama shalat tarawih di masjid. Namun jika ada yang sakit, maka sesekali shalat tarawih berjamaah dengan anggota keluarga bisa diadakan di rumah, meskipun untuk lelaki harus terlebih dahulu shalat Isya berjamaah di masjid. Kebersamaan inilah yang akan mampu menjaga semangat setiap anggota keluarga.

 

istiqomah, jangan pernah berhenti #rumahkusurgaku - diminimalis.com
istiqomah, jangan pernah berhenti #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Ketika seorang istri haidh, maka suami bisa membaca Al-Qur’an di sebelahnya. Istri bisa mendengarkan dengan baik dan mendapat pahala karena mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Selain itu, istri juga dapat mengamalkan amalan lainnya meskipun dalam kondisi haidh, seperti berdzikir dan berdoa, menambah ilmu agama dengan membaca atau mendengarkan pengajian, dan sebagainya.

Proses semacam inilah yang dibutuhkan oleh setiap anggota keluarga. Adanya aktivitas untuk saling menjaga ibadah keluarganya, sehingga mereka selalu berada dalam kebaikan, dan menjadikan rumah penuh dengan cahaya kebaikan. Baarokalloh. (aa)

You might also like
1 Comment
  1. […] tugas kita, yaitu mengajak diri kita dan keluarga kita untuk bahu-membahu dan saling membantu dalam melaksanakan amal shalih. Saling tolong-menolong dalam rangka menyempurnakan amalan wajib dan memperbanyak amalan sunnah. […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.