Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

ENGKAULAH USTADZAH TERBAIK DI RUMAH INI

ENGKAULAH USTADZAH TERBAIK DI RUMAH INI #rumahkusurgau - diminimalis.com
ENGKAULAH USTADZAH TERBAIK DI RUMAH INI #rumahkusurgau - diminimalis.com
ENGKAULAH USTADZAH TERBAIK DI RUMAH INI #rumahkusurgau – diminimalis.com

Salah satu peran seorang istri di dalam sebuah rumah tangga adalah sebagai ustadzah bagi keluarganya. Istri adalah ustadzah bagi suaminya manakala suami sedang mengalami ke-futuran (penurunan semangat). Istri juga sebagai ustadzah ketika suami mengalami berbagai problematika yang menjadikannya kehilangan arah dan pegangan. Setidaknya, sebagai orang terdekat, ucapan istri akan didengar oleh sang suami, sehingga ia tidak bersikap di luar kaidah agamanya.

Saat-saat seperti inilah seorang istri dituntut untuk mampu berperan sebagai teman sekaligus sebagai guru bagi suaminya tercinta, agar suami tidak terjerumus ke dalam berbagai tindakan maksiat dan dosa. Inilah peran ustadzah dari seorang istri terhadap suaminya, yaitu mengingatkan dan memberi motivasi agar suami tidak terjatuh dalam suasana gundah gulana yang berlarut. Mungkin benar sebuah pepatah mengatakan, “Di balik tokoh yang agung, ada seorang istri yang agung.”

Suami dan istri adalah dua insan yang disatukan oleh Allah untuk saling mengisi, saling memberi dan saling melengkapi. Suami bukanlah orang yang sempurna. Sangat mungkin ia terjebak pada persoalan yang tak bisa ia pecahkan. Bisa pula ia terjatuh pada perangkap kemaksiatan. Di sinilah peran sang istri sebagai seorang ustadzah di dalam rumahnya. Memberi masukan kepada suami, mengarahkannya, dan menuntunnya dengan kesabaran.

Ibu sebagai madrasah bagi anak-anaknya

Kelak anak-anak akan hadir menyemarakkan kehidupan rumah tangga, maka seorang istri juga berperan sebagai ustadzah bagi anak-anaknya. Pendidikan pertama dan paling utama bagi setiap anak adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga. Pendidikan yang tidak sekedar mengajarkan anak tentang suatu ilmu, tetapi juga mendidiknya. Proses pendidikan semacam ini merupakan tanggung jawab penuh dari kedua orang tua.

Istri yang mungkin memiliki waktu lebih untuk menemani anak-anaknya harus bisa menjadi seorang ustadzah bagi putra-putri tercinta. Ia harus memiliki ilmu yang cukup, sehingga mampu mengarahkan buah hatinya agar memiliki dasar agama yang kuat, adab dan etika yang memikat, serta pengetahuan yang luas.

Ajarkanlah anakmu untuk mengenal Rabb-nya, rasulnya dan agamanya. Ajarkanlah dengan penuh kesungguhan karena ilmu yang demikian ini makin langka di tengah kehidupan yang mulai menuju kepada budaya sekulerisme. Ajarkanlah anak-anakmu agar memiliki akidah yang lurus dan kuat. Ajarkanlah anak-anakmu agar mampu menjalankan ibadah dengan ikhlas dan mengikuti petunjuk Nabi. Ajarkanlah pula anak-anakmu tentang bagaimana berpikir, bertutur kata, bersikap dan bertingkah laku dengan penuh kemuliaan.

Istri adalah ustadzah bagi keluarganya. Di balik istri yang shalihah, akan lahir dan tumbuh putra-putri penerus bangsa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga mereka akan memberati bumi dengan kalimat laa ilaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah. Sebaliknya, istri yang tidak pernah mengenal ilmu dien, akan kesulitan menjadikan anak-anaknya sebagai orang yang shalih-shalihah.

Pilihan ada padamu, apakah engkau mengharapkan anak-anakmu menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, ataukah tidak? Jika engkau menghendai buah hatimu menjadi anak shalih, maka engkaupun harus menjadi pribadi yang shalih. Engkau harus memperhatikan bahwa mendidik itu perlu ilmu, sedangkan ilmu hanya didapatkan dengan mencari dan mempelajarinya. Karena itu, wajib bagimu mencari ilmu –terutama ilmu agama—agar ia dapat menjadi modal bagimu dalam mendidik buah hati.

ibu ustadzah terbaik untuk anaknya #rumahkusurgaku - diminimalis.com
ibu ustadzah terbaik untuk anaknya #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Seorang ibu adalah ustadzah terbaik di rumahnya. Ia adalah inti di tengah rumah tangga dan masyarakat. Ia mampu memberikan pengaruh yang sangat kuat kepada anak-anaknya melalui perkataan, keteladanan, cinta dan kasih sayang. Anak-anak akan mengikuti bagaimana ibunya. Jika ibunya dekat kepada Allah, niscaya anak akan tumbuh sebagaimana ibunya. Dan bila akhlak sang ibu baik, maka anak akan tumbuh dengan akhlak yang menyerupai ibunya. Semoga anak-anak kita dapat memperoleh pendidikan yang baik dari ibunda mereka. (aa)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.