Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

Bahan Bangunan Ramah Lingkungan Solusi Mewujudkan Green Building

memilih bahan bangunan - diminimalis.com

Bahan bangunan rumah memiliki peran yang sangat penting ketika Anda hendak membangun rumah, oleh karena itu pemilihan bahan yang tepat perlu diusahakan agar tercipta hunian yang tidak hanya indah namun juga tahan lama. Ibarat Anda hendak membuat kue yang lezat, bahan tepung, telor dan bahan lainnya haruslah dipilih yang berkualitas baik agar kue yang dihasilkan memiliki tampilan menggiurkan dan rasanya juga enak.

bahan bangunan
memilih bahan bangunan – diminimalis.com

Saat Anda membuat rumah haruslah memperhatikan aspek lingkungan. Apalah artinya memiliki hunian yang megah dan mewah namun lingkungan di sekitarnya menjadi rusak. Air tanah tidak bisa dimanfaatkan karena tercemar serta tanah yang kering dan tidak subur tentunya akan mengurangi kenyamanan hidup Anda.

Bahan bangunan ramah lingkungan sebagai solusi

Kekhawatiran Anda mengenai dampak buruk penggunaan bahan bangunan yang akan merusak lingkungan atau istilah kerennya global warming akan dapat teratasi dengan penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan. Berikut beberapa contoh jenis bahan bangunan yang mendukung konsep green building ini. Selamat menyimak.

Panel sekam padi

Panel yang satu ini memang terbuat dari sekam padi sesuai dengan namanya. Sekam padi yang biasanya hanya terbuang begitu saja ataupun dibakar dijadikan sebagai abu gosok bisa Anda olah menjadi panel. Pemanfaatan panel sekam ini biasanya difungsikan sebagai langit-langit rumah maupun dinding partisi.

Genteng sejuk

Nama bahan bangunan yang satu ini mungkin belum terlalu familiar di telinga Anda. Ya, bahan genteng ini memang masih jarang digunakan sebagai material penutup atap sebuah hunian. Bahan utama penyusun genteng ini terdiri dari campuran pasir, semen dan ijuk. Bahan alam yang terkandung dalam genteng ini akan menghadirkan rasa sejuk dalam rumah.

PCP (permeable ceramic paving)

PCP merupakan jenis keramik berbahan dari alam. Material ini memiliki sifat yang dapat menyerap air, sehingga bisa memberikan tambahan cadangan air tanah di lingkungan Anda. Keramik jenis ini juga sangat cocok digunakan di wilayah perkotaan sebagai drainase.

Batu bata

Siapa tak kenal material yang satu ini. Batu bata menjadi primadona bagi Anda yang menginginkan rumah tetap sejuk meskipun udara di luar sedang terik dikarenakan kemampaun batu bata menyerap udara panas di sekitarnya. Kesan natural juga akan didapat, terlebih jika menggunakan bata ekspos.

Geopolimer

Bahan bangunan
bahan geopolimer – diminimalis.com

Bahan bangunan ini sekilas mirip dengan semen yang terbuat dari bahan non organik yang melalui proses polimerisasi. Rumah yang menggunakan geopolimer sebagai pengganti semen memiliki kelebihan dapat mengurai efek rumah kaca yang mengakibatkan global warming. Bahan ini juga memiliki daya tahan yang lebih dibandingkan semen biasa.

Bambu

Material terakhir ini juga cukup banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai bahan bangunan rumah-rumah mereka. Selain sebagai rangka atap bambu juga biasa digunakan sebagai tiang dan talang air terutama pada rumah yang ada di desa. Bambu juga sering digunakan sebagai bahan furniture pelengkap hunian.

Harga bahan bangunan ramah lingkungan memang relatif lebih mahal dibandingkan bahan pabrikan. Namun, efek baik jangka panjang yang dihasilakan dari penggunakan bahan ramah lingkungan akan bisa Anda rasakan hingga ke anak cucu Anda. Salam diminimalis (am)

Baca juga: rumah ramah lingkungan

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.