oleh

Cara Mendekorasi Interior Agar Anak Betah di Rumah

Kebanyakan anak, sepulang sekolah biasanya langsung pergi bermain bersama teman-temannya. Hal ini membuat banyak orangtua khawatir jika terjadi sesuatu pada anaknya saat di luar rumah. Untuk itu, orang tua harus memutar otak agar anak betah di rumah.

Salah satu cara agar anak betah di rumah adalah dengan merombak desain interior di dalam rumah. Tak perlu banyak biaya untuk mengubah tampilan rumah Anda. Anda cukup dengan mempertahankan gaya minimalis, Anda tetap bisa menghadirkan rumah yang nyaman bagi si anak untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.

 Agar Anak Betah di Rumah cara membuat anak remaja betah dirumah, cara membuat anak 2 tahun betah di rumah, agar balita betah dirumah, agar betah dirumah, penyebab anak tidak betah di rumah
Ada banyak cara untuk membuat anak betah di rumah – Diminimalis.com

Agar Anak Betah di Rumah dengan Cara Memaksimalkan Desain Ruangan

Menciptakan rumah dengan desain minimalis bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Desain ruangan minimalis menekankan fungsionalitas dengan ciri seperti garis tegas, penggunaan furniture yang minimalis, dan warna yang terang untuk menunjang kenyamanan. Desain ini cocok untuk mendukung gerak anak yang cenderung aktif dan membutuhkan ruang yang lebih lapang.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan ketika hendak mendesain ruangan anak, meliputi:

1. Memilih Warna yang Tepat

Warna bisa mempengaruhi psikologi seseorang. Riset telah membuktikan bahwa warna mampu mempengaruhi psikologi manusia dalam melakukan tindakan. Jadi, penting untuk memilih warna yang tepat untuk ruangan anak Anda.

Bagi Anda yang tidak tahu tentang dampak psikologi wanra bagi manusia, berikut adalah panduan ketika hendak memilih warna:

1. Biru

shabby chic, desain shabby chic, desain shabby minimalis, konsepshabby chic
Dominasi warna biru yang dikonsep dengan sangat klop – Diminimalis.com

Biru memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa cemas dan agresif. Selain itu, biru juga dipercaya bisa menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Efek menenangkan dari warna ini cocok untuk ruangan bagi anak-anak yang sering mengamuk atau sulit dikontrol.

2. Hijau

Hijau merupakan warna alam yang memicu efek menenangkan kepada anak. Para peneliti juga menemukan fakta bahwa hijau juga meningkatkan kecepatan membaca dan daya paham anak. Jadi, Anda bisa menggunakan warna ini sebagai warna dominan di ruangan.

3. Kuning

Kuning sering menggambarkan perasaan bahagia dan gembira. Warna kuning yang terang dapat meningkatkan daya ingat, sedangkan kuning yang lebih lembut membantu konsentrasi. Tetapi, sebaiknya jangan menggunakan warna kuning dalam komposisi dominan karena bisa memicu rasa cemas bahkan marah.

4. Pink

Pink memberikan kesan menenangkan, terutama warna pink lembut. Tetapi, pink lebih sering digunakan untuk menggambarkan kamar anak perempuan. Sebaiknya Anda memadukan ruangan berlatar pink dengan hiasan dinding atau furniture lain agar ruangan tidak terlihat membosankan.

5. Ungu

Ungu merupakan warna yang menggambarkan gairah, kreativitas, kebijaksanaan, dan spiritual. Jadi, warna ini cocok untuk meningkatkan sensitivitas dan rasa sayang pada anak. Perhatikan jika anak mungkin lebih sensitif terhadap warna ini, Anda sebaiknya menggunakannya dengan persentase yang kecil saja.

6. Warna-warna pastel

Warna pastel juga mampu menimbulkan rasa nyaman bagi anak. Warnanya yang cerah tetapi lembut membuat anak tidak mudah jenuh dan mengurangi tingkat stress. Selain itu, warna pastel juga cocok untuk membuat ruangan menjadi lebih luas.

7. Merah

Merah memiliki kemampuan untuk memberikan energi pada tubuh dan merangsang pemikiran. Namun, warna merah yang terlalu dominan dapat memicu perilaku agresif dan mengurangi konsentrasi.Jadi, cukup gunakan warna merah sebagai aksen saja.

Ketika hendak mendesain ruangan yang minimalis, warna yang disarankan adalah warna-warna yang terang dan lembut. Tetapi, ini tidak berarti bahwa Anda harus menggunakan warna putih saja karena terkadang justru membuat ruangan membosankan. Jadi Anda bisa memadukan dengan warna lain. Gunakan 2 atau 3 paduan warna saja agar ruangan menjadi tidak terlalu ramai.

2. Pencahayaan ruangan yang baik

Desain Ruang Makan dan Ruang Keluarga, Desain Ruang Makan dan Ruang Keluarga jadi satu, Desain Ruang Makan sekaligus Ruang Keluarga
ruang keluarga dan ruang makan dengan pencahayaan alami yang maksimal – diminimalis.com

Ruangan dengan penerangan baik akan memberikan kenyamanan dan efek lebih luas. Akan lebih baik lagi apabila Anda dapat memaksimalkan pencahayaan pada kamar anak Anda.  Ruangan yang cocok untuk anak adalah ruangan yang terang. Tapi, jangan sampai terlalu silau.

Anda bisa mendapatkan penerangan alami dari sinar matahari. Jadi, tambahkan jendela yang cukup besar pada ruangan. Selain itu, jendela dengan sirkulasi udara yang baik juga membuat kamar menjadi lebih segar alami.

Anda bisa menambahkan lampu dengan desain yang lucu khas anak-anak. Pastikan lampu tidak terlalu temaram ketika dinyalakan pada malam hari. Beberapa anak mungkin lebih fokus belajar pada malam hari, sehingga membutuhkan pencahayaan yang cukup.

3. Libatkan Anak dalam Proses Mendesain Ruangan

Mendesain ruangan anak bukan sekedar melihat hasilnya, namun lebih pada prosesnya karena anak yang nantinya akan menempati ruangan tersebut. Jadi, jangan putuskan sendiri apa dan bagaimana Anda akan mendesain ruangan anak Anda. Penting bagi Anda untuk melibatkan juga si kecil agar merasakan pengalaman mendesain ruangan mereka sendiri agar balita betah di rumah. Dengan begitu, secara tidak langsung akan tercipta kedekatan antara si anak dan ruangannya.

Awali dengan menanyakan ruangan seperti apa yang diinginkan oleh anak Anda. Jika ia masih bingung, Anda mungkin bisa menanyakan hal apa yang dia sukai. Apakah ia suka karakter tertentu contohnya Barbie ataukah lokasi tertentu seperti dunia bawah laut.

Anda tidak perlu menciptakan desain yang terlalu kompleks. Cukup membuat yang sederhana saja, namun sudah bisa menggambarkan dunia yang dikehendaki si kecil di kamarnya. Terkadang, jika ruangan terlalu ramai mungkin justru bisa membuat si kecil menjadi tidak nyaman.

Jika memungkinkan, Anda bisa mengajak si kecil untuk turun langsung ke dalam proses pengerjaan sembari mengawasinya. Ia bisa melakukan hal-hal kecil dan mudah seperti mengecat dinding atau memilih gorden dan seprai. Upaya ini patut dicoba agar anak betah di rumah, terutama ketika bermain di dalam kamarnya. (us)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed