Rujukan desain rumah minimalis dan kolam renang keluarga cerdas

ADA AROMA SURGA DARI DAPUR JIKA BUNDA TAAT PADA SUAMI

ADA AROMA SURGA DARI DAPUR JIKA BUNDA TAAT PADA SUAMI #rumahkusurgaku - diminimalis.com

Taat suami masuk surga termasuk aktivitas memasak dan menyajikan masakan oleh para ibu atau istri, yang sering dianggap sebagai pekerjaan yang biasa saja. Aktivitas ini tak lebih dari sekedar rutinitas harian yang harus dikerjakan. Namun tahukah kita, ternyata dari dapur rumah kita dapat ‘tercium’ aroma surga.
Terciumnya aroma surga mungkin hanya sekedar kata kiasan untuk menggambarkan bahwa aktivitas memasak lengkap dengan pekerjaan yang menyertainya, merupakan perbuatan yang sangat mulia. Apalagi bila memasak diniatkan untuk mendapat ridha Allah dan diawali dengan basmallah, niscaya ia akan bernilai ibadah dan memperoleh keberkahan.

ADA AROMA SURGA DARI DAPUR JIKA BUNDA TAAT PADA SUAMI #rumahkusurgaku - diminimalis.com
ADA AROMA SURGA DARI DAPUR JIKA BUNDA TAAT PADA SUAMI #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah, maka ia akan terputus.”
(HR. Ibnu Hibban).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata, “Hadits ini mempunyai dua jalur atau lebih periwayatan dari Ibnu Hibban dan yang lainnya. Sebagian ulama mendhaifkannya dan yang lebih tepat derajatnya adalah hasan lighairihi.”
Menjelaskan hikmah hadits di atas, Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata, “Hikmah yang tersimpan dalam memulai perbuatan dengan ‘bismillaahirrahmaanirrahiim’ adalah demi mencari barokah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarokah…”

Oleh karena itu, hendaknya aktivitas memasak dengan dimulai membaca basmallah, sehingga akan memperoleh pahala dan barokah. Memasak dan menyiapkan masakan bukan lagi sekedar perkara mubah, tetapi dapat meningkat menjadi bernilai ibadah bagi pelakunya. Inilah yang perlu dibiasakan oleh wanita muslimah ketika hendak beraktivitas di dapurnya. Dengan basmallah, dapurnya dia jadikan sebagai ‘lahan’ beramal shalih.

Lebih mulia lagi jika aktivitas memasak selain dijadikan sebagai lahan amal shalih, juga dilakukan dengan rasa cinta. Ada keinginan untuk membahagiakan anggota keluarganya, terutama sang suami. Kesempatan untuk menyenangkan hati suami, termasuk menyajikan makanan kesukaannya –meskipun hanya sekedar sambal—akan berbalas pahala besar bagi istri.

Menyenangkan hati suami merupakan bagian dari ketaatan terhadap suami. Di samping berbagai bentuk ketaatan yang lain, urusan makanan juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh istri. Apalagi jika ada permintaan spesial dari suami agar istrinya menyajikan menu istimewa kesukaannya, maka pelayanan semacam ini jika diiringi dengan hati yang ridha dapat berbalas surga. Inilah salah satu bukti ketaatan seorang istri, sekaligus keinginannya untuk membahagiakan suaminya.

Taat suami masuk surga dari pintu manapun yang disuka

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang engkau mau’.”
(HR. Ahmad dari Abdurrahman bin Auf dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Ya, dari arah manapun, wahai para istri. Kalian dipersilahkan memilih pintu surga dan memasukinya dari pintu tersebut hanya dengan syarat yang sederhana; shalat lima waktu, puasa ramadhan, menjaga kemaluan dan taat kepada suami.

memilih pintu masuk surga #rumahkusurgaku - diminimalis.com
memilih pintu masuk surga #rumahkusurgaku – diminimalis.com

Ketaatan kepada suami tidak sekedar terbatas pada aktivitas yang bernilai ibadah, seperti istri diperintahkan untuk shalat, membaca Al-Qur’an atau mengenakan jilbab. Dalam perkara mubah pun, seperti urusan masak-memasak, ada nilai ketaatan yang juga bernilai ibadah di dalamnya.

Oleh karena itu, tidak selayaknya seorang muslimah mengabaikan urusan dapurnya (tips dapur nyaman) dan menganggap bahwa urusan dapur hanya urusan biasa. Justru dari yang dianggap biasa, ada lahan amal di dalamnya, dapat bernilai ibadah, menghasilkan pahala dan ada aroma surga di sana. Akankah Anda membiarkan aroma itu berlalu begitu saja, tanpa ada usaha untuk menikmatinya dalam makna yang sebenarnya? (aa)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.